Kaskus

News

deganijo001Avatar border
TS
deganijo001
Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Selama Musim Pancaroba!
Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Selama Musim Pancaroba!

Bisnis, JAKARTA— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mewanti-wanti seluruh masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem pada masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

"Cuaca ekstrem berpotensi besar terjadi selama musim peralihan. Mulai dari hujan disertai petir dan angin kencang serta hujan es," ungkap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati seperti dikutip dari laman BMKG, Rabu (22/9/2021).

Dia mengatakan bahwa arah angin bertiup sangat bervariasi sehingga mengakibatkan kondisi cuaca bisa dengan tiba-tiba berubah dari panas ke hujan atau sebaliknya. Namun, secara umum biasanya cuaca pada pagi hari cerah, kemudian siang hari mulai tumbuh awan, dan hujan menjelang sore hari atau malam.

Dwikorita menyebut bahwa awan Cumulonimbus (CB) biasanya tumbuh pada saat pagi menjelang siang, bentuknya seperti bunga kol, warnanya ke abu-abuan dengan tepian yang jelas. Namun, menjelang sore hari, awan ini akan berubah menjadi gelap yang kemudian dapat menyebabkan hujan, petir, dan angin.

"Curah hujan dapat menjadi salah satu pemicu bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir bandang dan tanah longsor. Karenanya, kepada masyarakat yang tinggal didaerah perbukitan yang rawan longsor, kami mengimbau untuk waspada dan berhati-hati," tuturnya.

Baca : Antisipasi Banjir Jakarta, Pantau Kondisi Cuaca di Aplikasi Ini

Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi Guswanto mengatakan bahwa tanda-tanda terjadinya cuaca ekstrem dapat mulai dirasakan di wilayah Jabodetabek. Pada Selasa ( 21/9/2021), hujan es yang disertai angin kencang terjadi di sekitar kota Depok dan menyebabkan pohon tumbang serta menimbulkan beberapa kerusakan lainnya.

Berdasarkan analisis citra satelit, kata dia, kejadian tersebut terjadi karena adanya pertumbuhan awan CB yang sangat aktif terbentuk di sekitar wilayah Jabodetabek mulai siang hingga menjelang sore dan menyebabkan hujan dengan kategori “sangat lebat” dalam periode beberapa jam terjadi di wilayah Depok dan Bogor antara siang dan sore hari.

BMKG, kata dia, telah mengeluarkan peringatan dini pada 13 September lalu mengenai potensi cuaca ekstrem selama periode peralihan musim (pancaroba) untuk wilayah Jawa Barat dan wilayah lainnya. 

Peringatan dini tersebut, lanjutnya, kemudian dipertajam dengan informasi peringatan dini dalam skala waktu harian di mana pada 20 September 2021, wilayah Jawa Barat termasuk wilayah yang berpotensi hujan lebat. Kemudian pada 21 September 2021, BMKG mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca ekstrem yang meliputi wilayah Jabodetabek termasuk wilayah Depok dan sekitarnya mulai pukul 13.30 WIB dengan potensi hingga malam hari.

Guswanto menjelaskan bahwa cuaca ekstrem yang terjadi tersebut disebabkan oleh fenomena gelombang atmosfer yang teridentifikasi aktif di sekitar wilayah Indonesia termasuk di wilayah Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. 

Fenomena gelombang atmosfer tersebut adalah MJO (Madden Jullian Oscillation) dan gelombamg Rossby Ekuatorial yang aktif di sekitar wilayah tengah dan timur Indonesia, Gelombang Kelvin yang aktif di sekitar wilayah Jawa dan Kalimantan.






Diubah oleh deganijo001 23-09-2021 14:57
0
402
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.1KThread58.9KAnggota
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.