TS
oulaaa
Bukit Rasa
Menapakkan kaki pada jejak terang
Menanjak rindu yang berhenti di sebuah kenang
Kemanakah deretan lalang sepanjang jalan itu?
Yang dahulu ada dibawah rimbunan pokok cokelat tak tersiang?
Puncak tak lagi terlihat jauh
Namun tak henti istirahat berpinta kecup
Dengan simbahan peluh cemburu akibat rasa yang tak patuh
Tertunduk tanpa kata...
Tidak..., takkan pernah cinta terucap.
Takkan pernah..., karena itu saja takkan cukup
Melangkah lagi...
Surau tua terbuka di lereng tebing batu
Air mengalir dipinggirannya jatuh memanggil
Menata hati dan hari demi melihat arah kembali
Lipatan tangan didepan dada, mata pun tertutup pelan, isak menjadi
Kemana harus pergi kala semua tak lagi ditemui?
Bukit rasa yang sudah tak lagi sama.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Menanjak rindu yang berhenti di sebuah kenang
Kemanakah deretan lalang sepanjang jalan itu?
Yang dahulu ada dibawah rimbunan pokok cokelat tak tersiang?
Puncak tak lagi terlihat jauh
Namun tak henti istirahat berpinta kecup
Dengan simbahan peluh cemburu akibat rasa yang tak patuh
Tertunduk tanpa kata...
Tidak..., takkan pernah cinta terucap.
Takkan pernah..., karena itu saja takkan cukup
Melangkah lagi...
Surau tua terbuka di lereng tebing batu
Air mengalir dipinggirannya jatuh memanggil
Menata hati dan hari demi melihat arah kembali
Lipatan tangan didepan dada, mata pun tertutup pelan, isak menjadi
Kemana harus pergi kala semua tak lagi ditemui?
Bukit rasa yang sudah tak lagi sama.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

rirandara memberi reputasi
1
281
0
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Poetry
6.2KThread•6.9KAnggota
Komentar yang asik ya