Kaskus

Hobby

fran209Avatar border
TS
fran209
Legenda Desa Pesugihan (Bagian 3)
Legenda Desa Pesugihan (Bagian 3)
(Dokumen Pribadi)


Keesokan harinya pak Arifan menjalankan nasihat dari mbah Kung untuk mengadakan selamatan desa massal bersama seluruh warga di kampung itu.

Dari kejadian itu pula anak-anak usia dini dilarang oleh orang tuanya keluar rumah waktu surup jika tujuannya tidak bermanfaat. Anggapan warga setempat tentang larangan metu surup-surup (keluar menjelang petang) menjadi mitos yang sangat diyakini dan bertahan sampai sekarang.

Kada jika ada yang melanggar pamali (larangan) tersebut terkena ganggunan mahluk halus. Sekalipun tidak sampai terjadi seperti kejadian yang dialami Agus. Biasanya anak-anak nakal yang keluar waktu menjelang petang sering terkena gangguan demam dan lain-lain.

Sementara itu, Kedua orang tua Agus tetep mencari orang pintar seperti yang disarankan oleh mbah Kung, agar Agus kembali sadar.

Pencarian orang pintar dengan ilmu tinggi pun dimulai. Bapak Agus, Sutarji, dibantu sang Paman mulai pergi kearah selatan dipulau jawa. Konon, Jauh diselatan sana, menurut Masyarakat setempat hiduplah seorang kakek yang mempunyai kemampuan untuk mengusir makhluk halus.

Sutarji pun mendengarkan penuturan dari masyarakat setempat, tanpa pikir panjang dia bersama sang Paman berangkat mencari kakek yang dimaksud itu.

Setelah sekitar satu hari perjalanan Sutarji, sampai disebuah desa kecil yang terletak diselatan pulau jawa. Jalan berbatu, hutan belantara terpaksa Sutarji lalui demi bertemu dengan Kakek itu.

Sesampainya dirumah kakek, yang semua petunjuk didapat dari masyarakat setempat, Sutarji pun melontarkan salam sembari mengetuk pintu.

Setelah tiga kali melontarkan salam, terdengarlah jawaban dari dalam rumah yang kecil itu. Kakek pun keluar, dan mempersilahkan Sutarji dan sang Paman duduk ditempat yang disediakan.

Tidak menunggu waktu lama, Sutarji segera menceritakan maksud dan tujuannya datang ketempat tinggal kakek itu. Kakek itupun mendengarkan penuturan dari Sutarji.

Selesai Sutarji bercerita, kakek pun meresponnya.

"Nak, mendengar ceritamu, pasti kamu bukan orang dekat sini, dari manakah asalmu?" tanya Kakek.

"Saya berasal dari desa Ratu Asri, mbah," jawab Sutarji

"Ooo Ratu Asri ya, tidak heran aku mendengar ceritamu jika kamu berasal dari desa itu," kata Kakek itu, seakan-akan tau banyak hal tentang desa Ratu Asri.

Sutarji tidak berkata-kata, namun saling pandang dengan sang Paman membuktikan keheranan mendengar respon sang Kakek ketika mendengar desa Ratu Asri. Apa sebenarnya yang tersembunyi didesa terpencil itu?

"Tempat tinggalmu itu, dulunya merupakan tempat orang-orang melakukan ritual, baik itu pesugian, pengasihan dan lain-lain," lanjut sang Kakek yang membuat Sutarji dan Sang Paman semakin keheranan.

"Dan Anakmu itu adalah salah satu yang dijanjikan kepada makhluk halus untuk dijadikan tumbal," lanjut sang Kakek.

Sutarji semakin tidak paham dan semakin ketakutan mendengar penuturan sang kakek. Sutarji hanya bertanya-tanya dalam hati, 'Anakku sudah dijanjikan, siapa yang tega menjanjikan anakku untuk dijadikan tumbah, apa salahku' batin Sutarji terus bertanya-tanya dengan hati yang terpukul.

"Rupanya rencana itu benar-benar dijalankan," Grutu Sang Kakek, yang membuat suasana semakin mencengkram.

Sutarji semakin bingung apa yang harus diperbuat demi kesayangannya itu. Sang Kakek pun tak mengeluarkan kata-kata dalam waktu yang cukup lama, membuat Sang Paman bertanya.

"Kek kira-kira rencana apa yang kakek maksud," tanya Paman

Sang Kakek pun tidak menjawab, dia hanya menyuruh mereka untuk segera menemukan tiga orang lagi dari arah Timur, Barat dan Utara.

"Nanti kamu akan tau sendiri, sekarang cepatlah kalian mencari tiga orang pintar dari utara, timur dan barat setelah semuanya ditemukan, aku akan datang desa Ratu Asri," kata Kakek.

Sekali lagi Sutarji dan paman dibuat terkejut dengan ucapan sang Kakek yang seakan-akan tau maksud dan tujuan Sutarji selama ini. Sutarji tidak mampu berkata-kata ia hanya terdiam dan diam-diam membenarkan terhadap perkataan sang Kakek.

Seperti saran sang Kakek, Sutarji dan sang Paman mulai berpamitan untuk pulang. Diperjalanan pulang meninggalkan desa kecil itu, Sutarji terus memikirkan apa yang sebenarnya terjadi dengan desa Ratu Asri? Siapakah yang menjanjikan anaknya itu kemudian rencana apa yang dimaksudkan Sang Kakek.

Pertanyaan itu terus terngiang-ngiang dipikiran Sutarji disepanjang perjalanan pulang, tak terasa pun matahari mulai gelap. Sementara motor Sutarji terus melaju untuk mencari Orang pintar selanjutnya.
Diubah oleh fran209 04-08-2021 07:41
0
729
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Supranatural
Supranatural
KASKUS Official
15.9KThread14.8KAnggota
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.