- Beranda
- Kids & Parenting
Tips Meningkatkan Kreativitas Anak, Bermainlah Seperti Anak Kampung !
...
TS
manusiagatek
Tips Meningkatkan Kreativitas Anak, Bermainlah Seperti Anak Kampung !

Banyak yang mengatakan anak itu ibarat kertas putih yang dia akan menjadi biru jika diwarnai biru, menjadi kuning jika diwarnai kuning dan sebagainya. Percaya atau tidak, ini memang benar karena anak adalah makhluk peniru terbaik. Anak akan meniru lingkungan tergantung dimana ia berada dan siapa yang mengasuhnya. Terlebih masa-masa terbaik anak atau istilah kerennya golden age anak berkisar antara 1 hingga 5 tahun.
Pada masa ini, kemampuan otak anak sangat luar biasa dimana ia akan menyerap banyak informasi berdasarkan apa yang dilihatnya dan apa aktivitasnya. Nah, ini adalah kesempatan terbaik bagi orangtua untuk memaksimalkan daya serap otak anak. Orangtua harus tahu, memaksimalkan kesempatan ini di usia golden age akan bermanfaat mencerdaskan otak dan memicu daya kreativitas.
Di zaman modern ini, dimana segala fasilitas teramat sangat memadai, sangat memungkinkan bagi orang tua mana saja memberikan kesenangan-kesenangan yang barangkali dianggap menyenangkan hati anak sekaligus meningkatkan kreativitas. Apalagi di zaman kemajuan teknologi digital seperti sekarang ini banyak orangtua yang memberikan fasilitas smart phone dengan berbagai aplikasi edukasi bagi anak. Konon katanya aplikasi-aplikasi "olahraga jari" ini mampu meningkatkan kreativitas anak.
Ada juga orang tua yang cenderung membelikan banyak mainan yang serba modern, jalan-jalan ke berbagai tempat menarik, atau bahkan sekedar nonton tayangan edukasi di rumah dan lain sebagainya. Namun, bagi saya meningkatkan kreativitas anak adalah bermain seperti bermainnya anak kampung bukan bermain "olahraga jari" di depan smartphone seperti kebanyakan anak kota. Saya kira smartphone tidaklah salah, tetapi tentu ada waktunya, pada usia berapa seorang anak sudah layak memegang smartphone.
Permainan anak kampung seperti apa sih yang bisa ditiru anak kota untuk meningkatkan kretaivitas anak? Simak tips ala saya seperti berikut ini:
Apa sajakah itu? Penasaran? Iya dong, masa tidak!!
1. Tidak membelikan mainan
Jika banyak orang tua membelikan banyak mainan yang mahal, maka saya tidak. Apakah saya orang tua yang pelit?? Ah bukan begitu gan sis. Mainan mahal atau mainan murah pada akhirnya sama -sama akan rusak di tangan anak anda. Jikapun tidak rusak, anak biasanya akan bosan dalam beberapa hari atau paling lama dua minggu. Benar tidak?
Jika agan sista pernah main ke kampung, coba perhatikan anak-anak kampung terampil dan terbiasa membuat mainannya sendiri. Mereka membuat mobil-mobilan dari kulit jeruk dan pelapah pepohonan. Mereka juga bisa membuat pedang-pedangan dari janur. Juga, membuat pistol-pistolan dari pelepah pisang, dan masih banyak lagi. Anak kota barangkali jarang yang bisa membuat mainan dari alam seperti ini.
Sebagai orang yang tinggal di kota, cara bermain seperti ini yang saya adaptasi. Namun, kekayaan alam di kota tidak seperti di kampung maka saya mensiasatinya dengan membuat mainan sendiri dari barang bekas yang ada di sekitar. Bisa jadi dari kardus bekas, stik es krim dan sebagainya. Membuat mainan sendiri dari barang bekas akan merangsang daya imajinasi dan [url=anak][/url]kreativitas anak . Jangan ditanya mengapa, karena sudah jelas membuat suatu produk tentu membutuhkan daya imajinasi dan kreativitas.
Tak peduli hasilnya akan bagus atau tidak, sebab semua tergantung dari keterampilan tangan anak. Yang pasti, orangtua harus ikut membimbing dalam proses ini. Manfaat lainnya dari kegiatan ini adalah melatih motorik halus anak. Salah satu ciri anak yang memiliki motorik halus yang baik yaitu tulisan tangannya rapi, mampu melipat pakaian dengan rapi, genggaman tangannya kuat, dan lain sebagainya. Guru TK pasti paham ini.
Ini dia hasil kreativitas anak di rumah, membuat wadah sisir.

2. Main tanah atau air
Untuk case yang satu ini, bermain kotor di alam ala anak-anak kampung bagi beberapa orangtua barangkali kegiatan yang "menjijikan" karena becek dan kotor dan pastinya "ribet" saat membersihkan bekasnya. Tapi, sadarkah bermain-main dengan alam seperti main tanah, air, manjat pohon dan sebagainya secara alami disukai seluruh anak-anak. Sadarkah kita, anak-anak kampung memiliki daya tahan tubuh lebih kuat dibanding anak-anak kota yang mainnya bersih tanpa berkenaan dengan alam? Barangkali permainan dengan alam inilah rahasianya. Agan sista waktu kecil main suka main tanah atau air juga kan?
Berhubung zamannya sekarang corona lagi naik daun, yah kolam ikan di rumah pun terpaksa dipakai berenang juga. Bekasnya memang becek, kotor, berantakan tapi anak-anak menyukai kegiatan ini.

3. Melukis
Untuk melukis memang tak perlu bakat melukis sebab kegiatan ini ditujukan buat melatih daya kreatifitas dan imajinatif anak. Anak-anak pun akan menyukainya, apapun hasilnya. Peralatan yang diperlukan pun tak banyak. Cukup kanvas rp.60,000 yang ukuran besar, cat minyak bisa beli satuan per botolnya Rp. 10,000 dan kuas. Nah, agan sista bisa langsung eksekusi.


Atau jika tak ada alat melukis, agan sista bisa menggambar di buku. Coba, anak kecil mana yang tidak suka corat-coret di tembok rumah? Nah, daripada menggambarnya di tembok rumah, bagaimana jika diarahkan menggambarnya di buku?

4. Bercerita atau membaca buku
Paling tidak orang tua harus membelikan buku cerita bergambar untuk anak. Anak-anak sangat menyukai buku cerita bergambar dan full color. Jika tak ada buku cerita, orang tua juga bisa mendongeng tanpa buku. Kegiatan ini sering saya lakukan kepada anak-anak dari kecil. Menurut penelitian anak yang sering dibacakan buku atau mendengarkan dongeng akan memiliki otak yang cerdas.
Jika dibandingkan dengan menonton TV, bercerita atau membaca buku membuat otak anak lebih aktif. Sementara itu, menonton TV membuat otak berada dalam kondisi pasif. Membaca buku atau mendongeng memaksa otak anak berimajinasi dan karenanya otak lebih aktif.
5. Memelihara hewan
Anak kecil mana sih yang tak suka hewan? Hampir semua anak pada umumnya menyukai hewan. Bagi anak-anak hewan seperti mainannya dan karenanya bagi mereka memelihara hewan sangat mengasyikan dan seru.
Tidak hanya sampai disitu, memelihara hewan salah satu kegiatan yang dapat membentuk karakter anak. Pembentukkan karakter anak dari kegiatan ini salah satunya membentuk sikap bertanggung jawab dan rasa empati. Ketika memelihara hewan anak akan dituntut bertanggung jawab seperti memberinya makanan secara rutin dan terpola serta membersihkan kandangnya.
Tips dari saya sekian dulu ya. Semoga bermanfaat buat agan sista. Selamat mengasuh anak.
cheria021 memberi reputasi
1
2.2K
2
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Kids & Parenting
4.2KThread•6KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya