Kaskus

News

DheafrilianiAvatar border
TS
Dheafriliani
#WOW Teluk Jakarta Tercemar Paracetamol, Kok Bisa Sih
#WOW Teluk Jakarta Tercemar Paracetamol, Kok Bisa Sih
Azhar Bagas Ramadhan/detikcom


Beberapa hari ini, lagi viral nih berita tentang adanya pencemaran di teluk Jakarta. Pencemarannya bukan cuma karena Amonia, Nitrat, dantotal Fosfat, tapi karena Paracetamol. Iya, paracetamol yang biasa kita minum kalo demam. Gak tanggung-tanggung, jumlahnya udah sampai ratusan nanogram (ng) per liter. Kok bisa yah?

Berawal dari cuitan @apathoni di Twitter yang mengupload screenshot hasil studi pendahuluan yang dimuat di www.sciencedirect.com, tentang adanya penemuan paracetamol di Teluk Jakarta. Cuitan yang diunggah pada 30 September 2021 ini viral dan dapat banyak sorotan.

Gimana ceritanya ada pencemaran perairan gara-gara paracetamol?

Awalnya, penelitian yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang berkolaborasi dengan University of Brighton UK ini, tujuannya pengen mencari tahu, masih ada gak sih sisa paracetamol yang terbuang sampai ke muara sungai atau perairan laut. 

Dari penelitian itu, menghasilkan studi pendahuluan, tentang adanya pencemaran paracetamol di 2 dari 4 situs yang diteliti. Kedua situs itu adalah Muara Sungai Angke yang terdeksi mengandung 610 ng/L dan Muara Sungai Ciliwung yang mengandung 420 ng/L. 

Kalo berdasarkan teorinya, kemungkinan pencemaran paracetamol ini akibat dari 3 faktor yaitu, adanya sisa ekskresi (sisa-sisa metabolisme tubuh, contoh urin) manusia akibat konsumsi paracetamol yang berlebihan, kurang optimalnya pengolahan limbah dari rumah sakit danatau pabrik/industri farmasi. Tapi, semua itu masih butuh penelitian lebih lanjut, biar bisa ditemukan penyebab pastinya.

Bahaya gak sih?

Sejauh ini, belum ada indikasi bisa membahayakan manusia secara langsung. Tapi beberapa pihak bilang kalo hal ini bisa berakibat ke organisme yang ada di perairan tersebut. 

Hasil penelitian di laboratorium, dengan kadar 40 ng/L aja, itu bisa menyebabkan cacat (atresia) dan pembengkakan pada kerang betina. Ada juga penelitian di Korea Selatan yang bilang kalo zooplankton yang terpapar paracetamol, bisa mengalami stres dan dia gak bisa mempertahankan keseimbangan tubuhnya buat berfungsi secara normal. 

Walaupun sebenarnya pengambilan sampel dan penelitiannya dilakukan di tahun 2017-2018, tapi ini udah jadi warning buat seluruh pihak terkait. Apalagi selama masa pandemi ini, konsumsi paracetamol yang meningkat tajam. 

Kabar baiknya, tanggal 2 Oktober kemarin, Petugas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, udah mengambil ulang sampel air dari kedua perairan tersebut, buat diteliti ulang, apakah kandungan paracetamolnya masih ada sampai sekarang. Hasilnya baru akan keluar 14 hari kedepan.

Kita sama-sama berdoa, supaya gak ada lagi pencemaran yang terjadi, dan semoga pemerintah, pihak-pihak terkait, dan masyarakat bisa segera mengatasi pencemaran-pencemaran lingkungan yang terjadi.

Referensi 
https://jakarta.bisnis.com/read/2021...-teluk-jakarta
https://www.sciencedirect.com/scienc...25326X21005920
https://www.pikiran-rakyat.com/nasio...ir-laut?page=2
0
1.1K
6
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Dunia Hiburan
Berita Dunia Hiburan
KASKUS Official
25.1KThread5.8KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.