TS
deganijo001
Waduh, Baru Sembuh dari Covid-19, Waspada Masalah Jantung

Masalah kesehatan rentan terjadi pada seseorang yang baru sembuh dari Covid-19 mulai dari gejala ringan seperti pusing dan sesak napas hingga gangguan pernapasan sampai pada jantung. Ahli jantung Wendy Post mengatakan virus SARS-CoV-2 dapat merusak otot jantung dan memengaruhi fungsi jantung. Masalahnya, sel-sel di jantung memiliki reseptor angiotensin converting enzyme-2 (ACE-2), tempat virus corona menempel sebelum memasuki sel.
Seperti dilansir Hopkins Medicine yang dikutip laman resmi Satgas Covid-19 pada Kamis (7/10/2021), dia menjelaskan kerusakan jantung juga bisa disebabkan oleh tingginya tingkat peradangan yang beredar di dalam tubuh. Saat sistem kekebalan tubuh melawan virus, proses peradangan dapat merusak beberapa jaringan sehat, termasuk jantung.
Infeksi virus corona juga memengaruhi permukaan bagian dalam vena dan arteri, yang dapat menyebabkan peradangan pembuluh darah, kerusakan pada pembuluh darah yang sangat kecil, dan pembekuan darah, yang semuanya dapat mengganggu aliran darah ke jantung atau bagian tubuh lainnya. Covid-19 yang parah adalah yang memengaruhi sel endotel yang membentuk lapisan pembuluh darah.
Oleh sebab itu, menurut Post, jika Anda mengalami detak jantung yang cepat atau jantung berdebar, segera hubungi dokter untuk mencari tahu penyebab pastinya. Alasannya, peningkatan detak jantung dapat disebabkan oleh banyak hal, termasuk dehidrasi sehingga pastikan cairan yang dikonsumsi cukup.
Post mengungkapkan ada banyak gejala yang dilaporkan pada orang yang baru sembuh dari Covid-19 seperti kelelahan parah. Kondisi ini biasa terjadi setelah seseorang terinfeksi virus corona. Sama seperti penyakit serius, lanjutnya, banyak orang mengalami sesak napas, nyeri dada, atau jantung berdebar. Salah satu dari masalah ini bisa berhubungan dengan jantung, tetapi bisa juga karena faktor lain termasuk setelah sakit parah, tidak aktif dalam waktu lama, dan menghabiskan waktu berpekan-pekan untuk pemulihan di tempat tidur.
Baca : Vaksin Malaria Pertama Segera Diluncurkan
Orang yang baru pulih dari terinfeksi virus corona juga rentan mengalami masalah postural orthostatic tachycardia syndrome, yang memang tidak secara langsung merupakan masalah jantung, tetapi masalah neurologis yang memengaruhi bagian sistem saraf yang mengatur detak jantung dan aliran darah.
“Sindrom ini dapat menyebabkan detak jantung yang cepat ketika Anda berdiri, yang dapat menyebabkan kabut otak, kelelahan, palpitasi, pusing, dan gejala lainnya,” tuturnya.
Terkait dengan kemungkinan terjadinya serangan jantung pada mereka yang baru sembuh dari Covid-19, Post mengatakan serangan jantung memiliki beberapa bentuk yang berbeda seperti serangan jantung tipe 1 yang disebabkan gumpalan darah yang menghalangi salah satu arteri jantung, jarang terjadi selama atau setelah infeksi Covid-19.
Namun, serangan jantung tipe 2 lebih sering terjadi pada penderita Covid-19. Serangan jantung ini dapat disebabkan peningkatan stres pada jantung, seperti detak jantung yang cepat, kadar oksigen darah yang rendah atau anemia, karena otot jantung tidak mendapatkan cukup oksigen yang dikirim dalam darah untuk melakukan pekerjaan ekstra ini.
“Kami telah melihat ini pada orang dengan penyakit virus corona akut, tetapi kurang umum pada mereka yang selamat dari penyakit tersebut,” ujarnya.
Ada sejumlah kondisi yang harus diwaspadai terkait permasalahan pada jantung di antaranya pembacaan saturasi oksigen di bawah 92%, bibir atau wajah kebiruan, serangan tiba-tiba, keadaan memburuk saat berbaring, keadaan memburuk saat pengerahan tenaga, kelelahan atau pembengkakan pergelangan kaki, dan sakit dada. Apabila mengalami kondisi ini segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Diubah oleh deganijo001 08-10-2021 16:10
0
275
0
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Health
25.2KThread•13.2KAnggota
Komentar yang asik ya