Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
7
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/607584425b3c651a7e31985b/kesucianku-di-renggut-saat-aku-tak-sadarkan-diri
Saat akan merebahkan diri, ponselku tiba-tiba berdering. Dengan malas kuraih benda itu dari nakas, melirik sepintas pada layarnya yang menampilkan nama 'Meta'. Kuabaikan panggilan tersebut. Saat ini, aku tak mau berurusan dengan siapa pun. Sebentar lagi pagi menjelang, tubuhku masih terasa remuk redam. Satu-satunya hal yang ingin kulakukan sekarang hanyalah memejamkan mata, tidur sejenak dan berko
Lapor Hansip
13-04-2021 18:45

Kesucianku di Renggut Saat Aku Tak Sadarkan Diri

icon-verified-thread
Saat akan merebahkan diri, ponselku tiba-tiba berdering. Dengan malas kuraih benda itu dari nakas, melirik sepintas pada layarnya yang menampilkan nama 'Meta'. Kuabaikan panggilan tersebut.
Saat ini, aku tak mau berurusan dengan siapa pun.
Kesucianku di Renggut Saat Aku Tak Sadarkan Diri
Sebentar lagi pagi menjelang, tubuhku masih terasa remuk redam. Satu-satunya hal yang ingin kulakukan sekarang hanyalah memejamkan mata, tidur sejenak dan berkompromi dengan mimpi. Berharap semua ini hanya bunga tidur tak menyenangkan yang akan hilang saat aku terjaga nanti. Namun, semua sia-sia. Gelap yang kutemui dalam pejam menjelma sebuah cermin besar yang dengan sempurna memantulkan bayangan penampilan kusutku saat terbangun di motel tadi.
Semua kekacauan ini benar-benar membuatku linglung. Berbagai tanya menghantam pikiranku berkali-kali. Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana nasibku bisa berujung begitu mengenaskan–terbangun di motel dalam kondisi menyedihkan dan hilang keperawanan? Bukankah sebelumnya aku dan Meta ... ah, Meta! Bagaimana aku bisa melupakannya? Sahabatku itu mungkin bisa memberikan jawaban untuk setiap pertanyaan ini.
Tepat di detik berikutnya, ponselku kembali Cumiik. Tak menunggu lama, kutekan simbol telepon berwarna hijau yang terpampang di layar.
"Nara! Dari tadi malem gue telepon berkali-kali kenapa nggak diangkat? Lo ke mana aja?" Meta memberondongku dengan pertanyaan. "Gue bingung waktu nggak nemuin elo di kelab tadi ma–"
"Ta." Tangis yang sudah reda kini kembali pecah. Berbagai pertanyaan yang sejak tadi berjejalan di kepala bagai tertahan di tenggorokan.
"Ra? Elo baik-baik aja, 'kan?"
"Banyak yang mau aku ceritain ke kamu, tapi nggak sekarang, Ta." Kuhela napas panjang, berharap bisa sedikit menghilangkan sesak yang dengan begitu kurang ajarnya menyerang.
"Oke, gini deh ... entar siang gue ke rumah elo. Nggak mungkin juga gue keluar sekarang. Bokap nggak gebukin gue karena pulang telat semalem aja udah syukur banget," ucap Meta diiringi tawa yang terdengar hambar.
Setelah mengakhiri pembicaraan, kucoba kembali mengingat rangkaian kejadian di kelab yang kudatangi bersama Meta tadi malam. Sepi dan jenuh yang kurasakan semenjak perpisahan Ayah dan Bunda enam bulan lalu membuatku menerima ajakan Meta untuk mencari kesenangan di luar sana. Tak pernah kusangka Meta membawaku ke sebuah tempat yang benar-benar asing.
"Ini tempat apa, Ta? Emang kita boleh masuk?"
"Udah, tenang aja. Sepupu gue ada yang kerja di sini, kok. Gue udah hubungi dia."
Tak lama Meta melambaikan tangan pada seorang lelaki yang sudah menunggu kami di parkiran. Setelah sepupu Meta itu berbicara pada sosok lelaki bertubuh kekar yang berdiri di depan pintu kelab, kami pun diizinkan masuk.
Baru beberapa langkah menapakkan kaki, kami sudah disambut oleh dentuman house music DJ Remix yang mengentak dada. Pendengaranku mendadak tuli, seolah-olah musik itu telah merangsek ke lorong yang lebih dalam setelah gendang telinga.
"Kita pulang aja, yuk, Ta." Aku sedikit meninggikan suara agar terdengar oleh Meta.
"Udah ... asyikin aja, Ra. Katanya mau seneng-seneng. Yuk, ah, gue kenalin sama temen-temen gue. Tuh, mereka di sana." Meta berkata seraya menarik tanganku, mendekat ke sebuah meja di mana sudah duduk dua orang teman lelaki Meta.
Kedua lelaki itu mengamatiku dari ujung kaki hingga kepala. Diperhatikan sedemikian rupa dengan pandangan seorang pemburu yang siap menerkam mangsanya, sungguh membuatku risih.
Seperti menyadari kejengahan yang kurasa, salah seorang dari mereka beranjak meninggalkan meja. Tak lama, lelaki itu kembali dengan dua gelas minuman di tangan.
"Tenang aja, cuma sari buah. No alcohol!"
Aku menerima gelas yang disodorkan oleh lelaki bertubuh kurus itu. Kulihat segelas lagi ia berikan kepada Meta. Rasa haus yang sangat membuatku nyaris menandaskan minuman tersebut.
"Turun, yuk," ajak Meta seraya menarikku ke lantai dansa. Menyusul kedua temannya yang sudah lebih dulu berbaur dengan puluhan pasang manusia yang asyik melebur dengan irama yang semakin Cumiakkan telinga.
"Ta, pulang aja, yuk. Bising!"
"Minum ini, deh. Obat anti bising." Salah seorang teman lelaki Meta menempelkan separuh pil berwarna merah bata di telapak tanganku.
Aku menoleh pada Meta, menuntut penjelasan lewat tatapan mata.
Seperti memahami keraguanku, Meta pun berkata, "Bener, Ra. Gue juga minum, nih. Jangan takut."
Melihat tak ada reaksi yang mencurigakan pada Meta, akhirnya aku menenggak pil itu. Setelah beberapa saat, musik yang tadi terdengar Cumiakkan telinga seperti memelan. Dadaku pun berhenti berdebar.
Tak lama, tubuhku terasa jauh lebih ringan. Tanpa aba-aba, dengan sendirinya kepala, tangan, dan kakiku bergerak seirama alunan musik. Setelah itu, aku seperti tak merasakan apa-apa lagi.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Kesucianku di Renggut Saat Aku Tak Sadarkan Diri
14-04-2021 16:28
daripada diceritakan, lebih mantep kalo agan suguhkan video full ansensor adegan merenggut kesuciannya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dodoupload dan 2 lainnya memberi reputasi
2 1
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Kesucianku di Renggut Saat Aku Tak Sadarkan Diri
16-04-2021 11:04
Nggak lanjut gan ceritanya?
0 0
0
Kesucianku di Renggut Saat Aku Tak Sadarkan Diri
16-04-2021 20:17
Terperkosa kah ?
0 0
0
Kesucianku di Renggut Saat Aku Tak Sadarkan Diri
27-04-2021 12:29
nyimak
0 0
0
Kesucianku di Renggut Saat Aku Tak Sadarkan Diri
29-04-2021 10:34
Baru pejwan emoticon-Cape d...
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
curahan-hati-nonik-horror
Stories from the Heart
reborn-aku-memilih-bahagia
Stories from the Heart
ruang-kosong
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Stories from the Heart
titip-rindu-buat-ayah-di-surga
B-Log Collections
Stories from the Heart
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia