Kaskus

News

harbisindoAvatar border
TS
harbisindo
Misi Inggris di Kabul Tinggal Hitungan Jam, Siapa ISIS Khorasan?
Misi Inggris di Kabul Tinggal Hitungan Jam, Siapa ISIS Khorasan?

Bisnis, JAKARTA– Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan hanya ada "beberapa jam" tersisa dalam misi Inggris untuk membantu orang-orang melarikan diri dari Taliban.

"Fakta yang menyedihkan adalah tidak semua orang akan keluar," kata Wallace pada Jumat (27/8/2021) kepada Sky News yang dikutip BBC.

Tidak ada lagi orang yang akan dipanggil untuk pergi ke bandara, katanya, seraya menambahkan bahwa Inggris telah menutup Baron Hotel, tempat berkumpulnya mereka yang ingin terbang ke Inggris. Ancaman serangan lebih lanjut di sekitar bandara Kabul akan meningkat saat pasukan Barat semakin dekat untuk pergi, kata Wallace.

"Narasinya akan selalu, saat kita pergi, kelompok-kelompok tertentu seperti ISIS [Negara Islam Irak & Suriah] ingin mengajukan klaim bahwa mereka telah mengusir AS atau Inggris." 

Ditanya bagaimana sejarah akan mengingat keterlibatan Barat di negara itu, Wallace mengatakan bahwa "Anda tidak memperbaiki masalah seperti Afghanistan".

"Barat tampaknya berpikir itu masuk, melakukan beberapa hal dan semuanya akan baik-baik saja," ucapnya.

"Anda tidak memperbaiki masalah seperti Afghanistan, ribuan tahun pertempuran suku, perang. Anda mengelolanya dan jika Anda ingin terlibat dalam pembangunan nasional atau mendukung suatu bangsa, Anda mungkin sebaiknya melakukannya sebagai badan internasional dan Anda harus siap untuk berada di sana untuk jangka panjang."

Baca : PBB Kecam Serangan Bom di Afghanistan

Negara Islam Khorasan (ISIS-K) mengaku berada di balik ledakan kembar di bandara Kabul yang dalam perkembangan terakhir disebutkan menewaskan 90 orang dan melukai lebih dari 150 orang.

Siapa kelompok ini dan apa tujuan mereka? Koresponden BBC Frank Gardiner mengatakan kelompok itu adalah yang paling ekstrem dan kejam dari semua kelompok militan jihad di Afghanistan. Ini adalah afiliasi regional dari kelompok yang menamakan dirinya Negara Islam dan aktif di Afghanistan dan Pakistan.

Kelompok tersebut telah disalahkan atas beberapa kekejaman terburuk dalam beberapa tahun terakhir, menargetkan sekolah anak perempuan, rumah sakit, dan bahkan bangsal bersalin wanita hamil, bayi, dan perawat ditembak mati.

Mereka adalah bagian dari jaringan ISIS global yang berusaha melakukan serangan terhadap target Barat, internasional, dan kemanusiaan di mana pun mereka dapat menjangkau mereka.

ISIS-K memiliki hubungan dengan Taliban melalui pihak ketiga, jaringan Haqqani. Namun, mereka memiliki perbedaan besar dengan Taliban, yang mereka tuduh meninggalkan Jihad dan medan perang demi penyelesaian damai yang dinegosiasikan. Pejuang ISIS sekarang mewakili tantangan keamanan utama bagi pemerintah Taliban yang akan datang.






Diubah oleh harbisindo 27-08-2021 15:50
0
664
2
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
Berita Luar Negeri
KASKUS Official
82.2KThread21.1KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.