Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
203
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/614991bff142bb3bfd65bc70/diikuti-3-arwah-wanita-setelah-ngevlog
:ultahhoreHay Agan agan sekalian, kali ini aku ada cerita baru lagi nih namun hanya beberapa part saja, soalnya ini yang di alami oleh temanku, dan untuk cerita Sebuah Luka Dibalik Cahaya Surga terpaksa aku hentikan hehe, :hai dan semoga cerita ini dapat menghibur kalian ya, nggak jauh jauh dari Ryan kok, masih ada jejaknya Ryan dan Mbah Margono dalam membantu orang, dan mungkin nantinya akan a
Lapor Hansip
21-09-2021 15:03

Diikuti 3 Arwah Wanita Setelah Ngevlog

icon-verified-thread
Diikuti 3 Arwah Wanita Setelah Ngevlog


emoticon-UltahHay Agan agan sekalian, kali ini aku ada cerita baru lagi nih namun hanya beberapa part saja, soalnya ini yang di alami oleh temanku, dan untuk cerita Sebuah Luka Dibalik Cahaya Surga terpaksa aku hentikan hehe, emoticon-Hai
dan semoga cerita ini dapat menghibur kalian ya, nggak jauh jauh dari Ryan kok, masih ada jejaknya Ryan dan Mbah Margono dalam membantu orang, dan mungkin nantinya akan ada cerita sendiri dimana kekonyolan Ryan dan Mbah Margono mencari mustika atau pusaka jika memang banyak yang antusias
dan untuk cerita Sekamar Kos Dengan Dia 2 masih terus dilanjut tenang saja, dan akan berbarengan dengan kisah ini hanya jam tayangnya yang berbeda
dan satu lagi untuk cerita Sekamar Kos Dengan Dia 1 insyallah akan saya perbaiki dan upload ulang supaya yang belum baca bisa membaca dari awal

Jangan lupa ya baca juga

Hidup Berdampingan Dengan Mereka (kisah mula Ryan)
Sekamar Kos Dengan Dia 1
Sekamar Kos Dengan Dia 2
Sebuah Luka Dibalik Cahaya Surga
Kota Kecil Wonosobo, Mistis nanMenawan


      ok lah tidak perlu berlama lama, langsung saja monggo di baca


BAB 4
BAB 5





BAB 1


Kisah ini berawal setelah aku mendapat kabar dari orang tua temanku yang bernama Rendra dan dia juga menceritakan detail kejadiannya padaku, sebut saja itu nama dia, Rendra ini merupakan seorang konten kreator juga, dia sering membuat konten video horor, podcast horor di sebuah chanel youtube, kadang juga dia melakukan live streaming di plat form lain seperti Bigo, dam beberapa plat form live streaming lainnya, kalau dilihat dari pengikut dan penonton dari setiap video yang dia buat, bisa dikatakan dia termasuk yang sudah lama menggeluti bidang ini


Untuk masalah live streaming, Rendra sering melakukan eksplor ke tempat tempat angker dan sudah sampai diberbagai wilayah yang terbilang cukup seram, dan biasanya dia melakukan kegiatan itu sendirian tanpa ditemani rekan, dia benar benar melakukan hal penjelajahan sendirian, tempat angker yang sudah pernah di jelajahi diantara lain adalah, Alas Purwo, Lawang Sewu, Wonderia, dan masih banyak yang lainya, dan dari eksplorasinya itu tidak jarang dalam videonya atau live streamingnya menangkap sebuah pergerakan dari makhluk alam sebelah.


Kita mulai langsung pada ceritanya, pada saat itu orang tua Rendra memberiku kabar karena khawatir dengan anaknya yang bernama Rendra, orang tuanya khawatir karena akhir akhri ini Rendra terlihat begitu aneh dibanding hari biasanya, tingkah yang di tunjukan tidak seperti Rendra yang selalu riang dan selalu merespon cepat setiap apapun yang terjadi.


Namun menurut penjelasan orang tua Rendra, sepulang dia dari eksplor terlihat seperti orang linglung, dan setiap ditanya sesuatu pasti tidak langsung di jawab melainkan seperti orang bengong terlebih dahulu, dan ketika diulang kedua kali baru Rendra bisa merespon apa yang tadi ditanyakan oleh seseorang, hal itu membuat khawatir kedua orang tua Rendra, sementara karena saat itu aku sedang ada urusan dengan Mbah Margono makanya belum bisa untuk datang ke rumah Rendra dan memastikan apa yang terjadi, dan urusanku dengan Mbah Margono ini memerlukan waktu kalau tidak salah tujuh hari baru kemudian aku bisa berkunjung ke rumah Rendra.


Menurut cerita yang aku dapat, Rendra baru pulang dari salah satu curug yang digunakan untuk acara padusan, biasanya dilakukan menjelang awal satu suro di sebuah desa, disini tidak bisa disebutkan secara detail dimana letak desa tersebut, yang jelas Rendra baru pulang dari tempat padusan itu, seperti biasa Rendra tidak ditemani satu teman pun, dia berangkat sendiri kelokasi dimana curug itu berada.


Dan sesampainya dirumah, Rendra langsung masuk berjalan dengan tatapan datar, sambil melihat kesekeliling ruangan yang dia lewati, seolah dia asing terhadap ruangan yang dia lewati ini, bapak ibunya yang melihat Rendra seperti itu, kemudian mencoba menanyai Rendra, apakah baik baik saja atau tidak.


“Ren, kamu sudah pulang, kamu tidak apa apa kan” tanya bapak Rendra memastikan


“heemm, haa” jawabn Rendra hanya semacam itu saja seperti tidak nyambung saat ditanayi


Setelah ditanya oleh bapaknya, Rendra langsung masuk kedalam kamarnya tanpa menjawab pertanyaan dari bapaknya dan langsung naik kelantai dua ke kamarnya dan langsung menutup kamar rapat rapat, dan setelah masuk kedalam kamar, sama sekali tidak keluar sedikitpun dari kamarnya, hampir seharian Rendra tidak keluar, yang membuat orang tuanya sangat khawatir, hingga akhirnya pada malam harinya diwaktu akan makan malam, ibu Rendra memanggilnya dari lantai bawah namun sama sekali tidak ada jawaban dari Rendra.


Ibunya Rendrapun mencoba untuk mengetuk kamar Rendra, namun saat akan mengetuk, Ibu Rendra mendengar Rendra sedang berbicapa pada seseorang, ibu rendra berfikir mungkin Rendra sedang bertelfonan dengan temannya, namun yang membuat aneh adalah suara lawan bicara Rendra sangat jelas, dan terdengar seolah benar benar ada di ruangan yang sama dengan Rendra, dan untuk memastikan ibu Rendra mencoba untuk mengetuknya


“Ren? Rendra? Makan dulu yuk, sudah waktunya makan malam ini” ajak Ibunya untuk makan


Awal mengetuk sama sekali tidak ada jawaban, Rendra terus asik berbicara dengan lawan bicaranya itu, ibu Rendra masih berfikir positif mungkin dia memang sedang fokus berbincang dengan temannya di telefon. Dan membiarkan Rendra untuk menyelesaikan telfonnya itu bersama temannya.


Hingga akhirnya ibu Rendra pun turun kembali untuk makan bersama bapak Rendra sembari menunggu anaknya selesai berbincang dengan temannya di Telefon, menit berganti menit hingga akhirnya rasa khawatir ibu Rendra kembali muncul, dan berfikir untuk kembali menyuruh Rendra untuk segera turun.


Ibu Rendra kemudian berjalan menuju ke lantai dua saat dalam perjalanan menuju ke lantai dua, samar samar ibu Rendra dari tangga melihat ada sesosok Wanita berjalan memasuki kamar Rendra, padahal sejak awal Rendra pulang dia tidak bersama siapa siapa bahkan setelah beberapa waktu Rendra pulang juga tidak ada temannya yang main kerumah, Ibu Rendra paham karena sejak dari tadi dia berada di depan Rumah menata Tanaman dan mengganti tanah di pot pot tanaman itu, jadi seharusnya apabila ada teman Rendra yang datang Ibu Rendra akan mengetahuinya lebih dulu.


Karena penasaran dengan siapa yang menemani Rendra di dalam kamarnya, Ibunya kemudian terus berjalan kekamar Rendra mengikuti sosok wanita tadi yang berjalan masuk kekamar Rendra, sesampainya di depan kamar Rendra, ibunya mencium wangi yang sangat segar, seperti ada bunga yang tumbuh disana, saat sedang mengamati harum wangi dari mana itu berasal, dari arah dalam kamar Rendra terdengar suara canda tawa sebegitu riang, Rendra terdengar seperti sedang bergurau dengan seorang wanita didalam sana


Ibu Rendra pun kemudian mengetuk kembali pintu kamar Rendra, dan seketika itu suara canda tawa itu berhenti terdengar dari dalam kamarnya,


“Ren, ayo makan dulu, kamu sama siapa didalam, itu temennya sekalian diajak saja makan bareng sama kita” Ibu Rendra kembali mengajak Rendra untuk makan dan sekalian menyuruh Rendra mengajak temannya itu


Rendra pun kemudian membuka kan Pintu kamarnya, dan terlihat wajah Rendra seperti tidak sehat, mata yang kelihatan sayu, disekitar matanya juga terlihat lingkaran hitam, sedangkan wajahnya terlihat sangat pucap, seperti sangat lelah dan bibirnya pucat


“Hmm, iya aku turun” dengan nada lesu Rendra menjawab ibunya


Saat Rendra membuka pintu kamar, namun hanya sedikit yang dibukanya, seolah tidak ada yang boleh tahu ada siapa didalam sana, namun ibunya sempat mengintip dari celah celah di pintu yang terbuka itu, namun sama sekali tidak mendapati siapapun yang berada diddalam kamar rendra saat itu, , terasa sangat aneh bagi ibu Rendra padahal tadi dia benar benar melihat wanita masuk kedalam kamar Rendra dan itu sangat nyata.


“kamu lagi sama siapa sih Ren, ada temanmu kan didalam” sambil melihat dan mengintip kearah dalam kamar Rendra ibunya bertanya


“tidak ada siapa siapa” dengan nada datar Rendra menjawab dan segera menutup karamnya lalu bergegas turun kebawah dengan langkah gontai memegangi gagang anak tangga.


Melihat Rendra menuruni anak tangga, ibunya kemudian mencoba memastikan didalam kamarnya kalau memang tidak ada siapa siapa, gagang pintu mulai dipegang oleh ibu Rendra dan tuas mulai diputar, padahal pintu tadi sama sekali tidak dikunci oleh Rendar, namun saat Ibu Rendra akan membuka kamar nya dirasakan sangat susah, Ibunya mencoba mendorong pintu kamar Rendra dengan sekuat tenaga namun pintu terasa begitu berat, setalah mencoba sekuat tenaga, perlahan pintu terbuka walau sangat berat, terasa pintu seperti ada yang mengganjal dari dalan, dan perlahan pintu mulai terbuka namun dalam keadaan yang gelap, aneh memang saat tadi Ibu nya mengintip dan ada Rendra disana padahal kondisi kamar lampu sudah menyalah, dan kini ibunya meraih saklar lampu di sampi pintu dan menyalakannya, sehingga kini Ibu Rendra sudah bisa melihat dalam ruang kamar Rendra, terlihat sepi tidak ada siapapun didalam sana,


Dan saat tengah memperhatikan kamar Rendra, tiba tiba, ada suara sesosok wanita namun tidak ada wujudnya dan berkata “segera pergi dari kamar ini”suara itu terdengar lirih namun jelas di telinga ibu Rendra, dan membuat nya terkejut hingga melompat kebelakang, dan bersamaan dengan itu lampu kamar kembali mati dengan sendirinya dan pintu tertutup dengan cukup keras seolah dibanting dari dalam kamar, yang membuat hampir saja mengenai kepala ibu Rendra yang masih berada di depan pintu.


Seketika ibu Rendra kemudian memanggil suaminya dengan panik dan ketakutan dengan apa yang baru saja terjadi, Ayah Rendra pun kemudian menyusul istrinya naik ke depan kamar Rendra, yang ternyata sudah terduduk lemas karena kejadian tadi, Ayah Rendra mencoba tanya apayang sebenarnya baru terjadi, namun karena saking syoknya, Ibu Rendra tidak bisa berkata kata lagi.


Tak berselang lama setelah itu Rendra kembali dari makannya, sepertinya dia sudah selesai makan, dan kembali berjalan dengan gontay, dengan tatapan kosong berjalan lurus tanpa memperdulikan orang tuanya terutama ibunya yang sedang terduduk lemas, Rendra berjalan lempeng lurus membuka pintu kamarnya yang lagi lagi sudah dalam kondisi terang, padahal tadi dalam kondisi mati, Rendra masuk kemudian langsung menutup pintu dan terdengar suara pintu kamar di kunci dari dalam.


Terlihat wajah kebingungan dari kedua orang tua Rendra, mereka belum pernah melihat Rendra seperti itu, dan setelah kejadian itu Ibu Rendra di bawa turun oleh suaminya untuk beristirahat di bawah sambis sesekali menanyakan tentang kejadian apa yang baru saja di alami oleh istrinya itu. Dan setelah di ceritakan ayah Rendra tidak begitu mempercayai kejadian yang diceritakan oleh isrinya itu, karena selama mereka hidup disana belum pernah mengalami kejadian yang di luar nalar seperti itu,


Singkat cerita pada pagi harinya, saat selesai pulang dari sholat berjamaah di mushola, saat ayah Rendra sedang dalam perjalanan menuju rumahnya, Ayah Rendra melihat seorang wanita berpakaian kebaya dengan rambut digelung seperti seorang putri kerajaan, wanita itu sedang berjalan hendak masuk ke pagar rumahnya, yang kebetulan juga pagar rumah Rendra sedang tertutup rapat, wanita itu kemudian berdiri mematung tepat di depan gerbang masuk Rumah Rendra, Ayah Rendra sedikit penasaran degan siapa yang ingin bertamu subuh subuh seperti ini, saat hendak Ayah Renda temui wanita itu, kebetulan tetangganya yang berada di belakangnya memanggil dan membuat Ayah Rendra menoleh ke arah belakang.


“Pak apakah nanti bisa kerumah sebentar, sekitar jam delapan lah, kita bicarakan masalah yang kemarin” tetangga itu mengajak janjian bertemu pagi ini


“insyallah bisa pak, tenang saja sepertinya semua sudah siap kok persiapannya” Ayah Rendra mengiyakan ajakan tetengganya itu


“baik lah kalo gitu sih, saya permisi dulu pak, Assalamu’alaikum” tetangga itu lalu berpamitan meninggalkan ayah Rendra


“iya pak Wa’alaikum Salam”


Setelah itu ayah Rendra kembali melihat ke arah rumahnya lagi, namun sosok wanita berbaju kebaya itu sudah tidak terlihat lagi berdiri di depan pagar rumahnya, Ayah Rendra jadi semakin penasaran siapa sebenarnya wanita tadi yang berada di depan rumahnya memakai kebaya.


Kejadian itu terus berlanjut, siang harinya setelah ayah Rendra baru pulang dari tempat tetangganya itu kembali dia melihat wanita berpakaian kebaya dengan gelung itu berada di depan pagar, karena penasarannya Ayah Rendra kemudian bergegas, setelah sampai disana, ayah Rendra kemudian mencium aroma wangi dari wanita yang berada di depannya itu, posisinya saat itu adalah, si wanita berpakaian kebaya ini membelakangi ayah Rendra, aroma wangi itu adalah wangi bunga kanthil, dan setelah diperhatikan ternyata pakaian yang dikenakan adalah pakaian pernikahan dengan adat jawa, karena merasa sedikit aneh dengan penampilan wanita itu kemudian ayah Rendra menanyakan ada perlu apakah wanita itu depan rumahnya. (siapa yang tidak aneh melihat wanita berpakaian pengantin jawa berdiri dirumahnya sendirian)


“siang mbak, mbak ada keperluan apa ya di depan rumah saya” Ayah Rendra mulai menanyakan maksud dari wanita itu berada di depan rumahnya, namun wanita itu sama sekali tidak menjawab atau bersuara sedikitpun untuk menjawab rasa penasaran Ayah Rendra,


Kebetulan juga sosok wanita itu berdiri tepat di pintu masuk sehingga menghalangi jalan masuk Ayah Rendra untuk memasuki rumahnya,


“permisi mbak, saya mau masuk rumah, jika mbaknya tidak ada urusan atau keperluan kerumah saya, boleh minggir dulu mbak saya mau masuk rumah” Ayah Renda meminta permisi untuk memasuki rumahnya sendiri


“saya…… mau masuk…… saya …….. mau ketemu Rendra…” dengan nada dingin dan datar wanita itu berbicara lirih


“oh temannya Rendra, silahkan masuk saja, mari saya bukakan pintunya” wanita itu kemudian sedikit menyingkir memberi ruang Ayah Rendra untuk membuka pintu pagarnya, namun wanita itu masih tetap membelakangi Ayah Rendra sehingga belum bisa dilihat wajahnya oleh Ayah Rendra.


“dia……. Harus…… pergi…… Rendraa… Milikku saja……” setelah ayah Rendra membuka pintu kemudian masuk wanita itu berkata demikian dengan nada yang masih datar saja.


“siapa mbak yang harus pergi, mbak pacarnya anak saya ya” Ayah Rendra mencoba menyelidiki siapa yang sebenarnya dimaksud sambil terus berjalan dan membuka pintu rumahnya, namun wanita itu masih terus berdiam diri didepan pagar rumahnya,


“wanita….. dia….. wanitaaa. Jahaaaattt…….” Dengan nada sedikit lebih tinggi wanita itu berkata sambil menolehke arah Ayah Rendra


Begitu wanita itu menoleh ke arah Ayah Rendra, Ayah Rendra malah ketakutan hingga pingsan, ternyata wanita berpakaian kebaya jawa seperti pakaian pengantin jawa itu saat menoleh sama sekali tidak memiliki wajah, hanya ada hiasan makeup layaknya pengantin jawa namun  tanpa adanya mulut, hidung dan mata


Dan karena syok melihat rupa yang tidak wajar itu, membuat Ayah Rendra langsung tergeletak pingsan di depan rumahnya,
Diubah oleh afryan015
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fredielogan14 dan 41 lainnya memberi reputasi
42
Masuk untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 3
Diikuti 3 Arwah Wanita Setelah Ngevlog
21-09-2021 16:03
Hadir bre ryan...
Ehhhh pertamax yak ngoahahahahahahaa....

Wahhh anyar meneh iki...
Semoga sukses.... Aaminn

Tak jajal summon...
@aan1984
@indrag057
@slametfirmansy4
@rijalbegundal
Lanjut summon wkwkwkwkwkben ben rame
Diubah oleh mefriction
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jenggalasunyi dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 18 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 18 balasan
Diikuti 3 Arwah Wanita Setelah Ngevlog
21-09-2021 16:06
kalau di ikuti yang cantik2 sih mending, kalau di ikuti yang ini ngeri.
profile-picture
profile-picture
afryan015 dan mefriction memberi reputasi
2 0
2
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
Diikuti 3 Arwah Wanita Setelah Ngevlog
21-09-2021 20:13
Numpang ngedeprok dimari ya gan ✋
profile-picture
profile-picture
mefriction dan afryan015 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Diikuti 3 Arwah Wanita Setelah Ngevlog
21-09-2021 20:19
Lho lah baru to...ijin ngopi dimari ya gan...ane tunggu lanjutannya...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
69banditos dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
Diikuti 3 Arwah Wanita Setelah Ngevlog
21-09-2021 21:33
Ijin baca cerita barunya gan...lanjuuttt..👍👍
profile-picture
profile-picture
mefriction dan afryan015 memberi reputasi
2 0
2
Diikuti 3 Arwah Wanita Setelah Ngevlog
22-09-2021 00:35
Ditunggu lanjutannya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Diikuti 3 Arwah Wanita Setelah Ngevlog
22-09-2021 06:45
Next bang
profile-picture
afryan015 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Diikuti 3 Arwah Wanita Setelah Ngevlog
22-09-2021 11:29
Mantap dah enih story nya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jenggalasunyi dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 23 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 23 balasan
Diikuti 3 Arwah Wanita Setelah Ngevlog
22-09-2021 12:37
muantaf deh..Dintunggu lebih banyaknya lagi ya mas ryan cerita pengalaman2nya di
profile-picture
afryan015 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Diikuti 3 Arwah Wanita Setelah Ngevlog
22-09-2021 16:05
ya ampun.. pada pinteran bikin horor..

nitip bakiak dulu ya.. tar balik lagih 👍
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Diikuti 3 Arwah Wanita Setelah Ngevlog
22-09-2021 17:20

Bab 2

Hari ketiga setelah Rendra pulang dari ngevlog, pacar Rendra yang bernama Novi datang kerumah untuk menjenguk Ayah Rendra yang demam akibat kemarin melihat sosok wanita berkebaya tanpa wajah, badan Ayah Rendra langsung panas semenjak hari itu, Pacar Rendra datang dengan membawa obat karena diminta ibu Rendra, sedangkan Rendra saat dimintai tolong malah hanya terlihat linglung saat itu.


Ibu Rendra juga meminta tolong pada Novi untuk coba melihat Rendra dan membawakan Rendra makanan karena sejak pagi dia belum terisi apapun di dalam perutnya, Novi kemudian memberikan obat yang diminta oleh ibu Rendra untuk mengambil buah Jambu yang berada di belakang rumah yang tadi barusaja dipetik oleh Ibu Rendra, untuk nanti dibawakan ke pada Rendra bersama dengan makanannya.

Novi kemudian berjalan menuju ke halaman belakang untuk mengambil buah jambu yang dimaksud oleh ibu Rendra, Novi membuka pintu belakang rumah dan setelah membuka pintu Novi melihat ada seorang wanita berpakaian kaos berwarna kuning dengan memakai jelana jeans pendek dan berambut panjang sebahu sedang berdiri sambil mengambil sebuah Jambu dari dalam kranjang yang mungkin tadi dipetik, Novi merasa aneh, karena dirumah ini hanya ada Rendra, Ibu dan Bapaknya saja, Novi sempat berprasangka kalau itu adalah tetangga yang ingin meminta buah Jambu itu.

“Mbak, mbak mau minta Jambu itu, tidak apa apa mbak ambil saja” ucap Novi sambil menghampiri wanita itu

Namun wanita itu malah justru meletakan kembali jambu itu lalu kemudian bergegas pergi, dan saat wanita itu hendak pergi kebetulan arahnya menghampiri Novi, namun wanita itu berjalan sambil menunduk sehingga Novi sama sekali tidak bisa melihat wajah wanita itu, dan saat berpapasan, aroma harum tercium begitu menyengat dari tubuhnya, namun setelah beberapa saat aroma harum itu langsung berubah menjadi seperti bau getir atau bau bangkai yang begitu busuk, hingga membuat rasa mual tiba tiba muncul pada diri Novi, ingin rasanya memuntahkan sesuatu yang ingin mencoba merangsak keluar dari dalam perutnya, namun perasaan itu bisa dibendung sehingga tidak jadi memuntahkan isi perutnya.

Terbesit rasa heran pada benak Novi, muncul dari manakah aroma wangi dan aroma busuk itu yang tiba tiba muncul secara hampir bersamaan, dan menghilang saling bersamaan, dia juga menebak nebak siapa sebenarnya wanita yang barusaja ditemuinya, karena buah yang diminta itu ditunggu oleh ibunya Rendra, Novi kemudian mengesampingkan pikiran pikirannya itu, dan nantinya akan bertanya pada ibu Rendra.

Setelah mengambil buah Jambu yang berada di keranjang belakang rumah, Novi kemudian langsung membawa masuk kedalam rumah dan segera muncuci buah Jambu yang baru dibawanya itu, saat berada didapur, Novi langsung mengarah ke washtafel untuk mencuci buangnya, dia membersihkan satu persatu buah yang baru dia ambil, dan saat sedang mencuci Novi merasakan ada seseorang berjalan melewati belakangnya mondar mandir dan terus berjalan menuju ke arah ruang tengah, saat itu Novi berfikir kalau itu adalah Ibunya Rendra, karena hanya dia kini yang sehat, kemudian Novi pun mencoba bertanya pada seseorang yang berjalan itu.

“Bu itu Rendra sudah sejak kapan berdiam diri terus di dalam kamarnya, dan bapak juga sudah berapa hari demam seperti itu” sambil terus membersihkan buah yang di ambilnya tadi Novi bertanya.

Namu setelah menunggu beberapa saat, Novi menunggu jawaban yang diharapkan namun tak kunjung dia dapatkan, sehingga dia mencoba untuk bertanya untuk kedua kalinya.

“Bu, sudah berapa lama mereka seperti itu, bapak dan Juga Rendra?” Novi mencoba mengulangi pertanyaannya sambil terus mencuci buah jambunya.

Dan kembali setelah menunggu beberapa saat tetap tidak ada jawaban sama sekali, hal itu membuat Novi merasa sedikit aneh soalnya suara orang berjalan mondar mandir itu masih terdengar di belakangnya, hal itu membuatnya menoleh kebelakang untuk melihat siapa sebenarnya seseorang yang mondar mandir itu,

Dan saat Novi membalikan badannya, Novi melihat sesosok wanita berpakaian kebaya dan bergelung seperti seorang pengantin jawa, yang diprediksi itu adalah sosok yang sama yang dilihat oleh bapaknya Rendra, namun sepertinya Novi tidak mengetahui hal itu, namun dengan pakaian yang tidak sewajarnya, hal itu membuat Novi syok sehingga membuatnya berdiam mematung didepan washtafel.

Saat Novi mematung dari arah kanannya suara ibu Rendra memanggilnya yang membuatnya tersadar dan terkaget oleh suara ibu Rendra itu yang ternyata baru selesai dari kamar mandi, dan seketika Novi langsung menengok ke arah ibu Rendra

“eh iya bu, ada apa?” dengan ekspresi kaget Novi menjawab panggilan itu

“kamu kenapa malah bengong disitu, sudah sini ibu bantuin ngupasnya” Ibu Rendra berjalan menghampiri Novi

“eh iya maaf bu, e… itu siapa ya bu, kok dari tadi mondar mandir dibelakang Novi” Novi menunjuk kearah ruang tengah, namun saat dia mencoba menunjukan, sosok wanita itu sudah tidak berada disana

“siapa sih, nggak ada siapa siapa kok, kamu sih ngelamun aja” jawab ibu Rendra sepele

Ya mungkin aku hanya halu saja, mungkin itu yang ada dalam benak Novi saat itu, lagian mana mungkin ada seorang wanita memakai bayak di rumah ini, kan tidak ada yang mau nikahan.

Setelah selesai mencuci buah yang tadi diambil kemudian dipotong potong, Novi kemudian beranjak kearah kamar Rendra sekalian membawa buah jambu dan juga makan siangnya untuk segera dimakan oleh Rendra, sedangkan ibu Rendra beranjak kekamarnya untuk kembali merawat suaminya yang sedang sakit demam.

Novi pun kemudian beranjak menuju ke arah kamar Rendra yang berada di lantai dua, saat mulai menaiki anak tangga, Novi mendengar suara Rendra sedang mengobrol asik didalam kamarnya, entah dengan siapa, ada sedikit rasa heran pada benak Novi, karena menurut keterangan ibunya, Rendra masih dikamar dalam kondisi lemas dan linglung, tapi kenapa ini terdengar dari arah luar Rendra terdengas sedang asik ngobrol dengan seseorang didalam sana,

Sesampaimya didepan kamar Rendra, semakin terdengar asik dia mengobrol didalam sana, namun Novi sama sekali tidak mendengar lawan bicaranya berbicara di dalam, namun saat dia hendak mengetuk pintu kamar Rendra, tiba tiba Rendra menghentikan suara obrolan itu dan kamar nya terdengar menjadi sunyi seketika, tidak ada suara orang mengobrol sama sekali.

Novi kemudian membuka pintu kamar Rendra dan segera masuk kedalam sana, terlihat suasana kamar Rendra begitu pengap karena gorden kamar sama sekali tidak dibuka dan kipas angin juga tidak dihidupkan, entah kenapa padahal di daerah ini terkenal dingin namun dikamar Rendra saat itu terasa begitu panas dan engap, sedangkan Rendra terlihat sedang tidur dengan kondisi tertutup rapat dengan slimut seluruh badannya.

Buah dan makanan kemudian Novi letakan di atas meja yang berada di sebelah tempat tidur Rendra, kemudian setelah itu dia beranjak kearah jendela untuk membuka gorden dan jendela, sambil membangunkan Rendra

“Ren bangun, ini sudah siang ayo makan dulu, biar kamu cepet baikan, ayo bangun” sambil membuka jendela Novi membangunkan Rendra

Namun rendra sama sekali tidak menanggapi ucapan dari Novi, terlihat Rendra malah tertidur cukup pulas, nah pada saat itu, Novi baru menyadari, kalau Rendra tertidur, terus tadi siapa yang ngobrol atau bicara cukup kencang dari dalam sini, tapi Novi tidak mau berfikir macam macam, dia tetap berfikir positif kalau mungkin tadi dia salah dengar, dan kembali membangunkan Rendra dengan menggoyangkan dan sedikit menepuk pipi Rendra dengan lembut, karena sudah dari pagi belum makan makan Novi mengusahakan untuk siang ini Rendra harus makan.

Dan saat Novi sedang membangunkan Rendra, tiba tiba dari arah belakang, atau lebih tepatnya dari arah kamar mandi dalam yang berada di dalam kamar Rendra, terdengar suara pintu kamar mandi itu terbuka, mendengar suara pintu, Novi kemudian menoleh kearah kamar mandi itu, dan merasa sedikit kaget karena harusnya Rendra sendirian dikamar ini dan tidak ada lagi siapa siapa, sedangkan Ayah dan Ibunya berada dilantai satu, dan Novi malah dibuat sangat terkejut, karena yang keluar dari dalam kamar mandi itu adalah Rendra, yang terlihat barusaja mencucimuka dengan raut muka yang masih terlihat lemas dengan mata panda yang masih ada disekitar matanya, jalan gontai juga masih dia perlihatkan saat itu.

Karena kaget dengan sosok Rendra yang muncul dari arah kamar mandi, Novi kemudian kembali melihat diranjang tidur Rendra, terus siapa yang tadi ia coba bangunkan kalau Rendra berada di kamar mandi sejak tadi, dan saat melihat Ranjang ternyata disana tidak ada siapa siapa, hanya ada bantal guling yang terlihat tergeletak didepan matanya.

Hal itu membuat Novi terlihat sangat kikuk, dan bingung mau mengatakan apapun, Rendra yang saat itu melihat Novi datang, kemudian berbicara pada Novi.

“oh kamu Nov, sudah dari tadi” dengan nada lemas Rendra bertanya dan di tambah sedikit menguap tanda dia seperti baru saja bangun

“loh, kok kamu ….” Novi masih terlihat syok dan kikuk, karena kejadian itu

“kenapa Nov, aaahh badan ku kok rasanya pegal semua ya” Rendra berjalan gontai menuju ranjangnya dan duduk diatas ranjannya.

“ee.. sudah tidak apa apa, mungkin karena aku capek, semaleman baru saja lembur kerjaan, kamu makan ya biar kuat badanmu, nanti aku pijitin” Novi mencoba mengalihkan pikirannya, dan memang karena kebetulan semalam dia baru saja selesai lembur.

Ternyata Rendra mau memakan makanan yang dibawa oleh Novi ke kamarnya, ya walaupun tidak banyak dimakan oleh Rendra, Novi senang dia sudah mau makan, daripada tidak terisi apa apa, kemudian Novi meminta Rendra untuk tidur tengkurap, Rendra pun menurut dan kemudian punggungnya dipijat oleh Novi, menurut keterangan dari Novi, saat memijat punggung Rendra, tubuh Rendra terasa sangat panas dan badannya terasa sangak keras seperti batu, padahal biasanya Novi saat memijat Rendra tubuhnya tidak sekeras ini.

Saat memijat Rendra juga mengatakan kalau memang sudah tidak kuat tidak usah dipijit tidak apa apa, Rendra juga berkata, terasa keras ya tubuh ini, dan terlihat raut muka Rendra sedikit tersenyum mengerikan saat mengatakan hal itu, tidak biasanya dan tidak pernah terlihat oleh Novi kalau rendra memiliki ekspresi seperti itu, selang beberapa menit karena Novi merasa tubuh Rendra semakin lama semakin Keras maka dia memutuskan untuk menyudahi memijat, dan karena makanan sudah selesai dimakan walau tidak dimakan habis, maka Novi segera membawa turun piring bekan makan Rendra itu.

Novi merapikan meja dimana tadi dia meletakan makanan diatasnya, piring dan gelas kemudian dimasukan kembali kedalam baki untuk dibawa turun, Rendra juga sudah disiapkan untuk tiduran dan dislimuti oleh Novi supaya badannya hangat dan mengeluarkan keringat.

Saat berjalan keluar kamar Rendra, tepat setelah melewati, pintu kamar Rendra dan metupunya, Novi mendengar samar samar suara seperti memperingati dia, suara itu seperti berbisik dan mengatakan “tidak usah sok perhatian, pergi”, Novi yang sama mendengar suara itu, sempat berdiam diri untuk memastikan apa yang didengarnya, namun setelah itu dia sama sekali tidak mendengar apapun lagi, dan mengangapnya dia memang kelelahan karena lemburan semalam.

Sesampainya dibawah Novi kemudian langsung mencuci dan membersihkan piring yang barusaja dipakai Rendra untuk makan, Ibu Rendra juga membawa piring kotor yang baru saja digunakan, dan Novi juga mencucikan piring itu, karena piring kotor sudah di handle oleh Novi maka ibu Rendra berniat untuk mengangkat jemuran yang sudah kering, namun ternyata Novi memperhatikan kalau ibu Rendra sebenarnya sudah sangat kelelahan, dan karena itu, Novi kemudian melarangnya untuk melakukannya sendiri, dan akan di kerjakan oleh Novi saja, dan menyuruh ibunya Rendra untuk duduk dan istirahat saja.

“bu, ibu kelihatannya sudah sangat lelah ya, karena mengurusi bapak dan Rendra sendirian, kalau seandainya, hari ini aku menginap apakah boleh bu, setidaknya untuk membantu ibu mengurusi pekerjaan rumah, dan merawat Rendra bu?” Novi menawarkan untuk membantu mengurus Rendra dan ayahnya

“sebenarnya ibu memang kelelahan tapi mau bagaimana lagi,dan kalau kamu mau menginap dan membantu ibu dengan senang hati ibu mempersilahkan” dengan senyum Ibu Rendra menjawab

Novi pun kemudian melanjutkan membantu mengangkat jemuran yang sudah kering dibelakang rumah, lalu kemudian dia bawa kedalam ke ruangan diamana biasa ibu Rendra menyetrika, dan karena hari sudah mulai sore, Novi berpamitan untuk pulang dulu sebentar, mengambil pakaian ganti, dan berbersih dulu baru kemudian akan kembali.

Beberapa jam kemudian, lebih tepatnya setelah Maghrib, Novi baru kembali ke Rumah Rendra karena kebetulan dirumah tadi ada tamu yang harus dia temui, dan baru bisa balik setelah maghrib, Novi mengetuk rumah Rendra dan tak menunggu lama, pintu kemudian dibukakan oleh ibu Rendra dari dalam rumah.

Setelah membukakan pintu, lalu Novi dipersilahkan untuk masuk kedalam rumah, dan saat memasuki rumah, Novi kemudian melihat sosok wanita yang dilihatnya saat mengambil buah jambu di belakang rumah, dan masih mengenakan pakaian yang sama dengan saat dia terakhir melihatnya, wanita itu terlihat masuk kedalam rumah kearah ruang tengah, hal itu membuat Novi semakin penasaran sebenarnya siapa wanita itu kenapa dia ada disini, karena rasa penasaran itu Novi kemudian menanyakan siapa dia kepada ibu Rendra.

Dan setelah menanyakan hal itu pada ibu Rendra, malah yang terjadi ibu Rendra malah kebingungan dengan seseorang yang di maksud oleh Novi, Ibu Rendra sama sekali tidak mengetahui siapa sosok yang dimaksud karena dirumah ini hanya ada mereka berempat saja, hal itu membuat Novi merasa sangat aneh, jelas jelas dia tadi melihat ada seorang wanita masuk keruang tenga, dengan wajah kebingungan, ibu Rendra kemudian mengalihkan pembicaraan dia mengatakan untuk melupakan, mungkin Novi terlalu lelah.

Setelah itu kegiatan mereka berdua adalah menonton tv di ruang tengah, dan sesekali menengok ke dalam kamar ayah Rendra dan kamar Rendra barang kali mereka memerluka sesuatu.

Malam pun semakin larut, rasa ngantuk mulai terasa dimata mereka berdua, ibu Rendra kemudian berpamitan untuk pindak ke kamar tidurnya sedang kan Novi masih tetap bertahan disana, padahal dia sudah disediakan kamar sendiri yang kebetulan kamar itu memang disediakan untuk tamu.

Tanpa terasa mata Novi pun terpejam namun belum benar benar tidur, dia masih bisa mendengarkan suara disekitarnya, jam yang berdetak, dan kadang suara serangga dari luar rumah juga terdengar merangsak masuk ke telinganya, dan saat itu juga tiba tiba dia mendegar suara langkah kaki, berjalan dari arah ruang tengah dimana dia berada menuju ke arah dapur, kemudian langkah kaki itu kembali keruang tengah dan menjauh lagi, hal itu terdengar sebanya tiga kali, dan pada kali ketiga suara langkah kaki itu terdengar mendekat kearahnya, yang dia pikir itu adalah suara ibu Rendra yang mengambil keperluan dari suaminya yang meminta diambil sesuatu dari dapur dan setelah kembali akan menyuruh Novi pinda ke kamar yang sudah di sediakan,

Dan saat langkah kaki itu berhenti di depannya, Novi pun kemudian membuak matanya, dan seketika tubuhnya terbujur kaku karena melihat sesosok wanita berpakaian kuning dengan celana jeans dan rambut sebahu sesuai yang dia temui di belakang rumah, aroma harum tercium saat itu juga, dan Novi pun bisa melihat wajah wanita itu dengan jelas, sebuah wajah rusak dengan kepala bagian pelipis penyok kedalam dan wajah berlumuran darah mengalir yang saat itu wajah nya didekatkan ke arah Novi yang membuat dia semakin kaku, tak dapat bergerak, darah segar hampir menetes kearah mukanya, semakin lama semakin dekat wajah rusak itu dan wanita itu berkata.

“kamu tidak usah ikut campur urusan kami disini” sosok wanita itu berkata sambil melotot dan saat berbicara, belatung keluar dari mulutnya dan berjatuhan diatas muka Novi

Hal menjijikan sekalugus menyeramkan itu membuatnya berteriak sekuat tenaga sambil berusaha menyingkirkan wajah buruk dan belatung yang terus berjatuhan itu dengan mata tertutup, suara teriakan Novi membuat ibu Rendra kembali keluar kamarnya dan melihat Novi seolah memberontak menjauhkan sesuatu darinya

“Nov, Novi kamu kenapa nak, ini ibu, sadar, nyebut Nov” dengan ekspresi bingung ibu Rendra menyadarkan Novi

Dengan tepukan tangan dipipi Novi, Novi kemudian membuka matanya dan segera melihat kesekelilinya memastika sosok wanita itu sudah tidak ada disana, dengan wajah panik dan ketakutan dia melihat sekeliling.

“ada apa, kamu kenapa” ibu Rendra bertanya dengan bingungnya

“bu aku takut sendiri, aku mau tidur di kamar ibu saja, di lantai nggak papa, Novi takut sendiri bu” sambil memeluk ibu Rendra Novi meminta untuk ikut tidur dikamar ibu Rendra

Karena kasihan dengan Novi, Ibu Rendra pun mempersilahkan namun sebelum tidur di kamar orang tua Rendra, Novi dan Ibu Rendra kemudian mengambil sebuah kasur portable untuk di bawa ke kamar sebagai alas tidur Novi malam itu, dan selama tidur dikamar orang tua Rendra dia tidak digangu dan bisa tidur hingga pagi walau saat pertama akan tidur rasa was was terus muncul.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fredielogan14 dan 23 lainnya memberi reputasi
24 0
24
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Diikuti 3 Arwah Wanita Setelah Ngevlog
22-09-2021 18:31
Mksh updatenya gan, yuk kalongers ad cerita bagus nih.
@politon21
@durexz
@volcom77
@Rainbow555
@zetbayu13
Diubah oleh 69banditos
profile-picture
profile-picture
profile-picture
delia.adel dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 10 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 10 balasan
Diikuti 3 Arwah Wanita Setelah Ngevlog
22-09-2021 21:24
Lanjut gan...ijin ngedeprok sambil ngopi ya gan...
profile-picture
afryan015 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Diikuti 3 Arwah Wanita Setelah Ngevlog
22-09-2021 22:00
Mampir disini dlu...skalian nunggu update yg satu lagi 😁
profile-picture
afryan015 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Diikuti 3 Arwah Wanita Setelah Ngevlog
23-09-2021 08:05
Be strong ngab, jangan mau dijadiiin piala bergilir.. emoticon-Cendol Gan
profile-picture
afryan015 memberi reputasi
1 0
1
Diikuti 3 Arwah Wanita Setelah Ngevlog
23-09-2021 16:42

Bab 3


Hari berikutnya pun masih sama, setelah Ayah Rendra dan Novi pacar Rendra diganggu oleh dua sosok wanita yang berbeda, Ibu Rendra kemudian mencoba untuk memanggilkan seorang kyai atau ustadz yang paham akan hal seperti itu, soalnya sudah dua kali gangguan berupa wujud wanita itu terjadi sejak Rendra pulang dari ngevlog nya,

Sebenarnya Ibu Rendra sudah mencoba untuk menelfonku beberapa kali, terlihat ada notifikasi panggilan tak terjawab sebayak dua kali, pertama di pagi hari, dan yang kedua di siang hari, maklum saja, seperti yang aku jelaskan di awal trit, kalau pada saat itu aku sedang ada urusan bersama Mbah Margono, dan pada akhirnya ibu Rendra memutuskan untuk memanggil kyai atau ustadz tadi, dan rencana orang yang di panggil itu akan datang pada sore hari ba’da Ashar.

Sore hari pun tiba, setelah Ashar seorang Ustadz sebut saja namanya pak Mahfud, sore hari itu pak Mahfud sedang dalam perjalanan menuju rumah Rendra, sebelumnya dia hanya diberi alamat saja untuk menuju kerumah Rendra, sebetulnya pak Mahfud juga sudah berangkat tepat waktu supaya nanti tidak kemalaman, namun entah kenapa dia terasa susah untuk menemukan tempat atau rumah yang dituju itu, padahal dia juga sudah bertanya kepada beberapa orang di sekitaran desa dimana Rendra tinggal, namun menurut pak Mahfud semua menunjukan ketempat yang salah setiap warga yang menunjuk pasti ketempat yang sama dimana itu adalah lahan kosong yang ditumbuhi ilalang yang sudah meninggi.

Menurut penuturannya itulah yang dialaminya namun memang menurutnya saat berada di lahan kosong itu dia merasa seperti ada sebuah tabir yang menyelimuti seolah menyembunyikan sesuatu, dan karena menyadari hal itu saat mencoba mencari untuk kesekian kali, dirinya membaca sebuah doa dan pada akhirnya benar saja, dia ditunjukan oleh warga lain ketempat yang sama dan berkat doa itu baru dia menemui rumah yang tadinya memang adalah lahan kosong.

Pak Mahfud sedikit terkesan padasosok yang berhasil mengelabuinya, dan sepertinya sosok ini bukan sosok sembarangan, tapi yang jelas sosok ini bukan lah jin tingkat tinggi menurutnya, setelah selesai terkesan dengan keusilan jin itu, dirinya kemudian mencoba mengamati rumah Rendra ini, menurut penglihatannya Rumah Rendra ini sudah diselimuti aura yang kelam, aura sedih, benci, dan rumah Rendra terlihat begitu gelap dari luar rumah, dan sudah dipastikan dalamnya pasti akan lebih buruk.

“asslamu’alaikum,…” Pak Mahfud mengetuk pintu sambil mengucap salam

“wa’alaikum salam….” Terdengar suara tergesa gesa menjawab salam Pak Mahfud dan segera membukakan pintu.

Dan ternyata yang membuka adalah Novi, paca Rendra, dia ternyata masih berada disana, dan tidak kapok walau sudah pernah diganggu oleh makhluk itu, Novi kemudian segera mempersilahkan Pak Mahfud untuk segera masuk, ternyata didalam keadaannya sedang tidak karuan, ayah Rendra yang sudah mulai berangsung membaik sedang mencoba memegangi Rendra yang sedang merancau kata kata yang tidak jelas sambil mencoba melepaskan tangan bapaknya dan hendak keluar dari jendela dikamarnya, padahal itu adalah lantai dua

Ayah Rendra terlihat kualahan menangani anaknya yang seperti itu, tenaganya terasa begitu kuat katanya, entah karena dia belum begitu fit atau memang kekuatan yang dimiliki Rendra bertambah lebih kuat.

Dan saat Pak Mahfud berjalan memasuki rumah Rendra, di lantai satu dia melihat sesosok wanita yang menakuti ayah Rendra yaitu wanita berkebaya pengantin, dan saat masuk melewati ruang tengah, dirinya melihat wanita berbaju kuning dan berjelana jeans, sesosok wanita yang menakuti Novi malam itu, namun saat itu hanya Pak Mahfud saja yang melihatnya, mereka berdua sedang berdiam diri di ruang berbeda namun sama sama menatap ke atas, di mana Rendra berada.

Samar samar dirinya mendengar wanita berpakaian pengantin jawa itu berkata, “dia makhluk jahat, dia berbahaya” pak Mahfud mendengar itu dengan suara yang cukup lirih, sedangkan sosok wanita berbaju kuning itu terlihat begitu marah, seolah ingin menyerang sesuatu diatas namun dia tidak memiliki keberanian untuk menyerang.

Setelah itu Novi mengaantar Pak Mahfud langsuk ke kamar Rendra, posisi Rendra kini hanya tinggal sedikit lagi melompat karena dia sudah mulai memanjat jedela kamarnya, ayahnya terlihat sangat kualahan, Novi dan Pak Mahfud melihat hal itu kemudian bergegas berlari berusaha menolong ayah Rendra yang kerepotan, dan saat itu juga Pak Mahfud meminta air putih pada ibunya Rendra, dan meminta untuk sesegera mungkin dibawa kemari.

“aku mau pergi….”

“tunggu aku, jangan pergi…”

“janjinya kita mau menikah ….”

Rendra sambil memberontak mengatakan hal tersebut, tiga orang mencoba menghentikan Rendra untuk melompat masih kualahan, entah apa yang sebetulnya terjadi, tak berselanng lama, ibu Rendra kembali dengan membawa air putih yang diminta tadi dan kemudian diserahkan langsng kepada pak Mahfud.

Pak Mahfud kemudian melepaskan pegangannya dari Rendra yang sedang memberontak dan berusaha melompat, kemudian dibajakanlah sebuah doa diair yang ada digelas itu, lalu kemudian diambil secukupnya dan diusapkan kepada muka Rendra, dan efeknya adalah tiba tiba Rendra menjadi sedikit lemas, dan kondisi mulai bisa di kuasai, Rendra ditarik mundur dan menjauh dari Jendela, sisa air yang di usapkan tadi kemudian diminumkan pada Rendra yang mulai lemas, setelah berhasil diminum oleh Rendra, tubuh Rendra kemudian terasa berat, ternyata dia tertidur lemas setelah meminum air itu.

Kemudian Pak Mahfud mengangkat tubuh Rendra dibantu oleh Ayah Rendra ke atas kasur, dan setelah dipindahkan ke atas kasur, pak Mahfud kemudian meminta diambilkan lagi air putih, lalu ia duduk bersilah disebelah kasur Rendra dan merpakan doa doa dengan mata terpejam, Sedangkan Novi dan kedua orang tua Rendra diharuskan menunggu diluar walau pintu kamar tetap terbuka.

Ibu Rendra kemudian masuk sambil membawa air yang diminta pak Mahfud tadi, Pak Mahfud hanya memberikode pada ibu Rendra untuk menaruk air itu di sebelahnya dan kemudian kembali merapalkan doa doa lagi.

Setelah beberapa menit pak Mahfud merapalkan doa, tiba tiba Rendra memberi respon, tiba tiba matanya terbelalak, melotot, pak Mahfud masih terus membacakan doa doa, mata melotot Rendra kemudian melihat kesekelilingnya, wajahnya begitu terlihat menakutkan, Novi yang sedari tadi melihat dari luar pintu kamar Rendra, sangat terkejut dengan ekspresi muka Rendra yang sangat menakutkan dengan mata yang melotot itu, Novi kemudian memberi tahu Orang Tua Rendra dengan gerak gerik yang begitu menakutkan.

Ibu Rendra begitu kaget melihat ekspresi Rendra dan tidak tega anaknya jadi seperti itu setelah pulang kemarin, sedangkan ayah Rendra segera memberitahu pak Mahfud kalau matanya Rendra melotot seperti itu.

Belum sampai pak Mahfud memberi respon, tiba tiba Rendra bangkit dari tidurnya dengan cara yang kurang tidak wajar untuk sebagian orang,Rendra bangkit dari tidurnya dengan cara sepertiorang kayang lalu baru berdiri, setelah itu matanya yang melotot, melihat kesekitar sambil memperhatikan orang disana satu persatu, hingga akhirnya dilihatnya lah pak Mahfud, dengan mata yang melotot yang sudah menakutkan ditambah dia sudah melihat pak Mahfud eksrepsinya bertambah menyeramkan karena ada raut muka kebencian saat melihat pak Mahfu.

Tangan Rendra kemudian diarahkan ke tangan pak Mahfud dan berencana mencekiknya, namun saat tangan Rendra mengenai kulit leher pak Mahfud, Rendra malah justru terpental hingga jatuh ke lantai, suara erangan seorang wanita terdengar dari mulit Rendra, semua orang disana kaget mendengar suara yang keluar dari mulut Rendra, bagaimana tidak, suara wanita sangat jelas terdengar.

Setelah terlempar kelantai kemudian Rendra kembali bangkit dengan cara sama seperti tadi saat dia bangkit dari kasurnya, mata melotot dan wajah geram terlihat jelas dari ekspresi Rendra. Tangannya kemudian diangkat hingga setinggi pundak dan seperti memperagakan sebuah tarian jawa gerakannya sangat lembut dan lemes seperti seorang penari, Rendra bergerak maju mundur sambil terus menari, gerakan tangannya semakin cepat.

Pak Mahfud kemudian mebuka matanya dan mengambil air yang tadi sudah disiapkan, kemudian meniupnya beberapa kali dan mengambil sedikit air itu kemudian dia cipratkan ke arah Rendra, saat terkena air itu Rendra tampak berjalan mundur sambil menari dan tangannya semakin cepat melakukan gerakan tari itu.

Melihat Rendra bergerak mundur, pak Mahfud kemudian bangkit dari posisi duduknya dan kemudian terus menyipratkan air itu kearah Rendra, Rendra mengeluarkan gelagak kesakitan, dengan ekspresi yang perlihatkan olehnya, kepalanya bergerak kenana kekiri dengan kaku, dan tanpa aba aba Rendra malah melomnpat kearah Pak Mahfud, dan tentu membuat pak mahfud kaget hingga menumpahkan air yang tadi sudah dibacakan doa itu.

Rendra kemudian meraih tangan pak Mahfud lalu kemudian menabrakan tubuh pak Mahfud ke arah tembok, hingga pak Mahfud membentur tembok, setelah menarik tangan pak Mahfud terlihat Rendra merasa kesakitan, Pak Mahfud pun segera bangkit dan langsung memegangi Rendra dan hendak mengeluarkan sosok yang berada di tubuh Rendra yang jelas sosok ini bukan lah sosok yang di temui Pak Mahfud di lantai bawah.

“pak tolong bantu saya, tolong pegangi Rendra pak, saya akan mencoba mengeluarkan makhluk dari dalam tubuh Rendra” ucap pak Mahfud sambil terus memegangi tubuh Rendra yang terus bergerak mencoba melepaskan diri.

“iya pak, ini sebenarnya anak saya kenapa pak” tanya bapak Rendra dengan panik

“ini anak bapak sepertinya ketempelan atau diikuti makluk alam sebelah waktu dia pergi, soalnya sepertinya dia bukan berasal dari sini” pak Mahfud perlaham melepas genggamannya dari tubuh Rendra sambil menjelaskan yang sedang terjadi.

“ya sudah pak bagaimana baiknya dan mengobati anak saya ini, saya serahkan sama bapak saja” ucap ayah Rendra penuh harapan

Pak mahfud kemudian memegangi kepala Rendra sambil terus membacakan sebuah doa doa, tubuh Rendra semakin gelonjatan tidak karuan, ayah Rendra pun terlihat begitu kualahan karena kekuatan yang di keluarkan Rendra begitu kuat, Ayah Rendra kemudian meminta Novi yang sedang kebingungan harus melakukan apa, Ayah Rendra meminta Novi untuk memanggil suapapun tetangga yang berada disekitaran rumah untuk membantu memegangi Rendra.

Novi langsung meresponn perintah dari ayah Rendra tersebut, dia langsung berlari turun dan keluar rumah mencari pertolongan pada siapapun yang ada disekitar sana, pak Mahfud meminta ibunya Rendra untuk mengambilkan botol yang masih ada tutupnya untuk nantinya makhluk tersebut di pindahkan kedalam botol lalu dibuang, dan ibunya Rendra pun segera merespon dan berlari kedapur untuk mencari botol yang dimaksud.

Dan saat Novi dan ibunya Rendra sedang mencari kan yang dibutuhkan saat itu, Pak Mahfud dan ayahnya Rendra begitu kualahan, kepala Rendra terus dipegangi oleh pak Mahfud, semakin lama semakin keloncotan tidak karuan, beberapa kali Ayahnya Rendra hampir saja melepaskan pegangannya yang membuat celah bagi tubuh Rendra untuk melepaskan diri, dan pegangan pak Mahfud pun sesekali terlepas dari kepala Rendra.

“Paannaaaa, dasar goblookkk” suara wanita keluar dari mulut Rendra sambil memaki

“kalau tidak mau kepanasan keluar lah tinggalkan anak ini sendiri” ucap pak Mahfud memaksa makhluk ditubuh Rendra keluar

“gak mau, saya suka sama anak ini, Arrgghhh lepas, panas dasar goblog” ucap makhluk itu terus memaki

“aku nggak akan berhenti, sebelum kamu keluar dan meninggalkan dia, kalian itu beda alam” bujuk pak Mahfud terus

“karena beda alam itu aku akan membawanya ke alamku, cepat lepaskan. Panasss” dengan mata melotot dan memberontak semakin kuat makhluk itu melawan

“aku tak akan membiarkan kamu membawanya, bahkan kalau perlu kamu saya binasakan”

Tak lama ibu Rendra kembali sambil membaw botol aqua 2 literan dan segera memberikannya pada pak Mahfud, pak Mahfud memberi instruksi pada ibu Rendra untuk meletakan botol itu di lantai, dan segera membantu Ayahnya Rendra untuk terus memegangi Rendra yang memberontak semakin keras.

Pak Mahfud kemudian mencoba menarik sosok yang berada didalam tubuh Rendra, dia memperagakan beberapa gerakan seperti gerakan silat, dia seolah mencoba menarik sesuatu dari kepala Rendra, saat itu Rendra terus memberontak tanpa henti dan cenderung semakin kuat, botol yang berada di lantai tidak sengaja tertendang oleh kaki Rendra saat itu, dan terus mendorong hingga sampai kedekat jedela tadi yang masih terbuka dan belum sempat ditutup tadi.

Pak Mahfud mengentikan sedikit gerakannya sembari membetulkan posisi botol supaya nanti mudah dalam memasukan makhluk itu, dan setelah itu kembali pak Mahfud mencoba mengeluarkan makhluk itu lagi, tak disangka perlawana dari makhluk itu semakin kuat, beberapa pukulan dilayangkan untuk menyerang pak Mahfud, dan kebetulan tenaga orang tua Rendra melemah, Ayah Rendra yang memang belum terlalu fit, dan ibu Rendra yang sudah kelelahan mengurus rumah sedari pagi,

Novi yang diminta mencari bantuan belum juga kembali, hingga akhirnya pegangan orang tua Rendra punterlepas, dan Rendra bisa dengan leluasa menyerang siapapun yang berada didepannya, dengan kekuatan yang cukup besar, Rendra memukul Wajah pak Mahfud sehingga dia terdorong ke jendela yang masih terbuka itu, karena saking kuatnya, tubuh pak Mahfud hampirsaja sampai jatuh keluar untung masih bisa berpegangan pada jendela itu, namun naas pukulan kedua Rendra berhasil menghajar telak kepala pak Mahfud hingga akhirnya dia terlempar keluar dari lantai dua hingga turun kebawah, dan pada saat itu, kebetulan juga warga yang dimintai tolong mulai berdatangan, beberapa orang sudah berada di kamar Rendra dan yang baru datang segera menolong pak Mahfud yang terjatuh dari lantai dua, dimana saat itu pak Mahfud masih selamat dan mengalami patah tulang di bagian bahu dan terpaksa tidak bisa melanjutkan proses penarikan makhluk tersebut, dan harus dilaarikan ke rumah sakit

Warga yang berada di kamar Rendra kemudian langsung memegangi Rendra yang saat itu mulai menyerang warga yang sudah berdatangan, kebetulan warga yang datang juga cukup banya, berontakan dari Rendra bisa di tahan, dan sekarang mereka tinggal bingung haru bagaimana cara menenangkan Rendra.

Salah seorang warga yang berprofesi sebagai dokter memberi saran untuk mencoba membius tubuh Rendra, dan itu disetujui oleh orang tua Rendra dan juga para warga, warga yang berprofesi sebagai dokter itu pun kemudian pulang kerumah nya untuk mengambil obat bius didalam rumahnya lalu kemudian kembali.

Sekembalinya dokter itu lalu dengan hati hati mereka menyuntukan obat bius kedalam tubuh Rendra, dan ternyata berhasil membuat Rendra perlahan melemah dan akhirnya tidak sadarkan diri.

Dan setelah itu Rendra dipindahkan kekasurnya lagi dan dengan terpaksa tangan dan kakinya diikat ke sudut sudut ranjang, supaya saat dia sadar dia tidak mengamuk lagi.

Dan sejak saat itu setiap Rendra mengamuk orang tua rendra selalu memberikan obat bius supaya dia tidak melukai siapapun
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fredielogan14 dan 22 lainnya memberi reputasi
23 0
23
Lihat 40 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 40 balasan
Diikuti 3 Arwah Wanita Setelah Ngevlog
23-09-2021 17:29
Waduh kok malah lebih ampuh bius pa dokter ya...
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan afryan015 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Diikuti 3 Arwah Wanita Setelah Ngevlog
23-09-2021 17:30
Lanjuuuuuutttt.,..emoticon-Toast
profile-picture
afryan015 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Diikuti 3 Arwah Wanita Setelah Ngevlog
23-09-2021 18:36
Alkhamdulillah sekarang dah lncar updatenya
profile-picture
afryan015 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Diikuti 3 Arwah Wanita Setelah Ngevlog
23-09-2021 21:09
Nunggu Mbah Margono beraksiemoticon-Smilie



Eh, kira kira Neng Shinta bakalan ngikut nggak gan di story yang ini?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jenggalasunyi dan 4 lainnya memberi reputasi
4 1
3
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Halaman 1 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
denting-waktu-dalam-ruang-sepi
Stories from the Heart
tenung-based-on-true-story
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Heart to Heart
Stories from the Heart
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia