- Beranda
- Berita Luar Negeri
Protes Anti-Taliban, 3 Tewas, Warga Diminta Kembali Bekerja
...
TS
harbisindo
Protes Anti-Taliban, 3 Tewas, Warga Diminta Kembali Bekerja

Bisnis, JAKARTA– Tiga orang dilaporkan tewas ketika terjadi protes anti-Taliban di Jalalabad, Afghanistan, di tengah upaya mendorong kembali masyarakat untuk kembali bekerja agar menggerakkan lagi roda perekonomian. Dua saksi dan satu mantan polisi mengatakan anggota Taliban mengeluarkan tembakan ketika warga berusaha memasang bendera Afghanistan di lapangan pada Rabu (18/8/2021). Akibatnya, tiga orang tewas dan belasan orang terluka. Juru bicara Taliban belum bisa dihubungi untuk dimintai komentarnya. Peristiwa itu terjadi setelah Taliban mengambil alih kekuasaan dan negara-negara Barat bergegas mengevakuasi warga mereka dari bandara Kabul yang kacau.
Ribuan orang berusaha meninggalkan negara itu karena takut dengan kembalinya hukum dan aturan keras seperti yang pernah diberlakukan Taliban saat kelompok itu dulu berkuasa. Pemerintah baru yang akan menggantikan pemerintahan Presiden Ashraf Ghani, yang mengasingkan diri ke Uni Emirat Arab, kemungkinan akan berbentuk dewan penguasa yang diketuai pemimpin tertinggi Taliban Haibatullah Akhundzada, kata anggota senior kelompok itu.
Namun, Afghanistan tak akan menjadi negara demokrasi. "Hukum syariah dan hanya itu," kata Waheedullah Hashimi, komandan senior Taliban, tentang aturan yang akan diterapkan.Hashimi mengatakan peran kaum perempuan, termasuk hak mereka untuk bekerja dan belajar, dan bagaimana mereka seharusnya berpakaian, akan diputuskan oleh dewan pakar.
"Mereka akan memutuskan apakah perempuan sebaiknya memakai hijab, burkak, atau hanya kerudung plus abaya atau lainnya, atau tidak. Itu terserah mereka [dewan]," lanjutnya.
Baca : Kuasai Afghanistan, Taliban Kembangkan Diplomasi Damai
Taliban, yang terakhir berkuasa 20 tahun lalu, juga dilaporkan meminta warga yang ketakutan untuk kembali bekerja. Taliban ingin menghidupkan kembali ekonomi negara yang hancur. Seorang saksi mata melaporkan anggota-anggota Taliban yang bersenjata bahkan mengetuki pintu di kota-kota di seluruh Afghanistan pada Rabu. Kehancuran yang meluas selama perang 20 tahun antara pasukan pemerintah yang didukung Amerika Serikat dan Taliban, nilai mata uang yang jatuh, serta kurangnya persediaan dolar merupakan pemicu krisis ekonomi di negara itu.
Dalam konferensi pers pertama Taliban sejak kelompok itu merebut Ibu Kota Kabul, Taliban pada Selasa (17/8/2021) menjanjikan perdamaian, kemakmuran, dan tampaknya akan meninggalkan aturan sebelumnya yang melarang perempuan bekerja. Tetapi banyak orang tetap waspada. Wasima, 38 tahun, mengatakan dia terkejut ketika tiga anggota Taliban yang sambil memegang senjata mengunjungi rumahnya di kota barat, Herat. Taliban menanyai Wasima tentang pekerjaan dari gaji yang diterimanya dari sebuah organisasi bantuan, juga menyuruhnya untuk kembali bekerja.
Sebanyak 12 orang mengatakan kepada Reuters bahwa ada kunjungan mendadak dari Taliban dalam 24 jam terakhir, mulai dari Ibu Kota Kabul sampai ke Lashkar Gah di selatan dan Mazar-i-Sharif di utara. Mereka tidak ingin memberikan nama lengkap mereka, karena takut akan pembalasan. Selain mendorong orang untuk bekerja, beberapa orang mengatakan bahwa mereka juga merasa bahwa pemeriksaan tersebut dirancang untuk mengintimidasi dan menanamkan rasa takut pada kepemimpinan baru.
Seorang juru bicara Taliban belum menanggapi permintaan komentar soal kunjungan tersebut. Banyak tempat usaha di Kabul tetap tutup dan sebagian besar kota telah ditinggalkan sejak Taliban merebut kota itu pada Minggu pada akhir serangan kilat di seluruh negeri. Satu-satunya lalu lintas utama di ibu kota yang padat adalah di bandara, tempat orang-orang mencoba melarikan diri dari negara itu dengan penerbangan evakuasi diplomatik, kata penduduk. Sebanyak 17 orang terluka di bandara pada Rabu, dan Taliban mengatakan mereka melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan massa.
Diubah oleh harbisindo 19-08-2021 15:57
0
376
1
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
82.1KThread•20.7KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya