TS
fajarfad
Simak Poin-poin Pro dan Kontra European Super League

Sumber: Getty Images
Seketika industri sepakbola Eropa dibikin heboh, seiring muncul wacana digelarnya European Super League. Setidaknya 12 tim sudah terkonfirmasi menjadi peserta.
Mereka adalah tim-tim terkuat di tiga liga paling bergengsi di Eropa, Liga Primer Inggris, La Liga Spanyol, dan Serie A Italia. Kecaman dan penolakan pun berdatangan, namun berseliweran juga narasi positif untuk kompetisi tersebut, berikut di antaranya:
PRO
1. Laga Antar Klub Besar Terus Berlangsung
Jika European Super League jadi berlangsung, maka Anda bisa menyaksikan ke-12 tim terbaik di Eropa tersebut bertanding satu sama lain, sepanjang musim. Ya, itu akan menjadi tontonan seru. Tapi, apa tidak akan bosan?
2. Keuntungan Finansial untuk Klub
Akan ada keuntungan super besar bagi klub yang ingin berkompetisi di European Super League. Hal tersebut datang sebagai hadiah atas ‘keinginan’ klub bergabung di ESL.
“Sebagai imbalan atas komitmen mereka, Klub Pendiri akan menerima sejumlah €3,5 miliar semata-mata untuk mendukung rencana investasi infrastruktur mereka dan untuk mengimbangi dampak pandemi Covid-19.” tertulis dalam keterangan resmi ESL.
3. Klub Masih Boleh Berlaga di Kompetisi Domestik
Pihak ESL menyebut bahwa ke-12 peserta masih boleh untuk berlaga di kompetisi domestik, yang secara resmi ada dalam otoritas UEFA. Namun, tentunya hal tersebut akan terjadi kalau ada persetujan dari UEFA dan FIFA. Namun, rasanya sulit.
4. Keluar dari Dosa FIFA dan UEFA
Banyak pihak menyebut bahwa ESL merupakan bentuk kekecewaan para bos klub besar pada dugaan permainan kotor di dalam FIFA dan UEFA. Maka dari itu, para pemilik klub menyelamatkan klub mereka dari hal tersebut.
KOTNRA
1. Klub Jadi Entitas Komersil
Sikap klub bergabung dan menggagas European Super League menjadi gambaran bahwa klub tidak dilihat sebagai rumah bagi para pecinta sepakbola, tapi entitas bisnis.
Keputusan tersebut seakan menghiraukan kegirangan para fans yang telah ratusan tahun terbiasa mencintai klub, dengan pasang surutnya, bersaing dengan banyak klub di luaran sana.
Keputusan tersebut dinilai sebagai cara para ‘bos’ untuk memperkaya klub, tanpa menghiraukan betapa keberadaan fans dan penonton sepakbola amatlah vital.
2. Klub Besar Jadi Eksklusif, Klub Kecil Hilang Arah
European Super League seakan-akan jadi perkumpulan eksklusif para klub mapan, dengan sejarah kejayaan yang mereka pegang. Hal tersebut bisa membuat kompetisi yang selama ini berlangsung jomplang menjadi tidak sehat.
Klub kecil seperti ditinggalkan, dan tak punya lawan main bersaing untuk meningkatkan kemampuan mereka, terutama di liga domestik. Keberadaan ESL akan memecah, membelah dua si kaya dan si miskin.
3. Membelot
12 tim peserta dinilai seakan membelot dari pergulatan industri sepakbola Eropa yang telah berlangsung bertahun-tahun. Mereka dinilai dibutakan uang dan melupakan sejarah.
ESL dinilai menjadi pesain UEFA Champions League, di mana telah menjadi rumah bagi para klub Eropa. Dengan pertimbangan uang dan kecurigaan UEFA yang kotor, seakan 12 tim tersebut kabur menggunakan kapal nabi Nuh.
4. Dilarang Bermain di Kompetisi Resmi
Para fans amat ketakutan jika klub-klub tersebut benar-benar dihukum dan tak bisa bermain di liga domestik, para pemain tak boleh main untuk Timnas, dan mereka terasingkan.
Sementara, mereka lahir dari kompetisi-kompetisi tersebut. Mereka lahir dari sejarah sepakbola yang selama ini kita tahu, dan kini mereka ada di ambang pintu pengkhianatan.
User telah dihapus memberi reputasi
1
424
1
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sports
24.3KThread•17.8KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya