Sudah tahun 2021 tapi kita masih bahas masalah Covid, pandemi ini setidaknya sudah berjalan satu tahun lebih. Bermula dari Wuhan, China, kemudian menyebar ke seluruh negara. Pandemi ini memberikan dampak besar di kehidupan, mulai dari kesehatan, ekonomi, hingga kematian. Harapan terakhir agar Covid segera berlalu, adalah dengan adanya vaksin.
Tapi vaksin Covid19 juga tidak serta merta menjadi titik terang agar pandemi ini berakhir, ada lika-liku yang menyertainya. Saya sendiri dengan vaksin covid19 ini termasuk yakin, tetapi tetap ada keraguan menyertainya. Karena beberapa hal berikut ini:
Vaksin dengan Microchip

Keraguan awal saya tentang adanya vaksin covid19 ini, di saat awal-awal vaksin covid19 akan di ciptakan, munculnya berita jika nantinya vaksin covid19 akan diberikan microchip. Mungkin banyak yang berpikir, kenapa percaya sama berita seperti ini. Asal tahu saja, berita ini sempat di bahas berbagai macam situs berita internasional ternama, dan orang yang di sangkut pautkan dengan berita ini adalah Bill Gates. Iya, Bill Gates salah satu orang terkaya di dunia, yang juga fokus dalam dunia kesehatan. Bahkan Bill Gates juga sudah memperkirakan adanya Covid ini, setiap 10 tahun sekali akan ada pandemi yang mengancam kita.
Vaksin dengan microchip di tengah keadaan seperti sekarang terdengar terlalu beresiko. Membuat saya ragu dengan kefektifan vaksin covid19, apakah vaksin ini benar untuk mencegah covid19, atau untuk uji coba dan ladang bisnis belaka. Untungnya setelah berita ini tersebar dimana-mana, Bill Gates memberikan klarifikasi.
Indonesia memilih Sinovac

Ketika kabar pemerintah Indonesia memilih memesan vaksin Sinovac dari China, masyarakat heboh. Termasuk saya juga terkejut dengan keputusan yang di ambil pemerintah. Karena di sisi lain ada vaksin Pfizer yang terdengar lebih terpercaya, segala sesuatu yang buatan China rasanya tidak serius. Vaksin yang dibuat ini juga hitungannya terlalu cepat untuk sebuah vaksin, dimana untuk membuat vaksin paling tidak butuh waktu 5 tahun untuk uji coba. Ini tidak ada satu tahun vaksin sudah akan di suntikkan ke manusia, apa akan percaya dengan produk China. Apalagi kabar-kabar diluar sana kefektifan vaksin Sinovac juga tidak begitu bagus. Vaksin Sinovac juga memiliki efek samping bisa memperpanjang kelamin pria, sebenarnya lebih terdengar sebagai manfaat bukan efek samping. Tertutupnya pemerintah China tentang negaranya juga membuat saya khawatir tentang vaksin Sinovac ini.
Setelah berjalannya waktu, negara-negara yang juga memesan vaksin Sinovac memberikan keterangan mengenai efesiensi vaksin Sinovac yang ternyata sama bagusnya dengan vaksin lainnya. Juga berbagai alasan yang di utarakan pemerintah kenapa memilih vaksin Sinovac, salah satunya untuk penyimpanan vaksin, dimana jika Pfizer harus di simpan dalam kondisi dingin yang cukup ekstrem, sedangkan Sinovac lebih cocok untuk suhu negara tropis seperti Indonesia, Ini cukup membuat saya merasa yakin dengan vaksin Sinovac pilihan pemerintah Indonesia.
Teori-teori media sosial

Dari awal adanya virus corona ini, saya sebenarnya sudah bisa memilah mana yang kiranya berita bohong dan benar. Tapi maksud saya di poin ini, berupa cuitan para orang-orang yang saya anggap berkompeten ketika melihat pemerintah Indonesia memilih vaksin Sinovac. Pernah saya baca, seorang dokter menyatakan dirinya masih ragu dengan vaksin Sinovac yang di beli pemerintah, bahkan tidak mau jika harus menerima vaksin Sinovac. Padahal tenaga medis termasuk dokter, menjadi salah satu yang di utamakan di suntik vaksin. Ketika seorang dokter saja ragu dan tidak mau, bagaimana kita masyarakat biasa yang tidak tahu apa-apa tentang dunia medis.
Semuanya akan berubah selama waktu berjalan, saya rasa mereka yang awalnya ragu dengan vaksin, mulai membuka mata dan menerima akan adanya vaksin darurat untuk covid19 ini. Semua data tentang kefektifan vaksin mulai di publikasikan, memberikan pandangan yang lebih baik tentang vaksin. Jika saat ini ditanya tentang vaksin covid19, saya yakin dengan vaksin covid19, tetapi tetap saja melihat keadaan. Intinya yakin dengan sedikit keraguan yang masih mengganjal
Siap tidak siap, kita memang harus menggantungkan harapan terakhir ke vaksin. Di saat anjuran-anjuran yang mudah memakai masker dan jaga jarak tidak di dengar banyak orang, adanya vaksin yang sebenarnya tidak serta merta membuat kita kebal terhadap virus corona, melainkan hanya meringankan gejalanya. Patut di yakini, dan di harapkan bisa mengakhiri pandemi ini.