Taliban Hanya Izinkan Perempuan Afghanistan Bersihkan WC
TS
de.payens
Taliban Hanya Izinkan Perempuan Afghanistan Bersihkan WC
Quote:
CNN Indonesia
Senin, 20/09/2021 19:43
Para perempuan Afgfhanistan saat demo di Kandahar. (AFP/JAVED TANVEER)
Jakarta, CNN Indonesia -- Petinggi Taliban menyatakan untuk saat ini hanya boleh mengizinkan perempuan Afghanistan bekerja sebagai pembersih toilet.
Pernyataan itu dilontarkan Wali Kota Kabul, Hamdullah Nohmani, menyikapi tentang kebijakan memperbolehkan kaum perempuan untuk bekerja.
"Awalnya kami mengizinkan mereka semua untuk hadir mengerjakan tugas mereka tepat waktu. Tetapi kemudian Emirat Islam memutuskan pekerjaan mereka harus dihentikan untuk beberapa waktu," kata Nohmani, dikutip CNN.
"Kalau begitu kami hanya mengizinkan perempuan yang kami butuhkan. Maksud saya untuk pekerjaan yang tidak bisa dilakukan laki-laki, atau yang bukan pekerjaan laki-laki. Misalnya, ada toilet umum perempuan di pasar,"ujarnya lagi.
Tak hanya itu, Nohmani juga mengimbau perempuan untuk tetap tinggal di rumah. Ia juga mengatakan kalau pekerjaan yang mereka lakukan sebelumnya akan digantikan oleh laki-laki.
Di hari yang sama, aktivis hak perempuan Afghanistan melakukan protes untuk menuntut hak perempuan atas edukasi dan partisipasi dalam pemerintahan.
Mereka menggelar protes di gedung yang dahulunya adalah Kantor Kementerian Urusan Wanita Afghanistan. Namun, gedung itu berubah menjadi Kantor Kementerian Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan di bawah Taliban.
Protes ini direncanakan oleh Gerakan untuk Partai Perubahan, sebuah gerakan masyarakat sipil perempuan Afghanistan yang dipimpin Fawzia Koofi. Ia adalah mantan anggota parlemen Afghanistan sebelumnya, perunding perdamaian, dan aktivis hak perempuan.
"Taliban selama dan sebelum negosiasi mengatakan dalam pernyataan mereka bahwa perempuan memiliki hak untuk bekerja dan belajar sesuai dengan hukum Islam, tetapi hari ini apa yang terjadi di Afghanistan bertentangan dengan janji yang dibuat Taliban dan bertentangan dengan nilai-nilai Islam," kata Koofi melalui konferensi web di luar Afghanistan.
"Hari ini kami mendengar bahwa anak perempuan tidak diperbolehkan mengenyam pendidikan, pintu kantor tertutup di depan mereka, tidak ada perwakilan perempuan dalam kepemimpinan politik," tutur Koofi kembali.
"Mereka harus tahu bahwa hanya dengan rasa hormat dan partisipasi perempuan, mereka dapat hidup dalam damai dan di dunia ini."
Pihak Taliban sendiri tidak mengakui klaim pelarangan edukasi bagi perempuan. Mereka menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang mempersiapkan sistem transportasi yang aman untuk perempuan ketika pergi ke sekolah.
Namun, aktifis perempuan Fawzia Koofi menilai sikap Taliban saat ini masih tidak memercayai hak perempuan. Ia juga memohon pada masyarakat internasional dan PBB untuk menekan Taliban agar tak lagi membatasi hak perempuan.
Sejak kekuasaan Taliban di Afghanistan, kaum perempuan semakin terkekang. Banyak perempuan yang dikeluarkan dari tempat kerja mereka, adanya pembatasan pendidikan untuk perempuan dan anak perempuan, pun juga tidak adanya kaum perempuan dalam kabinet pemerintahan Taliban.
Ketika Taliban menjabat dari 1996 sampai 2001, kelompok ini dikenal dengan kebijakannya yang membatasi perempuan. Taliban melarang perempuan untuk bersekolah dan bekerja.
Mereka juga dilarang bepergian sendiri, harus ada wali laki-laki yang menemaninya. Selain itu, Taliban juga memaksa perempuan untuk menutupi seluruh bagian tubuh mereka.
Taliban collapses with laughter as journalist asks if they would be willing to accept Democratic Governance that voted in Female Politicians..
and then tells camera to stop filming.
“It made me laugh” He says.
_____
Memberi Kesempatan Wanita memperoleh akses Pendidikan dan Bekerja tidak membuat Lelaki sebagai Kepala Keluarga yg jg aktif mencari Nafkah menjadi terancam perannya apalagi disebut Lemah
Sama seperti Kaum Lelaki, Kaum Wanita layak memaksimalkan Potensi Diri melalui capaian Pendidikan Tinggi dan Pekerjaan
Di sisi lain Negara butuh SDM sebanyak2nya dgn grade Pendidikan Tinggi dan SDM Produktif, demi percepatan pembangunan dan peningkatan Kualitas SDM yg berkelanjutan.. disini jelas kontribusi Wanita dibutuhkan
Seperti kata pepatah, Wanita adalah Pendamping & Penolong yg Sepadan bagi Lelaki
Justru Lelaki Lemah apabila takut kalah berkompetisi dgn Wanita di bidang Pendidikan dan Dunia Kerja, kemudian nyeleneh nyari2 dalil sebaiknya Wanita cukup di rumah sj
Golda Meir (ex Israeli Prime Minister), Margaret Thatcher (ex British Prime Minister), Hedwig Eva Maria Kiesler (Hollywood Actress, Scientist, Pioneer of secure WiFi, GPS, & Bluetooth) adalah contoh diantara Wanita2 hebat lainnya dan jadi tokoh inspiratif hingga kini
Spoiler for Wanita Berprestasi vs Taliban:
_________________________
_________________________
_________________________
0
872
Kutip
13
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!