TS
johndearc
Sineas Korea Mulai Banyak Terlibat di Produksi Film Multinasional
Belakangan semakin banyak produser dan investor film asal Korea Selatan yang ikut ambil bagian berpartisipasi dalam proyek film multinasiona. Ya, hal itu kian didukung dengan reputasi negara tersebut yang kian dipandang di kancah perfilman global.Film horor berjudul "The Medium" misalnya. Film ini adalah kolaborasi dua negara yakni Korea Selatan dan Thailand. Project film tersebut mempertemukan master horor dari kedua negara, Na Hong-jin dari "The Wailing" (2016) dan Banjong Pisanthanakun dari "Shutter" (2004).
Na Hong Jin ambil bagian menulis cerita asli film tersebut, sekaligus bertindak sebagai produser dalam proyek film Korea-Thailand. Ia dibantu oleh studio produksi Korea Northern Cross dan distributor Showbox untuk menggarap film horor ini. Sedangkang, Pisanthanakun diminta untuk memimpin pembuatan film di Thailand, dengan melibatkan aktor dan aktris lokal Nailya Gulmongkolpech dan Sawanee Utoomma.
Tak mau ketinggalan, CJ ENM, unit hiburan dari besar Korea Selatan CJ Group, akan memproduksi film drama "Broker" (judul sementara), yang sekarang dalam tahap pasca produksi, dengan menggandeng penulis Jepang Hirokazu Kore-eda. Di proyek inilah kali pertama, sutradara Jepang, pemenang Cannes's Palme d'Or untuk "Shoplifters" tahun 2018 itu, mengambil alih proyek berbahasa Korea. Dimana semua biaya produksi disokong oleh sebuah perusahaan Korea. Yang lebih wah-nya lagi para aktor kawakan Korea, seperti Song Kang-ho, Kang Dong-won hingga Bae Doo-na akan meramaikan film dua negara itu.
Tak hanya itu, proyek multinasional lain adalah keterlibatan pembuat film Kazakh-Rusia, Timur Bekmambetov dalam komedi romantis Korea berjudul "Longdi". Film tersebut diproduksi oleh studio Korea 12 Journey. Untuk urusan film, nama Bekmambetov tak perlu diragukan lagi. Ia telah menyutradarai dan memproduksi sejumlah film terkenal, termasuk film thriller aksi "Wanted" (2008) dan film thriller misteri "Searching" (2018).
Hal semacam ini bukanlah hal baru bagi pembuat film Korea. Utamanya bagi para sutradara terkemuka. Adalah sebuah hal yang biasa, saat ada sineas Korea tampil untuk berpartisipasi dalam proyek film beranggaran besar yang dipimpin oleh studio film asal Amerika dan Inggris.
Bong Joon-ho misalnya, ia sempat menyutradarai film petualangan "Okja" (2017), yang diproduksi oleh Plan B Entertainment dari Amerika Serikat dan ditayangkan dilayanan streaming film Netflix. Kemudian ada sutradara Kim Jee-woon yang melakukan debutnya di AS dengan film thriller aksi "The Last Stand" (2013). Kim Jee-woon mulai mendapat pengakuan dunia setelah memproduksi film aksi "The Good, The Bad, The Weird" (2008) dan film thriller "I Saw the Devil" (2010).
Kendatipun begitu, tak dapat dipungkiri jika beberapa tahun terakhir, semakin banyak pembuat film Korea memainkan peran penting dalam mengembangkan dan memproduksi proyek film multinasional.
Agaknya, sinema Korea kini telah memasuki masa kejayaannya dan telah menarik perhatian global. Dari "Parasite" yang berhasil memenangkan Oscar dan Palme d'Or hingga kemenangan manis Youn Yuh-jung di film "Minari". Aktris Youn Yuh Jung bahkan juga berhasil mencetak sejarah menjadi orang Korea Selatan pertama yang memenangkan piala Oscar di bidang akting.
Sumber: 1
Foto: A24, CJ ENM
0
165
0
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Kekoreaan
10.8KThread•2.8KAnggota
Komentar yang asik ya