News
Batal
KATEGORI
link has been copied
18
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/608aa9bd05bfeb2b721cda90/akal-akalan-mafia-di-bandarapcr-palsuupeti-untuk-lolos-karantinaantigen-daur-ulang
Akal-akalan Mafia di Bandara: PCR Palsu, Upeti untuk Lolos Karantina, hingga Rapid Test Antigen Daur Ulang Berbagai protokol kesehatan yang wajib dijalankan para penumpang pesawat belakangan marak dijadikan bisnis ilegal. Polisi pun membongkar sejumlah aksi dari mafia di bandara. Demi mengeruk keuntungan pribadi, para mafia di bandara ini menawarkan jasa ilegal untuk memudahkan para pelaku perjala
Lapor Hansip
29-04-2021 19:42

Akal-akalan Mafia di Bandara:PCR Palsu,Upeti untuk Lolos Karantina,Antigen Daur Ulang

Akal-akalan Mafia di Bandara: PCR Palsu, Upeti untuk Lolos Karantina, hingga Rapid Test Antigen Daur Ulang



Akal-akalan Mafia di Bandara:PCR Palsu,Upeti untuk Lolos Karantina,Antigen Daur Ulang


Berbagai protokol kesehatan yang wajib dijalankan para penumpang pesawat belakangan marak dijadikan bisnis ilegal. Polisi pun membongkar sejumlah aksi dari mafia di bandara.

Demi mengeruk keuntungan pribadi, para mafia di bandara ini menawarkan jasa ilegal untuk memudahkan para pelaku perjalanan terbang ke tempat tujuan tanpa mempertimbangkan dampak negatif saat pemerintah berupaya menekan laju penyebaran Covid-19.

Berikut tiga kasus mafia di bandara yang sejauh ini berhasil diungkapkan pihak kepolisian.

Pemalsuan surat hasil tes Covid-19 di Bandara Soetta

Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, menangkap satu kompolan berisi 19 orang yang diduga sebagai pelaku pemalsuan surat hasil tes Covid-19.

Pengungkapan para tersangka tersebut ke publik dalam dua periode berbeda.

Sebanyak 15 tersangka dihadirkan oleh pihak kepolisian dalam jumpa pers di Taman Integritas Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Senin (18/1/2021) siang.

Para terduga pelaku adalah MHJ, M alias A, ZAP, DS alias O, U alias B, AA bin T, U alias U, YS, SB, S bin N, S alias C, IS bin IS, CY alias S, RAS, dan PA.

Sebanyak sembilan tersangka ditangkap di sekitar Bandara Soetta pada 7 Januari 2021.

Sedangkan enam pelaku lain diamankan pada tempat dan tanggal yang berbeda.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus memaparkan, dalang komplotan tersebut adalah DS, mantan relawan validasi dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta.

DS yang pertama kali membuat surat hasil keterangan tes PCR palsu. Dia mendapatkan format surat untuk dipalsukan itu dari U alias B.

Dari hasil pemeriksaan, DS diketahui telah beroperasi sejak Oktober 2020.

"Dia (DS) sempat belajar dari dalam. Lalu mencoba bermain-main," ujar Yusri.

Lalu, pada Kamis (28/1/2021), Polresta Bandara Soetta mengamankan empat pemalsu surat hasil tes Covid-19 yang juga anggota komplotan yang sama.

"(Sehingga) total 19 orang telah diamankan. Mereka bekerja secara sindikat dengan pembagian peran dan hasil keuntungan kejahatan yang jelas," kata Kasatreskrim Polresta Bandara Soetta Kompol Alexander Yurikho melalui pesan singkat, Kamis.

Alexander membeberkan, keempat orang itu bekerja di Bandara Soekarno-Hatta.

"(Mereka bekerja) di lingkungan Bandara Soekarno-Hatta sebagai orang yang membantu kelancaran penerbangan para penumpang," jelasnya.

Para tersangka dijerat Pasal 93 jo Pasal 9 ayat 1 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan dan/atau Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 263 dan/atau Pasal 268 KUHP.

Mafia karantina di Bandara Soetta

Dalam sepekan, polisi mengungkap dua kasus mafia karantina di balik kedatangan luar negeri di Bandara Soetta.

Modusnya yang sama. Oknum di bandara dibayarkan sejumlah uang oleh penumpang supaya dapat lolos dari kewajiban karantina kesehatan.

Kasus pertama, warga negara Indonesia (WNI) berinisial JD menyerahkan uang sebesar Rp 6,5 juta kepada dua orang berinisial S dan RW yang mengaku petugas di Bandara Soetta.

Setelah diperiksa, S diketahui sebagai pensiunan Dinas Pariwisata (Dispar) DKI Jakarta. Sementara RW adalah anak pelaku S.

S dan RW pun dapat memiliki kartu pas sehingga dapat keluar masuk bandara dengan leluasa.

"Dia membayar Rp 6,5 juta kepada saudara S. Modus ini yang sementara kita lakukan penyelidikan," kata Yusri dalam video yang Kompas.com terima, Senin (26/4/2021).

Yusri menambahkan, S dan RW ini bekerja sama dengan pelaku berinisial GC yang bertugas untuk memfotokopi dokumen JD pada tahap pertama pemeriksaan kesehatan di Bandara Soetta.

"Kalau dia negatif (Covid-19) kemudian menuju hotel yang telah ditentukan sesuai aturan Kemenkes. Tahap kedua diantar ke hotel rujukan. Peran GC data orang untuk masuk rujukan ke hotel, tapi hanya data yang masuk," urai Yusri, Rabu (28/4/2021).

Dari hasil penyelidikan mendalam, JD diketahui bukan satu-satunya yang berhasil diloloskan ketiga mafia karantina itu.

Sebelumnya, GC, RW, dan S pernah dua kali meloloskan WN India masuk ke Indonesia tanpa proses karantina.

Dari kasus ini, polisi telah menetapkan 4 tersangka yakni JD, GC, RW, dan S. Mereka dijerat dengan Undang-undang Karantina Kesehatan dan diharuskan wajib lapor.

Kasus kedua soal mafia karantina di Bandara Soetta adalah lolosnya 5 warga negara (WN) India dari kewajiban karantina berkat bantuan 4 WNI.

Polres Bandara Soekarno-Hatta menangkap para WN India tersebut dengan inisial SR (35), CM (40), KM (36), PN (47), dan SD (35), Senin (26/4/2021).

Polisi juga mengamankan 4 WNI berinisial ZR, AS, R, dan M.

Dari keempat WNI mafia karantina itu, ada seorang pelaku yang diduga bekerja sebagai protokoler di PT Angkasa Pura (AP) II, yakni AS.

"Dia kerja sebagai protokoler, makanya sekarang kami masih koordinasikan soal pas bandara yang dipunyai AS," ungkap Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Adi Ferdian.

Adi memaparkan, AS memiliki kartu akses sehingga dapat mengawal para WN India itu keluar dari bandara tanpa melewati proses pemeriksaan kesehatan.

Yusri menambahkan, kelima WNA itu menggunakan pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ 988 dari India ke Bandara Soekarno-Hatta pada 21 April 2021.

"Begitu mereka turun dari pesawat, ada beberapa WNI yang emang ngebantuin mereka biar bisa lolos dari karantina," papar Yusri, Rabu.

"Nanti ada joki yang mengurus mulai dia (WNA) turun dari pesawat. Misal, WNA turun dari pesawat dan sudah ada joki yang menunggu di situ," imbuhnya.

Dari kasus tersebut, polisi telah menetapkan para WN India dan WNI itu sebagai tersangka dengan total 9 orang.

Rapid test antigen daur ulang di Bandara Kualanamu

Personel Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggerebek tempat yang diduga menjalani praktik rapid test antigen dengan alat daur ulang di Bandara Kualanamu, Medan, Selasa (27/4/2021).

"Lokasinya di Bandara Kualanamu terkait dengan dugaan daur ulang alat kesehatan yang digunakan untuk rapid test antigen," ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Rabu.

Kasus ini terungkap berawal dari informasi masyarakat mengenai brush yang digunakan untuk rapid test antigen adalah alat bekas.

Saat penggerebekan, polisi mengamankan enam petugas rapid test antigen itu untuk dimintai keterangan.

Adapun layanan tes tersebut diketahui dari Kimia Farma Diagnositik di Bandara Kualanamu.

Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika Adil Fadhilah menegaskan, pihaknya mendukung investigasi yang sedang dilakukan pihak kepolisian mengenai rapid test antigen bekas.

"Apabila terbukti bersalah, maka para oknum petugas layanan rapid test tersebut akan kami berikan tindakan tegas dan sanksi yang berat sesuai ketentuan yang berlaku," kata Adil dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu.

Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami kasus ini termasuk soal para tersangka.


Sumber




Indonesia banget dah ini emoticon-Shakehand2 emoticon-Shakehand2 emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
skiesman dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Akal-akalan Mafia di Bandara:PCR Palsu,Upeti untuk Lolos Karantina,Antigen Daur Ulang
29-04-2021 19:43
MUKE GILE BRAY!!! HUKUM MATI SEMUA MAFIA.... MAFIA BANDARA, MAFIA HUKUM, MAFIA IMPORT JUGA emoticon-Marah emoticon-Marah emoticon-Marah
0 0
0
Akal-akalan Mafia di Bandara:PCR Palsu,Upeti untuk Lolos Karantina,Antigen Daur Ulang
29-04-2021 19:44
Kesempatan dalam kesempitan!

Itulah kearifan lokal budaya bangsa

emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia
0 0
0
Akal-akalan Mafia di Bandara:PCR Palsu,Upeti untuk Lolos Karantina,Antigen Daur Ulang
29-04-2021 19:44
Pemerintah pusatnya kurang pengawasan akan celah celah seperti ini. NGga heran kasus covid impor banyak emoticon-No Hope
Diubah oleh penggugatmk
0 0
0
Akal-akalan Mafia di Bandara:PCR Palsu,Upeti untuk Lolos Karantina,Antigen Daur Ulang
29-04-2021 19:49
profile-picture
hantumasam memberi reputasi
1 0
1
Akal-akalan Mafia di Bandara:PCR Palsu,Upeti untuk Lolos Karantina,Antigen Daur Ulang
29-04-2021 19:49
gw bilang dr dulu...tutup aja udah akses keluar msuk bandara,main di logistik...jalanin ekonomi berbasis dalem negri,berat emang...tp orang indonesia tu kreatif2,ngga pake lama pasti juga jalan..
profile-picture
winehsuka memberi reputasi
1 0
1
Akal-akalan Mafia di Bandara:PCR Palsu,Upeti untuk Lolos Karantina,Antigen Daur Ulang
29-04-2021 19:53
Mereka-mereka itu patutnya dihukum seberat-beratnya, bayangin orang berjuangan lawan covid pake nerapin aturan yg ketat eh dia enak dibikin culas dan dpt duid, sambil masa bodoh akan akibatnya.

Manusia-manusia serakah yg tidak bisa amanah dlm mengenban tugas. emoticon-fuck2
profile-picture
momodtemenku memberi reputasi
1 0
1
Akal-akalan Mafia di Bandara:PCR Palsu,Upeti untuk Lolos Karantina,Antigen Daur Ulang
29-04-2021 20:03
lg btuh duit drun
buat setoran ke mamak
ape aje jd halalemoticon-Leh Uga
0 0
0
Akal-akalan Mafia di Bandara:PCR Palsu,Upeti untuk Lolos Karantina,Antigen Daur Ulang
29-04-2021 20:26
Negeri dagelan
Dan ane jadi ikut berperan emoticon-Leh Uga
0 0
0
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Akal-akalan Mafia di Bandara:PCR Palsu,Upeti untuk Lolos Karantina,Antigen Daur Ulang
29-04-2021 20:28
Demi mengeruk keuntungan pribadi, para mafia di bandara ini menawarkan jasa ilegal untuk memudahkan para pelaku perjalanan terbang ke tempat tujuan tanpa mempertimbangkan dampak negatif saat pemerintah berupaya menekan laju penyebaran Covid-19.


Quote:Original Posted By hantumasam
Mereka-mereka itu patutnya dihukum seberat-beratnya, bayangin orang berjuangan lawan covid pake nerapin aturan yg ketat eh dia enak dibikin culas dan dpt duid, sambil masa bodoh akan akibatnya.

Manusia-manusia serakah yg tidak bisa amanah dlm mengenban tugas. emoticon-fuck2


Yep setuju bro

emoticon-Wow
Diubah oleh momodtemenku
0 0
0
Akal-akalan Mafia di Bandara:PCR Palsu,Upeti untuk Lolos Karantina,Antigen Daur Ulang
29-04-2021 20:32
seharusnya dihukum seberat2nya karena rakyat kecil jadi korbannya terjangkit covid

dan ekonomi terganggu

ga terima org2 dibuat mainan gini sampe ga berani keluar rumah
0 0
0
Akal-akalan Mafia di Bandara:PCR Palsu,Upeti untuk Lolos Karantina,Antigen Daur Ulang
29-04-2021 20:51
Yg seperti ini nih, bencana bagi nakes. Sudah susah2 berperang, musuh malah didatangkan lebih banyak.

Hukum tetap akan berlaku. Tuntut setinggi-tingginya. Ini menyangkut keselamatan publik dalam krisis kesehatan.
Diubah oleh lupineprince
0 0
0
Akal-akalan Mafia di Bandara:PCR Palsu,Upeti untuk Lolos Karantina,Antigen Daur Ulang
29-04-2021 21:29
Jaga kesehatan masing masing

Banyak orang di Idonesia yang tidak bertanggung jawab

Di luar sana

Bahkan tidak peduli dengan kesehatan masyarakat lain nya











Kalian bisa lihat sendiri

Kenyataan adanya

Orang terbukti kemudian sebagai

Super spreader corona (covid-19)

Setelah pulang dari bandara

Mestinya isolasi 14 hari malah

Dalam waktu 24 jam

Mengadakan ACARA MINUM TEH

Dengan Gubernur di Indonesia

Diubah oleh daimond25
profile-picture
hantumasam memberi reputasi
1 0
1
Akal-akalan Mafia di Bandara:PCR Palsu,Upeti untuk Lolos Karantina,Antigen Daur Ulang
30-04-2021 03:53
Akibat sering nya perbuatan kejahatan hanya dihukum bikin klarifikasi, meterai, dan dihukum ringan

Orang makin ga takut berbuat kejahatan
0 0
0
Akal-akalan Mafia di Bandara:PCR Palsu,Upeti untuk Lolos Karantina,Antigen Daur Ulang
30-04-2021 06:32
bandara dari dulu banyak kagak bener pengolaannya.

Taxi aja wajib bandara

emoticon-Ngakak

BUMN indonesia banyak kagak benernya
0 0
0
Akal-akalan Mafia di Bandara:PCR Palsu,Upeti untuk Lolos Karantina,Antigen Daur Ulang
30-04-2021 07:40
jokowerss maanaaa suaraanyaaaa!!?? hidup jokowiii..hidup jokowiiii...!! jokowi yes yes tes
0 0
0
Akal-akalan Mafia di Bandara:PCR Palsu,Upeti untuk Lolos Karantina,Antigen Daur Ulang
30-04-2021 14:31
Tuntut setinggi-tingginya. Ini menyangkut keselamatan publik dalam krisis kesehatan. TOP 10 VOICE GENERATOR REVIEW
Diubah oleh rosemarym
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia