Kaskus

News

deganijo001Avatar border
TS
deganijo001
Vaksinasi Sudah 80 Persen, Singapura Kembangkan Booster Non-MRNA
Vaksinasi Sudah 80 Persen, Singapura Kembangkan Booster Non-MRNA

Bisnis, JAKARTA- Singapura sudah mencapai target vaksinasi 80 persen. Kini negara yang mengembangkan empat tahap menuju hidup dengan endemi Covid-19 sedang mengembangkan booster vaksin non-mRNA. Sementara ini, booster berbasis mRNA yang ada dialokasikan untuk lansia dan individu dengan kondisi imunitas lemah. Mulai minggu ini, Singapura memberikan booster vaksin berbasis mRNA untuk manula dan individu dengan gangguan sistem imun. 

Menteri Kesehatan Singapura Jadil Puthucheary mengatakan vaksin non-mRNA dikembangkan untuk program vaksinasi Covid-19 nasional. Dia berharap pemerintah Singapura dapat segera menggunakan booster vaksin tersebut.

"Singapura masih bekerja berdasarkan roadmap empat tahap menuju hidup dengan endemik Covid-19, meskipun rencana transisi itu untuk saat ini terhenti," ujarnya, Rabu (15/9/2021).

Saat ini, program vaksinasi nasional Negeri Singa mengandalkan vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna berbasis mRNA. Selain dua vaksin berbasis mRNA tersebut, Singapura menawarkan dua vaksin dengan virus tidak aktif (inactivated virus) yaitu Sinovac dan Sinopharm dari China melalui sektor perawatan kesehatan swasta. Meskipun sudah mencapai target vaksinasi 80 persen, booster berbasis mRNA disediakan bagi lansia dan individu. Mulai minggu ini, Singapura memberikan booster vaksin berbasis mRNA untuk manula dan individu dengan gangguan sistem imun. 

Pada awal pekan kedua September, Singapura melaporkan 597 kasus infeksi baru Virus Corona (Covid-19). Kasus baru tersebut terdiri atas 534 kasus komunitas dan 63 penghuni asrama. Di antara kasus lokal baru tersebut, 157 kasus terjadi pada kelompok usia di atas 60 tahun. Demikian disampaikan Kementerian Kesehatan (MOH) sebagaimana dikutip ChannelNewsAsia.com, Selasa (14/9/2021).

Sedangkan, klaster baru Covid-19 yang terdiri dari 28 kasus terdeteksi di panti jompo Ren Ci di kawasan Bukit Batok. Rumah Sakit Ren Ci melaporkan dalam sebuah pernyataan media bahwa tiga staf dari bangsal yang sama mengalami gejala pernapasan pada hari Minggu (12/9/2021) dan segera mencari bantuan medis. Bangsal yang berdekatan terpaksa  dikunci setelah tes cepat antigen (ART) mereka kembali positif.

"Swab dengan menggunakan tes polymerase chain reaction (PCR) kemudian dilakukan untuk semua penghuni panti jompo dan rekan-rekan dari zona yang terkena," ujar pihak rumah sakit.

Hasil swab hingga Senin pagi menunjukkan total delapan anggota staf, termasuk tiga yang sebelumnya berobat, dan 20 penghuni panti jompo terinfeksi Covid-19. Di antara mereka yang dinyatakan positif, hanya satu warga yang tidak divaksinasi. Menurut pihak rumah sakit, semua anggota staf dan 95 persen penghuni panti jompo telah divaksinasi penuh.
 

Bangsal yang terkena dampak telah dibersihkan dan dilakukan desinfeksi. Panti jompo akan meningkatkan frekuensi pembersihan. Singapura dianggap masih akan mengalami tren kenaikan kasus. Bahkan, pemerintah memprediksi negara itu kemungkinan akan menemukan dua ribu infeksi harian dalam beberapa pekan.

"Segera, kita akan mencapai 1.000 kasus baru sehari, dan dalam waktu beberapa minggu, kita mungkin akan mencapai 2.000 kasus baru sehari," kata Menteri Keuangan dan Ketua Satgas Covid-19, Lawrence Wong.

Singapura juga sedang mempersiapkan tata cara hidup berdampingan dengan Covid-19. Dalam sebuah blueprint yang dirancang pemerintah, nantinya pusat pelaporan dan pemantauan Covid-19 akan difokuskan kepada pasien yang berada dalam perawatan medis. 



Diubah oleh deganijo001 16-09-2021 15:42
0
390
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
Berita Luar Negeri
KASKUS Official
82.2KThread21.1KAnggota
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.