- Beranda
- Berita dan Politik
Hari Ini, Pasien Covid-19 di Wisma Atlet di Bawah Seribu
...
TS
harbisindo
Hari Ini, Pasien Covid-19 di Wisma Atlet di Bawah Seribu

Bisnis, JAKARTA- Jumlah pasien penderita Covid-19 yang dirawat di RSDC Wisma Atlet terus berkurang. Hal ini menjadi kabar baik dalam penganan kasus Covid-19 di Indonesia. Berdasarkan data Jumat (3/9/2021), jumlah pasien Covid-19 di Wisma Atlet sudah berada di bawah 1.000 orang. Sementara itu RSKI Pulau Galang merawat 366 orang atau berkurang 7 orang jika dibandingkan data kemarin.
Sebanyak 994 pasien terkonfimasi infeksi virus Corona dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jumat (3/9/2021). Dengan demikian terjadi pengurangan 28 orang pasien jika dibandingkan dengan hari sebelumnya. Adapun, selama Wisma Atlet difungsikan sebagai Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) tercatat sudah merawat 126.998 pasien. Sebanyak 124.389 di antaranya dinyatakan sembuh, 1.021 orang dirujuk ke RS lain, dan 594 meninggal dunia.
Sementara itu, pada hari ini, RSKI Pulau Galang merawat 366 orang atau berkurang 7 orang jika dibandingkan kemarin. Pada periode 12 April 2020 - 3 September 2021 di RSKI Pulau Galang terdaftar 15.979 pasien.Dari jumlah itu, 15.623 pasien sudah keluar. Perinciannya, pasien yang dirujuk ke RS lain sebanyak 42 orang, pasien sembuh 8.273 orang, suspek selesai perawatan 7.297 orang, dan pasien meninggal 1 orang.
Sedangkan di RSDC Wisma Atlet Pademangan kini terdapat 5.047 pasien rawat inap. Mereka adalah repatriasi atau pekerja migran Indonesia (PMI). Angka hari ini menunjukkan kenaikan 716 orang dibandingkan dengan hari sebelumnya. Pada saat yang sama tercatat 2.812 orang melakukan karantina di hotel dan penginapan di wilayah DKI Jakarta.
Terkait penanganan pasien Covid-19, Koordinator RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Mayjen TNI Tugas Ratmono mengajak pasien untuk bersedia menjalani isolasi terpusat (isoter).Isoter, ujar Tugas, sangat membantu mencegah perburukan bahkan kematian pasien.
"Intinya isoter ini betul-betul tempat untuk memantau secara dini sehingga melimitasi angka kejadian kesakitan atau perburukan bahkan kematian," kata Tugas Ratmono, dalam talk show yang disiarkan akun Youtube BNPB Indonesia, Kamis (2/9/2021).
Baca : Penanganan Covid-19, Pasien Diarahkan Masuk Isolasi Terpusat
Dia khawatir jika pasien memaksakan melakukan isolasi mandiri di rumah, pemburukan tidak dapat dicegah.
Terkait penanganan pasien Covid-19, Koordinator RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Mayjen TNI Tugas Ratmono mengajak pasien untuk bersedia menjalani isolasi terpusat (isoter).Isoter, ujar Tugas, sangat membantu mencegah perburukan bahkan kematian pasien.
"Intinya isoter ini betul-betul tempat untuk memantau secara dini sehingga melimitasi angka kejadian kesakitan atau perburukan bahkan kematian," kata Tugas Ratmono, dalam talk show yang disiarkan akun Youtube BNPB Indonesia, Kamis (2/9/2021).
Baca : Penanganan Covid-19, Pasien Diarahkan Masuk Isolasi Terpusat
Dia khawatir jika pasien memaksakan melakukan isolasi mandiri di rumah, pemburukan tidak dapat dicegah.
"Kalau isoman itu pendeteksian dan pendampingannya kurang. Ketika terjadi pemburukan, dibawa ke rumah sakit, harus langsung masuk ICU. Tapi kalau dipindahkan ke isoter tentu ada deteksi dini dan pendampingan," jelasnya.
Selain untuk mencegah pemburukan pada pasien, keberadaan fasilitas isoter juga mencegah penularan virus kepada anggota keluarga di rumah. Menurut Tugas, kondisi rumah yang tidak memadai berpotensi menciptkan klaster keluarga.
"Maka tidak heran jika di suatu wilayah angka penularan jadi tinggi karena penularan dari isoman. Satu rumah tidak melakukan protokol kesehatan, sehingga ada penularan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Alexander Kaliaga Ginting meminta posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) aktif berkoordinasi dengan puskesmas agar mengevakuasi pasien isoman ke isoter atau rumah sakit.
"Kalau dipindah ke isoter, ini akan ada deteksi dini dan pendampingan," imbuhnya.
Satgas mencatat angka rata-rata keterpakaian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) nasional untuk ruang isolasi Covid-19 sudah turun signifikan hingga 25,04 persen.
Diubah oleh harbisindo 03-09-2021 15:58
dewimetal dan nomorelies memberi reputasi
2
809
4
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.7KThread•59.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya