nqoyyimah428Avatar border
TS
nqoyyimah428
Donat (Sang Perapal Doa)
Tuhan menyayangimu, ia ingin mendengar keluh kesahnya dan ingin melihat hambanya selalu datang padanya dalam keadaan apapun.
Dukamu tak akan menjelaga jika hatimu tetap merayuNya. Ingatlah selalu dia untuk kebaikan Emak

Tuhan tidak akan memberi ujian melebihi kemampuan umatnya.
Semua sudah ditakar dengan seimbang, ada suka setelah duka, ada pasang dan laut akan surut pada waktunya, ada naik dan kadang turun.
Janganlah suudzon pada Tuhan, dia ada dan mendengar hambanya.
Dan permohonan itu akan dikabulkan saat ia membutuhkan kelak.


Muhammad, nama pendek yang disematkan Emak padaku. Semua orang memanggilku, Mamad.
Terlahir dari keluarga miskin dan yatim sejak dalam kandungan membuat orang sering memanggilku dengan nama 'Atim'.

Emak yang membesarkan aku dan Kang Idris seorang diri, dengan berjualan donat, dan kadang ada yang memberi orderan mencuci atau setrika.

"Kenapa Emak gak tidur, Emak gak capek?"
Tanyaku melihat ketika tengah tengah malam Emak masih menguleni tepung itu menjadi donat.

"Kalau Emak tidur, besok kita gak bisa jualan,"

"Kalau kita bisa jualan, kita bisa nabung dan Emak bisa mendaftarkan kamu ke pesantren, biar gak luntang luntung ngasak padi atau ke kali,"

Aku memang ngasak padi, mencari sisa bilir padi yang masih bisa diambil dari sisa orang yang nggebyok padi saat panen.
Nggebyok adalah memisahkan gabah dari batang.

"Biar kamu bisa jadi orang pinter, jadi ustad meski Emakmu ini miskin,"

"Apa semua yang belajar di Pesantren akan jadi Ustad, Mak?"
Emak diam, ia menghapus peluh di dahinya. Aku melihat nafasnya yang terengah-engah mengaduk adonan tepung yang liat itu.

"Yo gak semua, tapi kebanyakan mereka jadi orang yang lebih paham ilmu agamanya, jadi pinter, dan uripe gak rusak,"

Aku mendengarkan ucapak Emak. Aku jadi ingat Pak Ustad yang ceramah di masjid kampung saat Maulid Nabi kemarin. Ia berceramah dengan suara yang lantang, mudah kami pahami dan semua orang berebut bersalaman dengan Pak Ustad dengan takdzim.
Ketika Ustad iru pulang, semua tetua desa mengantarnya, membawakan anekan makanan dan rangkaian buah yang banyak dan mewah dan memasukkan ke mobil Pak Ustad yang bagus.
Aku tak pernah melihat rangkaian buah seperti itu, apalagi memakannya.

Ah, aku ingin jadi Ustad agar bisa dihormati orang dan punya mobil bagus itu.
Supaya banyak yang menghormati aku.
Diubah oleh nqoyyimah428 15-11-2021 14:00
ahliahcitra140Avatar border
sandrasetiawannAvatar border
sandrasetiawann dan ahliahcitra140 memberi reputasi
2
936
1
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Buku
Buku
icon
7.7KThread4KAnggota
Terlama
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.