News
Batal
KATEGORI
link has been copied
173
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60c2fb068beae40b5f7b6666/awal-luka-orang-papua
Presiden Soeharto bersama warga Sentani, Jayapura ketika berkunjung ke Papua pada 1969. Gambar hanya sebagai ilustrasi. Sumber: Arsip Nas Mufakat dari Perjanjian New York menyebabkan orang-orang Belanda di Papua angkat kaki. Rumah-rumah milik mereka ditinggalkan begitu saja. Menyusul kemudian kedatangan tentara Pakistan dibawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNTEA) ke Papua. Migrasi ini menan
Lapor Hansip
11-06-2021 12:56

Awal Luka Orang Papua

Past Hot Thread
Awal Luka Orang Papua
Begitu tiba di Irian Barat, Kontingen Indonesia memperlihatkan laku memalukan: menjarah harta benda peninggalan orang-orang Belanda. Untuk kali pertama, rakyat Papua pun marah dan terluka hatinya.
Oleh Martin Sitompul | 10 Jun 2021
    
Awal Luka Orang Papua
Presiden Soeharto bersama warga Sentani, Jayapura ketika berkunjung ke Papua pada 1969. Gambar hanya sebagai ilustrasi. Sumber: Arsip Nasional Belanda.

Mufakat dari Perjanjian New York menyebabkan orang-orang Belanda di Papua angkat kaki. Rumah-rumah milik mereka ditinggalkan begitu saja. Menyusul kemudian kedatangan tentara Pakistan dibawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNTEA) ke Papua. Migrasi ini menandai peralihan kekuasaan di Papua dari Belanda kepada Indonesia.

“Menurut New York Agreement tentara PBB sebanyak 1.500 orang militer Pakistan bersama Algemenee Politie dan Papua Vrijwilingers Korps (polisi kota Batalion Papua), lalu ditambah satu pasukan militer Indonesia, yang sebanyak militer PBB, akan menjamin keadaan penduduk,” kata Amapon Jos Marey, kepala imigrasi UNTEA di Jayapura dalam bunga rampai Bakti Pamong Praja Papua: Di Era Transisi Kekuasaan Belanda ke Indonesia.

Dalam perjanjian disebutkan, Indonesia akan menerima kedaulatan penuh atas Papua pada 1 Mei 1963 setelah UNTEA menyelesaikan tugasnya. Selama masa transisi, sebanyak mungkin orang-orang Papua ditempatkan pada kedudukan-kedudukan administratif dan teknis. Sedangkan pejabat Belanda atau Indonesia, bila diperlukan, bisa diperbantukan atas seizin Sekjen PBB. Namun, sejak Oktober atau November 1962, pendatang Indonesia yang tergabung dalam Kontingen Indonesia (Kontindo) mulai berdatangan ke Papua.   

Kontindo seperti tersua dalam buku 10 Tahun Kodam XVII/Cenderawasih dipimpin oleh Kolonel Soedarto. Anggotanya berasal dari semua unsur-unsur angkatan. Kebanyakan dari mereka merupakan pasukan yang telah diterjunkan dalam operasi militer pembebasan Irian  Barat. Mereka tersebar di sejumlah kawasan seperti Merauke, Kaimana, Fak-Fak dan Sorong. Secara organik, Kontindo berada di bawah dan merupakan bagian dari ABRI. Tetapi, secara taktis Kontindo berada di bawah komando United Nations Security Forces (UNSF).  
Lihat juga:
 

Kala Orang Jerman Jadi Intel Indonesia

Sejak awal kedatangannya, Kontindo telah menggoreskan luka di hati orang Papua. Di berbagai wilayah Papua, Kontindo menjadi kalap. Disaksikan rakyat setempat, mereka melakukan perbuatan memalukan dengan menggasak harta benda dari rumah-rumah peninggalan orang Belanda.

Jos Marey menuturkan, oknum-okum dari Kontingen Indonesia kerap terlibat dalam aksi pencurian dan perampokan yang terjadi di kota setiap hari. Sayangnya, polisi kota sudah lumpuh dan militer Pakistan tidak bisa berbuat apa-apa. Keadaan itu membangkitkan kemarahan masyarakat setempat.

Sementara itu, Dorus Rumbiak, pejabat kontrolir di Wamena menyaksikan aksi penjarahan merajalela begitu tentara Indonesia dan pegawai-pegawai Indonesia datang. Mereka pulang membawa kopor-kopor berisi barang-barang yang ditinggalkan orang Belanda. Penduduk lokal takjub penuh keheranan melihat orang Indonesia yang datang hanya untuk menjarah.
“Saya saksikan sendiri penjarahan secara besar-besaran. Kami marah-marah karena semua yang dianggap penting dibawa pergi oleh orang-orang Indonesia,” kenang Rumbiak dalam “Dua Kunci Memikat Orang Baliem” terkisah di bunga rampai Bakti Pamong Praja Papua suntingan Leontine E. Visser dan Amapon Jos Marey .
Menurut sejarawan Belanda, Pieter Drooglever dalam Tindakan Pilihan Bebas: Orang Papua dan Penentuan Nasib Sendiri, masuknya pegawai-pegawai dan tentara Indonesia tidak sesuai rencana. Mereka beroperasi dan menjalankan tugas sebelum waktunya. Padahal, kesepakatan mengenai mengenai kedatangan orang Indonesia secara besar-besaran baru dimulai sesudah pemerintahan peralihan UNTEA berakhir. Tanpa sepengetahuan dari Sekjen PBB di New York maka pelanggaran seperti ini bisa berlangsung. Dengan latar belakang demikian, penyalahgunaan wewenang di Papua rentan sekali berlanjut.

Jenderal Abdul Haris Nasution mengakui telah terjadi salah urus pengelolaan negara di Papua. Pada Oktober 1964, Nasution yang menjabat Menteri Pertahanan dan Keamanan berkunjung ke Papua yang masih bernama Irian Barat. Saat itu, Nasution meninjau Operasi Karya yang dikerjakan satuan-satuan KKO untuk membuat jalan ke pedalaman Pulau Biak. Setiba di sana, Nasution terkejut menyaksikan betapa mundurnya pengelolaan fasilitas maupun sarana pelayanan masyarakat.
Gedung-gedung peninggalan Belanda sudah banyak yang terlantar. Yang paling menyolok adalah hotel yang satu kompleks dengan pelabuhan udara. Orang-orang Belanda dulu telah membuatnya cukup lengkap dan rapi, karena merupakan stasiun ujung rute penerbangan KLM dari Amsterdam ke Biak. Namun, dalam kunjungan Nasution, kamar-kamar sudah tidak terpelihara lagi. Ketika Nasution mengecek toilet, ternyata air sudah tidak jalan dan sisa buang hajat bekas orang lain masih tertinggal disitu.       
Perkara penjarahan, Nasution pun mengonfimasi kabar tersebut. Dia sempat mendengar laporan tidak resmi bahwa pasukan Pakistan yang menjaga keamanan cukup banyak membawa barang-barang ketika mereka pulang ke negaranya. Akibat tindakan tersebut, komandan pasukan Pakistan berpangkat brigadir jenderal itu dihukum setiba di Pakistan.

“Terus terang TNI masih ketinggalan dalam hal ini. Memang menurut briefing yang saya peroleh, juga oknum-oknum TNI dan pegawai sipil, telah banyak ikut ‘mempreteli’ Irian Barat,” ungkap Nasution dalam memoarnya Memenuhi Panggilan Tugas Jilid 6: Masa Kebangkitan Orde Baru.

Aksi penjarahan itu makin liar hingga tahun-tahun menjelang pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) yang begitu krusial bagi pemerintah Indonesia. Pejabat Presiden Soeharto sampai menujuk Brigjen Ali Moertopo untuk merancang operasi khusus (opsus) pemenangan Pepera. Tim opsus ditugaskan melancarkan gerilya untuk merebut hati masyarakat Papua. Setibanya di Papua, mereka menemukan fakta mencengangkan.    
“Seluruh wilayah sudah dijarah oleh Angkatan Bersenjata kita. Situasi ini disebabkan kondisi ekonomi Indonesia semakin memburuk. Apapun yang saya periksa telah dijarah,” kata Jusuf Wanandi dalam Menyibak Tabir Orde Baru: Memoar Politik Indonesia 1966—1998.
Jusuf Wanandi, anak buah Ali Moertopo dalam operasi khusus pemenangan Pepera itu juga mengakui terjadinya praktik penjarahan. Dalam memoarnya, Jusuf mencatat tim opsus mulai bergerak ke Papua pada Mei 1967. Saat tiba di Papua, kelangkaan bahan pokok melanda masyarakat sebab makanan dan barang-barang lain sudah kehabisan persediaan. Botol bir dan alat-alat listrik bahkan sukar ditemui lagi karena sudah diboyong ke Jawa atau daerah lain di Indonesia.

Keadaan di Papua, menurut Jusuf Wanandi memang terlantar sejak wilayah itu diserahkan ke Indonesia. Pengabaian itu terutama dipengaruhi krisis nasional yang berkembang di Jakarta. Akibatnya, sentuhan dan perhatian pemerintah tidak berhasil menjangkau masyarakat Papua.
 “Jelas penduduk sangat marah kepada Indonesia karena penjarahan dan ketidakpedulian,” kata Jusuf Wanandi, “Kalau Pepera diadakan pada waktu itu juga, kita pasti akan kalah.”

https://historia.id/politik/articles...a-vxgA8/page/3

profile-picture
profile-picture
profile-picture
alifrian. dan 52 lainnya memberi reputasi
47
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 4
Awal Luka Orang Papua
19-06-2021 14:02
Titip sendal dlu...
profile-picture
profile-picture
samsol... dan jhonirvan77 memberi reputasi
1 1
0
Awal Luka Orang Papua
19-06-2021 14:03
Dulu si iya terbengkalai Sekarang kan udah engga, stadion papua bangkit, jalan baru dan semacamnya, berkat pak jokowi katanya. Kalo fasilitas kan tanggung jawab pemerintah lokal juga.
Diubah oleh vivianemeline
profile-picture
profile-picture
profile-picture
prayudo23 dan 13 lainnya memberi reputasi
14 0
14
Lihat 9 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 9 balasan
Awal Luka Orang Papua
19-06-2021 14:04
Kayaknya rame nih

Bentar ambil popcorn dulu emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Awal Luka Orang Papua
19-06-2021 14:08
Pantas aja negara ini banyak azab emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 8 lainnya memberi reputasi
8 1
7
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Awal Luka Orang Papua
19-06-2021 14:11
Hmm tentara pakistan itu ngapain ya ikut2an
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nurhadi047 dan 4 lainnya memberi reputasi
4 1
3
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Awal Luka Orang Papua
19-06-2021 14:12
Cerita ini familiar banget ya..😏
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Awal Luka Orang Papua
19-06-2021 14:17


Uang dan perhatian dari pemerintah indonesia yang di berikan untuk papua sebaiknya di gunakan untuk mensejahterakan rakyat papua. emoticon-Smilie Jangan di salah gunakan.

Awal Luka Orang Papua
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jerrystreamer1 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Awal Luka Orang Papua
19-06-2021 14:20
ayolah referendum saja di Papua
profile-picture
profile-picture
profile-picture
b.omat dan 21 lainnya memberi reputasi
5 17
-12
Lihat 15 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 15 balasan
Awal Luka Orang Papua
19-06-2021 14:22
Sumber nya cuma satu ya gan ? Bantu :Sup dulu , asli baru tau nih ane ternyata sejarah seperti ini
Diubah oleh Gentayaumal
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Awal Luka Orang Papua
19-06-2021 14:25
Gegara BPK pembangunan nih
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan samsol... memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Awal Luka Orang Papua
19-06-2021 14:34
nda usa jauh2 ke papua..sulawesi aja ketinggalan jauh kok dg jawa...
dulu aku jg ke kalimantan juga gtu..batu bara dikirim ke jawa pdhal disana mati listrik uda kaya minum obat...
di sulawesi bensin eceran 10rb / liter nda ada yg demo...
smua dirampok jawa...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
SAP123 dan 14 lainnya memberi reputasi
14 1
13
Lihat 18 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 18 balasan
Awal Luka Orang Papua
19-06-2021 14:35
Inget pemda dan gaberner disana itu org papua jg, jgn apa2 salahin pusat. Ibarat peribahasa gajah di pelupuk mata tidak terlihat, semut di seberang lautan terlihat. Yg bikin rusak papua ya org2 situ jg, contohnya tuh sikampret yg kabur keinggris tp ngaku2 presiden papua, halu tingkat dewa.

Jgn gampang dimanfaatin dgn isu2 dgn niat terselubung. Semua aksi terorisme ga pernah mementingkan rakyat ataupun kemanusiaan, jd jgn percaya dgn hoax yg katanya demi rakyat papua, mreka cuma bullshit.
Jgn sampe nasib org papua ntar kayak timor timur yg skrng rakyatnya lbh sengsara dibanding waktu msh ama Indo dulu.
emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bstepanus dan 8 lainnya memberi reputasi
8 1
7
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 7 balasan
Awal Luka Orang Papua
19-06-2021 14:35
Banyak sejarah yang gak di tau rakyatnya, luka bangsa tionghoa jg bagus. Padahal dulu tionghoa membaur dengan baik sekali sebelum jaman belanda. Gua lg males nulis aja, gua banyak baca sejarah dr berbagai macam sumber. Baik buku maupun online.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
japutra dan 11 lainnya memberi reputasi
12 0
12
Lihat 16 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 16 balasan
Awal Luka Orang Papua
19-06-2021 14:39
Masih sepi. Jejak dulu ah emoticon-Big Grin
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
1 0
1
Awal Luka Orang Papua
19-06-2021 14:45
bangsa yg nenek moyangnya seorang pelaut dari yunnan/formosa ngaku paling pribumi

yihaa
emoticon-Ngacir2
Diubah oleh cuangcoetz
profile-picture
profile-picture
profile-picture
icecool87 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Awal Luka Orang Papua
19-06-2021 14:46
Mending lepas aja Papua, ngurusnya susah, gak menguntungkan juga dari segi ekonomi. Mending lepas udah tenang gak perlu ribet lagi ngurusin orang sono yg susah diatur.

Sayangnya pada gak berani lepas dengan alasan persatuan Indonesia. Mpreet, ngapain susah repot ngurusin kalau udah gak ingin bersatu. Lagian apa untungnya negara besar kalau secara kualitas bobrok mending kecil tapi berkualitas emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
justice31 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Awal Luka Orang Papua
19-06-2021 14:47
Mental manusia indon emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga

Ogah kerja mau hidup enak...paling gampang ya nyolong, ngerampok, ngejarah, ngegarong

emoticon-Ultahemoticon-Ultahemoticon-Ultahemoticon-Ultahemoticon-Ultah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
culajr dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Awal Luka Orang Papua
19-06-2021 14:51
Ada saatnya Papua akan merdeka karena mereka berbeda dengan kita, kulit mereka hitam khas polynesia bukan bangsa Asia

Biarkan mereka merdeka, biar tau rasanya sengsara emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
SAP123 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 6 balasan
Awal Luka Orang Papua
19-06-2021 14:53
emoticon-Smilieemoticon-Smilieemoticon-Smilie
0 0
0
Awal Luka Orang Papua
19-06-2021 14:54
Semua kekacauan ini adalah perbuatan asuharto.....


profile-picture
profile-picture
profile-picture
jerrystreamer1 dan 4 lainnya memberi reputasi
4 1
3
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 6 balasan
Halaman 1 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia