Kaskus

Food & Travel

ediptyaaAvatar border
TS
ediptyaa
PAPUMA (Pasir Putih Malikan)
PAPUMA (Pasir Putih Malikan)

Pukul 5 pagi, dengan terkejut saya bangun dari tidur. Teman saya dengan semangat membangunkan saya yang sedang tertidur nyenyak, karena kami sudah berencana pergi piknik ke Pantai Papuma.

 
Pantai Pasir Putih Malikan atau yang biasa disingkat menjadi Pantai Papuma merupakan salah satu tempat wisata yang berada di sebelah selatan Kabupaten Jember, tepatnya Pantai Papuma ini berada di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan. Tempat wisata yang satu ini terkenal akan pasirnya yang putih dan lautnya yang berwarna biru.
 
Setelah menyiapkan barang-barang, setengah enam pagi kami berangkat dari rumah yang berada di daerah Kebonsari dengan mengendarai sepeda motor. Jarak dari rumah kami ke pantai ini lumayan jauh, kurang lebih perjalanan satu jam dengan kecepatan biasa alias santai.
 
Di tengah perjalanan, kami mampir di Warung Pecel Wonk Jenewa. Ya, Jenewa,  jauh bukan? Hehe. Pecel Wonk Jenewa sudah sangat terkenal di kota jember. Dengan harga sembilan ribu lima ratus, kita sudah bisa menikmati satu porsi nasi pecel yang enak. Di dalamnya ada nasi pecel itu sendiri yang dipadukan dengan tempe goreng, telur ayam, rempeyek, dan juga kerupuk.
 
Selepas membayar dua bungkus nasi pecel, kami pun melanjutkan perjalanan. Alangkah terkesimanya kami, ternyata jalanan di depan terhalang oleh kabut yang cukup tebal. Karena banyak warga sekitar yang mulai beraktivitas dan jalan aspal yang kami lalui banyak lubangnya, sehingga kami harus lebih berhati-hati. Beberapa kali motor yang kami tunggangi menghantam lubang yang cukup dalam sampai-sampai perut saya terasa sakit karena hantaman tadi.

Tak lama kemudian, sampailah kami di kawasan pantai. Ada dua jalur menuju ke Pantai Papuma. Jalur yang pertama lewat area sawah dan perkebunan, di depannya ada plang yang bertuliskan selamat datang. Lalu untuk jalur yang kedua ini melewati area Pantai Watu Ulo. Untuk jalur pertama tadi tidak dipungut biaya masuk, sedangkan jika lewat area Pantai Watu Ulo dikenakan tarif lima belas ribu rupiah untuk dua orang. Selanjutnya, di pintu masuk Pantai Papuma, kita akan dikenakan tarif dua puluh lima ribu rupiah per orang dan lima ribu rupiah untuk parkir kendaraan. Tarif akhir pekan dengan hari biasa berbeda, untuk hari biasa hanya dikenakan tarif dua puluh ribu saja per orang.
 
Untuk mencapai pantainya, pertama-tama kami harus melewati sebuah bukit. Pemandangan di atas bukit ini sungguh menakjubkan, dari atas terlihat pantai yang indah dari ujung ke ujung. Titik ini bisa dijadikan sebagai spotuntuk berfoto ria. Akan tetapi, di atas bukit ini juga ada penghuninya. Ada banyak sekali monyet-monyet yang berkeliaran dan seringkali berbuat usil. Para pengunjung diberi peringatan agar tidak memberi makan para monyet tersebut.
 
Setelah melewati bukit, hamparan pantai yang indah menyambut kedatangan kami, ada banyak sekali perahu milik nelayan yang sedang diparkir di bibir pantai. Kami berkeliling sebentar untuk mencari tempat yang nyaman untuk sarapan. Kami memilih tempat yang landai agar bisa menggelar tikar sebagai alas duduk. Sembari menyantap nasi pecel, saya pun melihat sekeliling. Terlihat banyak wisatawan lokal. Kebanyakan dari mereka adalah rombongan keluarga, tak sedikit juga ada rombongan remaja yang sedang asyik berfoto ria.
 
Tak berlangsung lama, nasi pecel pun habis. sambil menikmati hangatnya sinar matahari, saya berjalan menyusuri bibir pantai. Pantai Papuma ini memiliki banyak karang selayaknya pantai-pantai lain di selatan pulau jawa. Suara deburan ombak, ditambah semilir angin membuat saya menjadi lebih fresh. Kurang lebih satu jam kami berada di sini, tak lupa juga menyempatkan diri untuk mengambil beberapa foto sebagai dokumen pribadi.
 
Karena mulai panas, kami berpindah ke tempat, kami pindah ke pantai sebelahnya. Masih dalam satu kawasan, hanya perlu bergeser sedikit mengikuti jalan, akan ada pantai yang tidak kalah bagus. Pantai Papuma ada yang menghadap ke timur dan ada yang menghadap ke selatan. Karena langsung menghadap ke arah selatan, pantai yang ini memiliki ombak yang cukup besar. Di sepanjang pantai ini, pengunjung dilarang untuk mandi laut, karena dikhawatirkan akan tergulung ombak. Di ujung sana terlihat tebing tinggi yang langsung berhadapan dengan laut, seperti suasana di dalam film pikir saya.
 
Semakin siang, pengunjung semakin ramai. Kami yang sudah cukup lama berada di sini, akhirnya memutuskan untuk pulang. Pada saat perjalanan pulang, ternyata kami melewati pantai yang lebih memukau, untuk berfoto ria juga pemandangannya sangat mendukung. Mungkin ini pertanda bahwa saya harus ke sini lagi hehe.



Spoiler for Kabut:


Spoiler for Pantai:


Spoiler for Pantai:


Spoiler for Pantai:


Spoiler for Pantai:




Terimakasih sudah membaca thread ini
Silahkan mampir di blog saya
https://niskalagatra.blogspot.com/

Jangan lupa



emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Rate 5 Star

Diubah oleh ediptyaa 27-06-2021 20:36
citrachairunisaAvatar border
safanurapril020Avatar border
itarizqikaAvatar border
itarizqika dan 3 lainnya memberi reputasi
4
783
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Travellers
Travellers
KASKUS Official
24.2KThread19.3KAnggota
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.