- Beranda
- Berita dan Politik
3 Pertimbangan Presiden Jokowi Tetapkan Tarif Cukai Rokok
...
TS
deganijo001
3 Pertimbangan Presiden Jokowi Tetapkan Tarif Cukai Rokok

Bisnis, JAKARTA– Presiden Joko Widodo memiliki tiga pertimbangan dalam menetapkan tarif cukai hasil tembakau tahun ini. Hal itu dikemukakan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Kamis (9/9/2021), seraya menambahkan pembahasan kebijakan cukai hasil tembakau sudah sampai di meja Presiden.
Pertama, industri dan tenaga kerja. Industri cukai hasil tembakau harus memberikan kontribusi bagi pendapatan negara dan daerah, juga membuka lapangan kerja yang luas sehingga perlu dikembangkan.
Namun, pelaku industri meminta agar cukai tidak naik terlalu tinggi karena harga produk hasil tembakau akan bergantung pada tarif cukai. Aspirasi itu menjadi salah satu pertimbangan pemerintah.
Kedua, pengendalian konsumsi, yakni kebijakan cukai yang memengaruhi harga produk hasil tembakau juga akan berkaitan dengan tingkat konsumsi masyarakat. Pengendalian konsumsi ini setidaknya berkaitan dengan aspek ekonomi dan kesehatan masyarakat.
"Bisa juga memikirkan ekspor yang lebih banyak [dengan harga yang kompetitif]. Namun, dalam jangka menengah dan panjang, ahli-ahli juga mengatakan konsumsi hasil tembakau memiliki dampak kesehatan dan memiliki dampak terhadap biaya-biaya kesehatan. Ini menjadi dimensi yang harus diperhatikan dalam perumusan kebijakan," ujar Suahasil.
Baca : Mencari Jalan Tengah Kebijakan Cukai Rokok
Ketiga, perkembangan produk hasil tembakau ilegal yang berpotensi bertambah saat cukai dinaikkan.
Suahasil mengatakan pembahasan kebijakan cukai hasil tembakau selalu sampai ke meja Presiden Joko Widodo. Dimensi yang luas dari kebijakan itu membuat orang nomor satu di Indonesia itu turut menentukan arah kebijakan cukai hasil tembakau. Saat ini, revisi PP No 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau sedang dibicarakan.
"Presiden beberapa kali memimpin rapat. Setiap kali membahas kebijakan mengenai tembakau, termasuk cukai hasil tembakau, beberapa hal menjadi dasar dari pemikiran perumusan kebijakannya," kata Suahasil.
Deputi Bidang Perekonomian Sekretariat Kabinet Satya Bhakti Parikesit mengatakan industri hasil tembakau berperan strategis dalam perekonomian Indonesia, tetapi kerap terjadi benturan antara aspek kesehatan dan ekonomi.
“Di sinilah peran pemerintah untuk menyeimbangkan benturan antara dua aspek tersebut,” ujarnya.
Sumber : Bisnisindonesia.id
Diubah oleh deganijo001 10-09-2021 16:08
nomorelies memberi reputasi
1
694
1
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.5KThread•59.1KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya