- Beranda
- Berita dan Politik
Manuver 5G Indosat (ISAT), Ciamik atau Gimik?
...
TS
deganijo001
Manuver 5G Indosat (ISAT), Ciamik atau Gimik?

Bisnis, JAKARTA— Indosat resmi menyusul Telkomsel menjadi operator telekomunikasi kedua pemegang izin komersialisasi 5G. Namun, solusi nyata dari teknologi baru itu masih dinanti untuk membuat publik yakin kehadirannya akan membawa perubahan dan bukan sekadar gimik.
Ketua Umum Indonesian Digital Empowering Community (IDIEC) M. Tesar Sandikapura mengatakan operator seluler seharusnya memperlihatkan kasus bagaimana 5G bekerja dan memberi manfaat, bukan menjanjikan teori soal kecepatan internet di atas 1Gbps. Operator, kata Tesar, dapat memperlihatkan kasus nyata di mana 5G dapat menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh 4G. Hal ini menjadi tantangan PT Indosat Tbk. (ISAT) setelah mengantongi izin komersialiasi 5G.
“Jika Indosat ingin dinilai berhasil menggelar 5G, mereka harus bisa memperlihatkan kasus apa yang hanya bisa dilakukan oleh 5G. Selama ini yang ditonjolkan hanya bandwidth yang lebih besar dan kecepatan yang lebih tinggi,” kata Tesar, Selasa (15/6/2021).
Sekadar informasi, setiap teknologi hadir dengan solusi yang berbeda-beda. Saat era 1G, pengguna dapat melakukan panggilan suara. Era 2G, pengguna dapat melakukan SMS, MMS, dan internet secara terbatas. Kemudian era 3G, pengguna makin mudah dalam mengakses internet dan aplikasi. Era 4G, pengguna dapat mengakses internet cepat, konferensi video dan lain sebagainya. Pada era 4G ini lahir banyak perusahaan rintisan berbasis teknologi.
Pada era 5G, kata Tesar, solusi yang dihadirkan adalah pemantauan dan pengontrolan barang dalam jumlah banyak dari jarak jauh. Karakteristik 5G yang memiliki latensi di bawah 1 milidetik, memungkinkan untuk melakukan hal tersebut.
“Teknologi 5G adalah bandwidth besar, kecepatan bagus dan latensi rendah. Itu harus ditunjukkan. Kalau 4G sudah bisa, buat apa 5G? Itu yang harus dibuktikan,” kata Tesar.
Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) telah mengeluarkan Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO) Layanan 5G kepada Indosat. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan menjabarkan penerbitan SKLO ini didasarkan pada pelaksanaan Uji Laik Operasi (ULO) bertempat di Jakarta Pusat (area Monas—Jl. Medan Merdeka Barat—Jl. Medan Merdeka Selatan).
Baca : Euforia 5G Perparah Krisis Chipset Dunia
Dengan diterbitkannya SKLO 5G ini, seluruh sarana dan prasarana untuk penggelaran jaringan 5G yang telah selesai dibangun oleh Indosat secara teknis siap dioperasikan, khususnya di pita frekuensi 1800 MHz, dengan lebar pita 20 MHz dalam rentang 1837,5 MHz—1857,5 MHz. Indosat berencana menggelar 5G pertamanya di 4 kota yaitu kota Jakarta, Surakarta, Surabaya dan Makassar.
“Tahapan Penerbitan SKLO ini dilaksanakan berdasarkan amanat Pasal 4 Peraturan Menteri Kominfo No.5/2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi,” kata Johnny.
Dia berharap layanan 5G juga akan diterapkan pada tempat-tempat yang menjadi prioritas utama destinasi wisata seperti Danau Toba (Sumatra Utara), Borobodur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuhan Bajo (Nusa Tenggara Timur) dan Likupang (Sulawesi Utara). Johnny juga mengatakan 5G akan diperluas hingga lokasi industri manufaktur, serta untuk di lokasi Ibu Kota Negara baru pada 2024.
“Teknologi 5G diharapkan dapat memberikan layanan untuk mendukung industri dan masyarakat di masa depan seiring dengan perkembangan kecerdasan buatan serta internet of things (IoT),” kata Johnny.
Adapun, President Director & CEO Indosat Ahmad Al-Neama mengatakan pergelaran 5G perseroan tidak hanya merupakan simbol kegiatan pemasaran. Dia berjanji Indosat akan memberikan layanan 5G terbaik yang berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Saat ini Indosat masih terus mempersiapkan layanan yang akan diluncurkan dengan melihat kebutuhan dan kesiapan ekosistem di pasar.
“Peluncuran 5G bukanlah simbol marketing. Ini merupakan komitmen kami untuk Indonesia. Karena ini komitmen, maka kami harus mempersiapkan dengan baik segala sesuatunya,” kata Ahmad kepada Bisnis, Senin (14/7/2021).

Dia mengatakan dalam mengembangkan 5G, Indosat tidak akan berjala sendirian. Emiten berkode saham ISAT itu akan menggandeng mitra di berbagai sektor seperti manufaktur, industri dan lain sebagainya. Terkait dengan rencana penggelaran 5G di 4 kota, Ahmad menjelaskan Indosat belum dapat menyebutkan kapan waktu pergelaran secara komersial itu dilakukan. Namun, dalam menggelar 5G di empat kota tersebut perseroan akan menyasar pelanggan ritel maupun pelangga korporasi secara bersamaan.
“Untuk tanggal komersialnya belum bisa kami sampaikan. Komersial ada di Jakarta, Surakarta, Surabaya, dan Makassar,” ujarnya.
Spoiler for Keterbatasan Spektrum:
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
1
2K
7
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
694.3KThread•58.4KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya