- Beranda
- Supranatural
(Lanjutan) Agus Tetap Tak Sadarkan Diri. (Bagian 3)
...
TS
fran209
(Lanjutan) Agus Tetap Tak Sadarkan Diri. (Bagian 3)

(Dokumen Pribadi)
Setelah lama diperjalanan, mbah Kung dan Yanto pun sampai di tempat Agus pingsan, kedua mata mbah Kung terbelalak saat merasakan suasana dan kuatnya aura mistis disekitar Agus dan teman-temannya.
“Cepat bawa agus ke tempat yang terang, dia kerasukan jin pohon kelapa yang sering di jadikan tempat pesugihan,” mendengar mbah Kung berkata begitu semua teman-teman Yanto melotot semakin ketakutan, karena mereka semua paham tentang keganasan jin pohon kelapa.
“Ayok cepet bawa agus jangan sampai bertambah malam,” kembali mbah Kung memperingati.
Semua teman-teman Yanto pun mengangkat badan Agus yang lemas itu, namun sesekali tubuh Agus kejang-kejang membuat orang yang mengangkat tubuh Agus semakin ketakutan.
Dipercepatlah langkah mereka, mengingat perjalanan dari lapangan ke rumah penduduk setempat membutuhkan waktu sekutar 10 menit-an. Semua teman-teman Yanto tidak menginginkan sesuatu yang lebih buruk terjadi pada temannya itu.
Sepuluh menit sudah berlalu mereka semua pun sampai ke salah satu rumah penduduk terdekat dengan lapangan. Rumah tersebut merupakan kediaman pak Arifan seorang kepala kampung disana. Mbah Kung pun mengetuk pintu rumah pak Arifan sembari memanggil namanya.
“Dik rifan…. Buka pintunya,” kata mbah Kung sambil mengetuk pintu.
Tidak lama kemudian pun pak Arifan membukakan pintu rumahnya. Dia terkejut melihat Agus tergeletak tak berdaya.
“Kenapa agus mbah?” tanya Arifan .
“Sepertinya dia kerasukan jin penunggu pohon kelapa itu, kamu cepetan ambil sepotong bambu kuning sebelum terlambat,” kata mbah Kung mendesak
“Duhh gawat ini” ujar pak Arifan sambil melangkahkan kakinya untuk melaksanakan perintah mbah Kung.
Semua orang yang disana sangat mencemaskan keadaan Agus, apalagi mbah Kung yang sangat mengetahui keganasan jin penunggu pohon kelapa. Banyak korban berjatuhan setelah di rasuki jin tersebut.
Konon sedikit sekali orang yang selamat dari keganasan jin penunggu pohon kelapa. Jin itu begitu haus akan daras karena sejak awal keberadaan jin tersebut selalu dimanja dengan seringnya ritual pesugihan yang dilakukan di pohon kelapa tempat jin itu bersarang.
“Kalian terus panjatkan doa untuk keselamatan Agus,” kata mbah Kung terdengar sangat wibawa ketika meminta teman-teman Agus.
Yanto dan teman-temannya pun mengikuti perintah mbah Kung. Mereka semua komat kamit membacakan doa berharap Agus selamat.
“Ini mbah, bambu kuningnya” kata Arifan sembari menyodorkan bambu kuning pesanan mbah Kung
“Lama sekali kamu dik?” ketus mbah Kung.
“Maaf mbah barusan saya seperti ada yang mukul dan membuat saya jatuh,” kata Arifan membela diri.
“Sepertinya jin yang merasuki Agus semakin marah, sulit sekali mengeluarkan jin dalam tubuh seseorang jika jinnya marah, tenaganya bisa bertambah 10 kali lipat,” ujar mbah Kung mulai khawatirkan Agus.
Begitu bambu kuning berada ditangan mbah Kung, kakek berusia 60 tahuan itu pun mulai melakukan sesuatu. Mbah Kung kembali minta tolong sama Arifan untuk mengambil satu gelas air putih.
Setelah air putih sudah berada di depannya, mbah Kung pun mulai membacakan doa-doa berbahas jawa kuno untuk mengusir jin. Salah satu doa yang yang mbah Kung lontarkan adalah kalimo sodo.
Mbah Kung memegang bambu kuning dengan posisi diberdirikan diatas gelas yang berisi air putih itu, sesekali menggoyangkannya kekanan atau pun kekiri.
Semua mata orang-orang yang ada disana tertujuh pada mbah Kung, namun mereka semua tidak tau apa yang dilakukan mbah Kung. Beberapa saat kemudian mbah Kung pun membuka mata serta menghentikan gerak bibirnya yang membacakan doa. Sejenak mbah kung menghela napas panjang, dengan raut wajah sedikit bersedih.
Arifan yang menangkap mimik wajah sedih mbah kung pun bertanya “Mbah gimana keadaannya agus?” tanya Arifan.
“Dik Rifan, besok kamu umumkan kepada seluruh warga kampung ini untuk melakukan selametan desa, makhluk itu kembali berkeliaran di desa kita. Jika tidak ingin ada korban yang jatuh lagi, secepatnya kita semua harus melakukan slametan. Dan kalian semua perlu tahu bahwa desa kita dulunya merupakan tempat pesugihan, hampir seluruh warga yang ada disini dulu melakukan pesugihan yang bertempat di pohon kelapa terakhir dari barisan pohon kelapa itu. Dan juga jangan lupa bahwa anak-anak di bawah usia 17 tahun sangat di anjurkan untuk tidak keluar pada waktu surup (menjelang petang). jika tidak melakukan hal-hal yang bermanfaat sebaiknya tinggal dirumah saja dengan berdoa dan menbaca sholawat,” jelas mbah Kung mengingatkan Arifan sebagai pak Kampung.
“Terus bagaimana dengan agus mbah?” Tanya Arifan sekali lagi.
“Agus belum mati tapi sulit sekali untuk menyadarkannya, mungkin Agus bisa disadarkan kembali dengan 4 orang para normal yang ilmunya tingkat tinggi dan keempat para normal tersebut haruslah dari semua arah mata angin (timur, barat, utara dan selatan,” kata mbah Kung
Semua orang yang berada disekitar Agus sangat sedih, mereka semua juga bingung bagaimana mengabarkannya kepada kedua orang tua Agus. Pasti tangis yang akan ditemui melihat Agus lemas tak berdaya.
Namun apalah daya sebagai seorang pak kampung Arifan dengan segenap keberanian mendatangi keluarga Agus dan mengabarkan sesuatu yang tidak diinginkan menimba agus, Arifan juga memberi tahukan cara menyadarkan agus yaitu dengan cara mendatangkan minimal 4 para normal tingkat tinggi dari berbagai arah.
Kedua orang tua Agus pun mencermati arahan dari pak kampung, dan sangat berharap secepat mungkin untuk menemukan seorang para normal dengan ilmu yang tinggi seperti yang di sarankan pak kampung.
Seperti harapan di ujung tanduk, orang tua Agus tidak bisa berbuat apa-apa lagi kecuali berdoa dan mencari orang pintar sesuai arahan pak Arifan. Tanpa terasa pun Air mata orang tua Agus mengalir membasi pipinya.
Dia tidak tau apa yang akan terjadi jika Agus tidak bisa sadarkan.
0
883
0
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Supranatural
15.9KThread•14.7KAnggota
Komentar yang asik ya