Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Informasi! Mau Lindungin Keluarga Dari Penyakit Berbahaya? Daftar Webinar Ini Gan Sist!
19
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60cf313774a76e73b0391e8c/haruskah-kata-menyerah-dihilangkan--gimana-kalau-terus-berusaha-tapi-selalu-gagal
Lebih dari 700.000 orang meninggal dunia setiap tahunnya, 700.000 orang tersebut hanya kasus orang meninggal karena bunuh diri. Artinya, jika dalam satu tahun diasumsikan 360 hari, maka ada sekitar 1940 orang bunuh diri per hari. Menurut perhitungan WHO ( World Health Organization), ada satu orang bunuh diri setiap 40 detik di seluruh dunia.  Lama aku mengetik thread seperti ini sekitar 30 menit,
Lapor Hansip
20-06-2021 19:14

Haruskah Kata Menyerah Dihilangkan ? Gimana Kalau Terus Berusaha Tapi Selalu Gagal ?

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Haruskah Kata Menyerah Dihilangkan ? Gimana Kalau Terus Berusaha Tapi Selalu Gagal ?
Lebih dari 700.000 orang meninggal dunia setiap tahunnya, 700.000 orang tersebut hanya kasus orang meninggal karena bunuh diri. Artinya, jika dalam satu tahun diasumsikan 360 hari, maka ada sekitar 1940 orang bunuh diri per hari. Menurut perhitungan WHO ( World Health Organization), ada satu orang bunuh diri setiap 40 detik di seluruh dunia. 
Lama aku mengetik thread seperti ini sekitar 30 menit, artinya ada 45 orang bunuh diri di beberapa belahan dunia sana. Entah disebabkan apa, yang jelas dan yang pasti, mereka sudah menyerah pada kehidupan. 

Quote:Bunuh diri merupakan fenomena global yang bisa terjadi kepada siapa saja dan pada kondisi ekonomi apa saja. Bunuh diri menyumbang prosentase 1,3% berdasarkan penyebabnya dan berada pada urutan ke 17 pada tahun 2019. - WHO

Thread ini aku tulis untuk diriku sendiri yang pernah menyerah pada sesuatu dan mempertahankan sesuatu, yaitu hidupku.

Aku tidak akan menghakimi setiap orang yang memilih untuk mengakhiri hidup mereka sendiri. Aku tidak tahu sama sekali masalah hidup mereka, aku tidak tahu sama sekali tingkat toleransi mereka akan sesuatu yang mengganggu hidup mereka, aku tidak tahu sama sekali bagaimana mereka berjuang untuk menutupi kesedihan mereka, yang mungkin bagi orang lain atau aku sendiri, itu hal yang sangat remeh-temeh.

Quote:
Satu hal yang pasti, hidup setiap orang benar-benar berbeda dengan kondisi lingkungan yang berbeda, kondisi fisik berbeda, dan dengan kondisi mental yang berbeda pula.


Aku pernah benar-benar merasa sendiri dan benar-benar merasa pada posisi paling bawah. Seakan tidak ada sama sekali yang bisa membantu kecuali diriku sendiri. Aku tidak akan membiarkan seseorang menilai hidupku hanya karena tolak ukur kuantitasku "beribadah". Saat itu, Tuhan-pun seakan tidak ada di sekitarku.

Haruskah Kata Menyerah Dihilangkan ? Gimana Kalau Terus Berusaha Tapi Selalu Gagal ?

Jika ada yang bertanya, "Bagaimana bisa kamu merasa sendiri ? Tidak adakah keluargamu ? Tidak adakah teman disekitarmu ?", aku hanya bilang, "Itulah mengapa kamu tidak punya hak sama sekali menilai apapun tentang hidupku. Apalagi menilai hanya dari kuantitas ibadahku."

Iya, itulah fakta yang terjadi di sekitar lingkunganku, ketika sesuatu terjadi, hal paling mendasar yang mereka tanyakan adalah "Bagaimana ibadahmu ? Apakah kamu masih melakukan ini dan itu ?"

Quote:Saat itu juga bisa aku pastikan, aku tidak akan pernah cerita apapun tentang kondisiku kepadamu. Kondisi yang tidak akan pernah bisa kamu pahami.

Itu adalah sekilas kondisi mentalku saat itu. Saat aku merasa benar-benar sudah melakukan sesuatu dan tidak pernah menyerah. Dengan postur tubuh setinggi 167 cm, berat tubuhku pernah mencapai 39 kg. Pipiku nampak cekung dan kulit coklat kusam dengan wajah mencoba selalu tersenyum. 

Quote:
Sekarang senyumku sudah jarang nampak, kecuali saat berinteraksi dengan hewan atau orang terdekatku dan orang yang menurutku sangat berarti. 


Dengan kondisi seperti itu, aku yang saat itu masih bekerja sebagai koordinator lapangan di sebuah perusahaan pintu besi dan baja di Surabaya, untuk keperluan mengecek pekerjaan lapangan, aku sering sekali berada pada lantai 30 atau bahkan lebih. 

Foto SOHO Samator, Surabaya


Tidak jarang pula, aku memiliki pikiran untuk loncat dari situ. Seakan merasa tak sanggup untuk menjalani kondisiku saat itu. Setiap orang yang aku temui dan aku merasa mereka bisa membantuku, sama sekali tidak bisa membantuku dalam menemukan solusi. Meskipun, beberapa dari mereka lebih mengedepankan empati tanpa harus menghakimi posisiku. Aku sangat berterimakasih kepada mereka, termasuk istriku.
Aku sudah berusaha dan tidak menyerah pada permasalahan yang aku hadapi saat itu, namun yang jadi pertanyaanku saat itu, apakah menyerah boleh aku pilih saat itu ? Aku mencoba mencari jawaban itu sendiri sepenuhnya. Namun, menyerah yang seperti apa ? Jika bekas luka akan selalu ada selama hidupku ? Sedangkan orang pemberi luka ada ikatan darah denganku dan harus selalu aku temui dalam hidupku.
Quote:Menyerah itu bisa dan boleh untuk dipilih, namun bukan menyerah kepada kehidupan.

Keputusan terhadap sesuatulah yang bisa mendapatkan konsekuensi menyerah. Bukan menyerah terhadap kehidupan itu sendiri. 
Haruskah Kata Menyerah Dihilangkan ? Gimana Kalau Terus Berusaha Tapi Selalu Gagal ?



Quote:
Melihat fenomena di media sosial akhir-akhir ini, dimana banyak orang mudah sekali berkomentar kasar dan mengabaikan empati, sangat mengkhawatirkan.


Standard hidup masyarakat sekarang menjadi lebih tinggi. Selain disebabkan pengaruh media yang menyajikan banyak hal tentang kesuksesan pemuda pemudi di umur 20 sampai 30 an. Itu juga dikarenakan pengaruh lingkungan pergaulan. Atau bahkan tuntutan keluarga yang menaruh harapan setinggi langit terhadap anaknya. Banyak faktor yang menjadikan tingkat stress masyarakat sekarang ini sangat tinggi.
Quote:Salah satu yang menjadi "masalah" umum namun menampakkan diri seolah sebagai "solusi" adalah frasa "jangan menyerah."


Frasa ini seringkali menyakiti diriku saat berada pada titik terendah dan terus berusaha namun tak kunjung menemukan solusi. Jika yang dikatakan hanya frasa "jangan menyerah", lalu apa kegunaan dari kata "menyerah" itu sendiri ? Haruskah aku menghilangkan kata menyerah dari kamus hidupku ?
Quote:Semakin banyak membaca, semakin banyak berpikir, aku semakin tahu bahwa segala sesuatu tercipta untuk digunakan. Digunakan dengan bijaksana. 


Menimbang setiap hal, mana yang pantas ditinggalkan dan mana yang pantas dipertahankan. Mana yang menguntungkan dan mana yang merugikan, baik untuk diri sendiri dan sekitar.

Quote:Aku menyerah pada kondisiku saat itu, namun tidak pada hidupku. Banyak kebahagiaan yang bisa aku raih tanpa "kondisi" yang aku tinggalkan itu.


Terimaksih diriku, sudah bertahan sampai sejauh ini dan kamu harus terus bertahan hingga nyawamu dan fisikmu memang sudah tak bersatu lagi tanpa keputusanmu untuk memisahkannya.
Engkau sudah mendapatkan seorang yang benar-benar berarti dan layak untuk kau pertahankan dan kau cintai. Hiduplah dan terus berjuang. Istirahatlah jika engkau lelah. Berhentilah jika memang sesuatu itu memang tidak sanggup kau gapai. Bahagialah wahai diriku.emoticon-flower
--
Terimakasih sudah membaca.
Bahagia dan sehat selalu bagi pembaca.
Sumber opini pribadi & terlampir.



profile-picture
profile-picture
profile-picture
anton2019827 dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Haruskah Kata Menyerah Dihilangkan ? Gimana Kalau Terus Berusaha Tapi Selalu Gagal ?
20-06-2021 19:18
Give your time to bloom. emoticon-flower
0 0
0
Haruskah Kata Menyerah Dihilangkan ? Gimana Kalau Terus Berusaha Tapi Selalu Gagal ?
21-06-2021 11:54
menyerah bukan kata untuk orang-orang seperti kita. kalo emang udah gak bisa dijalani atau sudah cukup berjuang, kita ganti strategi untuk tetap berjuang.
yang penting tidak menyerah. semangat bre.
profile-picture
machin memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Haruskah Kata Menyerah Dihilangkan ? Gimana Kalau Terus Berusaha Tapi Selalu Gagal ?
21-06-2021 15:00
yang jadi pertanyaan berdasar:

Berhasil gagal itu berhasil apa gagal?

Nah, gw bilang juge ape. emoticon-Big Grin
profile-picture
machin memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Haruskah Kata Menyerah Dihilangkan ? Gimana Kalau Terus Berusaha Tapi Selalu Gagal ?
22-06-2021 12:26
Kadang juga bingung kenapa sih di lingkungan kita tolak ukur kesuksesan adalah prestasi akademik?

Bukankah kolaborasi, karya, menyelesaikan pekerjaan juga merupakan kesuksesan?

Mungkin karena persepsi dari kesuksesan itu tadi juga yang menjadi tekanan, padahal setiap orang kan punya kemampuan yang berbeda beda.

Harusnya ada sosok yang cukup berpengaruh dan punya jangkauan yang luas untuk merubah persepsi ini. Kita tidak seharusnya ditekan untuk menjadi yang bukan diri kita.

Btw nice thread gan...
profile-picture
machin memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Haruskah Kata Menyerah Dihilangkan ? Gimana Kalau Terus Berusaha Tapi Selalu Gagal ?
22-06-2021 15:41
Kerja keras kalau mengerjakan yang salah ya sama aja bohong. Kerja efektif tap mengerjakan yang benar baru bisa berhasil.

- Original Ane
0 0
0
Haruskah Kata Menyerah Dihilangkan ? Gimana Kalau Terus Berusaha Tapi Selalu Gagal ?
22-06-2021 23:28
Saya gak baca isinya tapi udah keliatan judulnya.saran saya sih jika apa yang di inginkan gak usah yang over banget .cukup sesuai kemampuan saja ...dari kemampuan akan memunculkan kemampuan yang baru
profile-picture
profile-picture
littlevan dan machin memberi reputasi
0 2
-2
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 6 balasan
Haruskah Kata Menyerah Dihilangkan ? Gimana Kalau Terus Berusaha Tapi Selalu Gagal ?
23-06-2021 17:49
Jangan berusaha, tetaplah menyerah.. eh
emoticon-Hammer2
0 0
0
Haruskah Kata Menyerah Dihilangkan ? Gimana Kalau Terus Berusaha Tapi Selalu Gagal ?
08-07-2021 17:04
Haruskah Kata Menyerah Dihilangkan ? Gimana Kalau Terus Berusaha Tapi Selalu Gagal ?
profile-picture
machin memberi reputasi
1 0
1
Haruskah Kata Menyerah Dihilangkan ? Gimana Kalau Terus Berusaha Tapi Selalu Gagal ?
15-07-2021 12:17
Semangat dan optimis
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
5-meter-persegi
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia