Kaskus

Sports

  • Beranda
  • ...
  • Sports
  • Wonderkid Madrid ini Pernah Kasih Ngajarin Bapaknya Jagain Neymar

fajarfadAvatar border
TS
fajarfad
Wonderkid Madrid ini Pernah Kasih Ngajarin Bapaknya Jagain Neymar

Wonderkid Madrid ini Pernah Kasih Ngajarin Bapaknya Jagain Neymar
Instagram @rodrygogoes

Musim kompetisi 2020-2021 menjadi musim yang cukup berat bagi wonderkid Real Madrid, Rodrygo Silva de Goes.

Pemegang 3 caps Timnas Brazil senior ini menderita cedera hamstring pada laga kontra Gramada di pekan ke-15 Liga Spanyol musim ini. Akibatnya, Rodrygo harus absen tiga bulan.

Padahalnya musim sebelumnya, Rodrygo tampil cukup mengesankan bersama Los Galacticos. Ia sempat mencatatkan diri sebagai pemain termuda kedua yang mencetak hattrick di kancah Liga Champions di usia 18 tahun 301 hari.

Rekor pemain termuda pencetak hattrick di Liga Champions sendiri masih dipegang legenda Real Madrid, Raul Gonzales, di usia 18 tahun 113 hari.

Di balik aksi impresif Rodrygo pada usia yang masih sangat muda, tidak banyak orang yang tahu kalau bocah kelahiran Sao Paulo, Brazil, ini terlahir dari pasangan orang tua yang usianya masih sangat muda.

Rodrygo lahir pada 9 Januari 2001 dari pasangan Eric Batista de Goes dan Denisse Goes yang kala itu masing-masing berusia 17 tahun dan 16 tahun.

Ketertarikan Rodrygo terhadap kulit bundar memang menurun sang ayah, Eric, yang merupakan pemain sepak bola profesional di posisi bek kanan.
Dalam rentang periode 2007 – 2016, ayah dari Rodrygo ini sudah malang melintang di sejumlah klub profesional di Brazil.

Sejak usia dini, Rodrygo telah menimba ilmu sepak bola di akademi Santos FC. Layaknya puluhan pemain akademi Santos lainnya, Rodrygo kala itu mengagumi seorang rising star di klub bola tersebut yang juga menjadi fenomena baru sepak bola Brazil yakni Neymar da Silva Santos Junior, atau Neymar Junior.


Dikutip dari situs resmi FIFA, saking kagumnya pada Neymar, Rodrygo secara rutin mengamati aksi dan pergerakan Neymar di setiap pertandingan bersama Santos. Aksi-aksi Neymar ia amati baik melalui rekaman video maupun secara langsung saat Rodrygo menjadi ball boy laga kandang Santos.

Cerita unik terjadi pada kompetisi Divisi Serie A-1 (divisi utama) Liga Brazil musim 2011. Rodrygo menjadi ball boy pada laga Santos vs Mirassol. Eric ayah Rodrygo merupakan bek kanan andalan Mirassol yang kala itu berada di papan tengah kompetisi.

Pada musim itu, Neymar secara reguler bermain di sisi kiri lini serang Santos, sehinggaEric punya kewajiban untuk terus mengawal pergerakkan Neymar di sepanjang pertandingan.

Sebagai anak yang baik sejak masih di rumah, Rodrygo sudah memberikan tips kepada ayahnya mengenai cara terampuh untuk mematikan pergerakkan Neymar. Tips dan trik juga terus ia berikan kepada ayahnya di jeda pertandingan.

“Saya biasa menonton semua pertandingan Neymar, jadi saya tahu betapa sulitnya mengawal pergerakkannya. Saat itu saya baru berusia 10-11 tahun, tetapi saya sudah memperingati Ayah saya karena Neymar akan melakukan trik ini maupun gerakan itu,” ujar Rodrygo di situs resmi FIFA.

Masukan dan saran dari Rodrygo tak mampu menghindarkan Marissol terhindar dari kekalahan. Di akhir pertandingan Santos menang 3 gol tanpa balas. Akan tetapi pada pertandingan tersebut, Neymar tidak mencetak satu pun gol yang berujung pada digantinya ia di pertengahan babak kedua.

Apakah ini artinya saran Rodrygo kepada ayahnya untuk menutup pergerakan Neymar manjur? Saya rasa sih waktu itu Neymar hanya kurang mujur.
0
163
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sports
Sports
KASKUS Official
24.3KThread17.7KAnggota
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.