- Beranda
- Berita dan Politik
PPKM Dilonggarkan, Pemulihan Ekonomi DKI Masih Menantang
...
TS
deganijo001
PPKM Dilonggarkan, Pemulihan Ekonomi DKI Masih Menantang

Bisnis, JAKARTA— Penurunan kasus terkonfirmasi Covid-19 sejak beberapa pekan terakhir membawa angin segar bagi pemulihan ekonomi di wilayah DKI Jakarta. Geliat ekonomi selama pandemi diikuti oleh peningkatan konsumsi listrik tetapi tidak setinggi pada masa lalu. General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya Doddy B. Pangaribuan mengatakan konsumsi listrik saat pandemi Covid-19 tetap naik meskipun tipis. Kebutuhan listrik selama tahun berjalan hingga Agustus 2021 tumbuh 0,35% secara tahunan (year-to-date/YtD).
Pertumbuhan tersebut sebagian besar didorong oleh penggunaan listrik di sektor industri yang tumbuh 10,95%. Kemudian kegiatan work from home (WFH) dan sekolah dari rumah berkontribusi terhadap pertumbuhan konsumsi listrik rumah tangga 0,4%. Namun demikian, untuk kegiatan bisnis seperti perkantoran dan mal justru masih mengalami kontraksi 2,15%. Pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Ibu Kota diharapkan dapat mengungkit aktivitas bisnis.
“Yang kami nantikan adalah rebound ekonomi. Adaptasi Kebiasaan Baru mudah-mudahan menjadi hal positif bagi semua kalangan. Saya berharap layanan dari PLN bisa mebangkitkan ekonomi, aktivitas bisnis, dan tentu saja berjuang selama pandemi dan setelah pandemi usai,” katanya dalam webinar Econolictricity Optimalization bertema Jakarta Economic Challenges Post Vactination and Social Restriction, Rabu (8/9).
Kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara PLN Disjaya dengan Bisnis Indonesia dalam rangka memperingati hari pelanggan nasional setiap 4 September dengan menghadirkan berbagai nara sumber serta dihadiri oleh pelanggan PLN secara daring. Dengan adanya peluang ekonomi kembali pulih, menurut Doddy, PLN Disjaya memastikan kecukupan ketersediaan energi bagi pelanggan. Salah satunya Layanan Sapphire dengan UPS System di mana pelanggan tidak perlu berinvestasi UPS, stabil, tanpa suara, bebas polusi, dan ditangani langsung oleh teknisi berpengalaman.
Doddy menjelaskan pada masa lalu kaitan antara kebutuhan listrik dan pertumbuhan ekonomi adalah 1,5 kali lipat. Misalnya ekonomi tumbuh 5% maka kebutuhan listrik naik sekitar 7%. Namun setelah pandemi ini relasi langsung antara kebutuhan listrik dan pertumbuhan ekonomi turun drastis hingga di bawah 1%.
Di sisi lain, PLN Disjaya terus berupaya meningkatkan jumlah pelanggan di mana hingga Agustus 2021 tercatat 4,86 juta pelanggan atau naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lal 4,69 juta pelanggan. Sedangkan dari sisi pendapatan per Agustus 2021 tercatat Rp26,69 triliun atau lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp27,00 triliun.
Sementara itu, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan ekonomi DKI Jakarta sudah mulai tumbuh meskipun belum seperti sebelum pandemi. Tetapi vaksinasi yang sudah di atas 80% diyakini bahwa kegiatan ekonomi dapat berjalan kembali dengan kebiasaan baru.
Baca : Kawasan Industri Halal Bakal Hadir di NTB
“Pertumbuhan ekonomi Jakarta menjadi tolok ukur nasinal, oleh karena itu PLN akan makin tangguh dan tumbuh bersama pelanggan,” katanya.
Retail and Consumer Strategist, Yongky Susilo dalam webinar tersebut mengatakan bahwa tiga faktor yang memberatkan pebisnis selama pandemi adalah harga sewa tempat, penurunan pembeli, dan biaya pegawai. Kemudian jika ada bantuan pemerintah, pebisnis menginginkan ada subsidi gaji karyawan yang disalurkan lewat pengusaha, keringanan pajak, dan termasuk relaksasi biaya listrik.
“Saya menyarankan PLN memberi keringanan dengan cara bagi yang mau menambah toko dikasih diskon,” katanya.
Di sisi lain, Yongky meyakini jika pandemi Covid-19 terus melandai maka kebiasaan masyarakat untuk berbelanja secara offline akan pulih. Menurutnya, orang akan kembali belanja di mal, mendatangi supermarket, dan beli makanan di restoran. Bahkan dia meyakini semua aneka produk kuliner bakal kembali laku. Sementara itu, Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo, mengatakan pemerintah akan terus melakukan penguatan perlindungan sosial dalam mendukung pemulihan ekonomi melalui berbagai program seeprti bantuan sosial tunai, kartu sembako, bantuan kuota internet, dan diskon listrik.
Untuk diskon listrik tahun ini nilainya mencapai Rp9,49 triliun dengan perincian sebanyak 32,6 juta pelanggan untuk masa manfaat 9 bulan Januari—September 2021 dan sasaran 32,6 juta pelanggan dengan masa manfaat 12 bulan yakni Januari—Desember 2021.
Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Hery Trianto menegaskan bahwa penurunan kasus terkonfimasi Covid-19 akan membawa dampak terhadap geliat perekonomian tetapi dengan syarat-syarat tertentu. Menurutnya, faktor penting dalam mempertahankan capaian penangana Covid-19 saat ini adalah mematuhi protokol kesehatan 3M. penurunan kasus terkonfirmasi Covid-19 di wilayah DKI Jakarta luar biasa seiring dengan vaksinasi Covid-19 yang sudah lebih dari 80%. Selama tiga pekan sejak pertengahan Juli 2021 hingga Agustus 2021 turun 90,18%.
Sementara itu Provinsi Bali yang melakukan vaksinasi lebih dari 100% justru masih terjadi peningkatan kasus. Satgas Covid-19 berkesimpulan bahwa kasus di Bali disebabkan masyarakat masih melakukan kegiatan keagamaan dan hari baik tanpa protokol kesehatan ketat.
Sumber : Bisnisindonesia.id
Diubah oleh deganijo001 10-09-2021 16:19
nomorelies memberi reputasi
1
855
3
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
693.9KThread•58.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya