TS
fajarfad
Mengenang Malam Terindah Liverpool bersama Wijnaldum

Sumber: Liverpool
Gelandang Liverpool, Georginio Wijnaldum, menahan haru saat meninggalkan lapangan usai The Reds menggalahkan Crystal Palace 2-0 pada laga pamungkas Premiere League musim 2020-2021.
Laga tersebut merupakan pertandingan terakhir Wijnaldum untuk Liverpool karena kontraknya berakhir musim ini. Sebelum meninggalkan lapangan, pemain serba bisa ini mendapatkan guard of honour dari para pemain dan staf Liverpool.
Guard of honour tersebiut menunjukkan dalamnya penghargaan yang diberikan oleh publik sepak bola Anfield kepada pemain Belanda ini.
Bermain 5 musim di Anfield, Wijnaldum telah menyumbangkan 4 trofi mayor untuk Liverpool yakni gelar Premier League, Liga Champions, Piala Dunia Antarklub, dan Piala Super Eropa. Selama membela Liverpool, Wijnaldum tampil dalam 237 pertandingan dengan catatan 22 gol.

Dari 237 pertandingan resmi Wijnaldum untuk Liverpool, pertandingan semifinal leg kedua Liga Champions musim 2018-2019 saya rasa menjadi malam terindah Wijnaldum bersama tim Liverpool.
Ia bisa dikatakan menjadi pahlawan The Reds, karena dua gol yang ia ciptakan di menit ke-54 dan 56 membuka harapan Liverpool untuk bisa menyingkirkan Barcelona dan melangkah ke babak final kompetisi antara-klub Eropa tersebut.
Pada pertandingan leg pertama yang berlangsung di Camp Nou, Liverpool harus mengakui keunggulan Barca dengan skor 3-0.
Di babak pertama leg kedua, Divock Origi berhasil mencetak gol cepat di menit ke-7 untuk membangkitkan asa anak asuh Jurgen Klopp.
Dua gol Wijnaldum kala itu menjadikan skor agregat menjadi 3-3. Liverpool tinggal membutuhkan satu gol lagi untuk bisa lolos ke partai puncak Liga Champions 2018-2019.
Berkat dua gol Wijnaldum itu permainan Liverpool menjadi lebih beringas. Akhirnya, tendangan pojok legendaris yang dilakukan Trent Alexander-Arnold pada menit ke-79 berhasil di sambar Divock Origi menjadi gol keempat, yang membuat skor agregat menjadi 4-3 untuk Liverpool.
Apa yang dilakukan Wijnaldum pada malam itu itu sungguh luar biasa mengingat ia baru tampil di awal babak kedua, tepatnya baru bermain di menit ke-46 karena menggantikan Andrew Robertson yang cedera.
Selain menjadi pahlawan Liverpool, dua gol Wijnaldum pun ternyata menjadi sejarah baru di ajang Liga Champions. Pemain asal Belanda itu menjadi pemain pengganti pertama yang mampu mencetak brace (dua gol) di dalam sejarah semifinal Liga Champions.
Selain itu, Wijnaldum juga menjadi pemain pengganti pertama yang bisa mencetak dua gol ke gawang Barcelona.
Selanjutnya di pertandingan final melawan Tottenham Hotspurs di Stadion Metropolitano Madrid, Wijnaldum bermain sejak menit awal. Ia berperan untuk menjaga keunggulan Liverpool sampai akhirnya diganti pada menit ke-62 oleh James Milner.
Pertandingan berakhir dengan skor 2-0 untuk Liverpool yang membawa gelar Liga Champions ke-6 mereka sepanjang sejarah tim.
Sebagai pemain, mungkin loyalitas yang diberikan Wijnaldum untuk Liverpool tidak bisa disejajarkan dengan Stevan Gerrard. Namun, sentuhan permainan Wijnaldum, telah melangkapi puzzle yang dibutuhkan Jurgen Klopp untuk membuat Liverpool kembali memenangkan gelar.
0
222
0
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sports
24.3KThread•17.5KAnggota
Komentar yang asik ya