- Beranda
- Berita dan Politik
Wapre Ma'ruf Ungkap Penyebab Ekonomi Syariah Terkontraksi di 2020
...
TS
perojolan14
Wapre Ma'ruf Ungkap Penyebab Ekonomi Syariah Terkontraksi di 2020
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3123804/original/038427600_1589088939-WhatsApp_Image_2020-05-10_at_12.31.11.jpeg)
Liputan6.com, Jakarta - Laporan Ekonomi Keuangan Syariah 2020 yang dirilis Bank Indonesia menyebutkan bahwa kontraksi ekonomi syariah Indonesia pada 2020 mencapai minus 1,72 persen (yoy). Angka ini masih lebih baik dibandingkan ekonomi nasional yang mencapai minus 2,07 persen.
Wakil Presiden, Ma'ruf Amin memahami, kinerja ekonomi syariah Indonesia memang alami kontraksi. Ini dikarenakan kinerja ekonomi syariah di masa pandemi hanya didorong oleh beberapa sektor prioritas dalam rantai nilai halal. Utamanya sektor pertanian dan makanan halal yang masih tumbuh positif.
Beda Sikap Ridwan Kamil, Ganjar, Khofifah, dan Wahidin Tanggapi Dispensasi Mudik Santri
"Sektor yang paling terdampak yaitu pariwisata ramah muslim. Adapun sektor fesyen juga terpukul, meski cukup ditopang penjualan secara online," katanya dalam webinar Ekonomi Syariah yang digelar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, Rabu (28/4).
Namun di sisi lain dari pandemi Covid-19, juga memberikan dampak positif terhadap akselerasi proses digitalisasi di berbagai sektor ekonomi dan keuangan syariah. Digitalisasi berperan signifikan, di antaranya dalam menahan laju penurunan kinerja penjualan produk industri halal.
Selain itu juga bisa mempercepat mekanisme audit online dalam pengajuan sertifikasi halal, mendorong peningkatan keuangan sosial syariah terutama dalam hal pembayaran ZISWAF secara online oleh masyarakat.
Data Bank Indonesia mencatatkan nominal transaksi produk halal melalui perdagangan elektronik (e-commerce marketplace) selama Mei sampai Desember 2020 secara kumulatif tumbuh 49,52 persen dibanding periode yang sama tahun 2019.
Produk halal yang mendominasi transaksi adalah produk fesyen dengan pangsa mencapai 86,63 persen dari total nominal transaksi melalui e-commerce marketplace.
Digitalisasi juga terjadi pada metode pembayaran yang digunakan oleh masyarakat selama pandemi. Selama 2020, metode pembayaran transaksi produk halal di e-commerce marketplace didominasi oleh uang elektronik dan transfer bank, masing-masing sebesar 42,10 persen dan 23,08 persen dari pangsa.
Data terkini secara umum, volume transaksi keuangan digital perbankan Indonesia pada Maret 2021 telah mencapai 553,6 juta atau tumbuh 42,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun nilai transaksinya juga naik 26,44 persen atau mencapai Rp3.025,6 triliun (yoy).
link
"Sektor yang paling terdampak yaitu pariwisata ramah muslim. Adapun sektor fesyen juga terpukul, meski cukup ditopang penjualan secara online," katanya dalam webinar Ekonomi Syariah yang digelar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, Rabu (28/4).
dvdvd77 dan selldomba memberi reputasi
0
797
12
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.9KThread•59.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya