- Beranda
- Berita dan Politik
PP Muhammadiyah Dukung Program Kapolri Listyo Sigit soal Moderasi Beragama
...
TS
de.payens
PP Muhammadiyah Dukung Program Kapolri Listyo Sigit soal Moderasi Beragama
Jumat, 29 Januari 2021 | 23:02 WIB

Editor: Kristian Erdianto
JAKARTA, KOMPAS.com - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyatakan mendukung program Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenai moderasi beragama.
Hal itu dikatakan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti saat menyampaikan keterangan seusai pertemuan dengan Sigit, di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (29/1/2021).
"Muhammadiyah mendukung program-program Pak Kapolri terutama program yang berkaitan dengan moderasi beragama. Jadi Pak Kapolri tadi menerangkan bahwa moderasi itu merupakan program yang akan beliau kembangkan," ujar Mu'ti, dikutip dari Antara.
Baca juga: Kelakar Abdul Muti soal Kesiapan Kapolri Listyo Sigit Jadi Anggota Muhammadiyah
Selain itu, lanjut Mu'ti, PP Muhammadiyah mendukung komitmen Sigit terkait pendekatan humanis dan merakyat dalam menangani serta mengatasi persoalan.
"Kami bahkan tadi mengusulkan tagline baru untuk Kapolri, yaitu Polisi Sahabat Umat," tutur Mu'ti.
Sementara, Sigit mengatakan, program moderasi beragama merupakan salah satu formula untuk menekan paham-paham radikal dan intoleransi dengan pendekatan lunak.
"Pemahaman tentang moderasi beragama tentunya jauh lebih bermanfaat daripada kita melakukan pendekatan-pendekatan yang bersifat hard (keras)," kata Sigit.
Sigit berharap sinergi antara Polri dan Muhammadiyah ke depannya dapat membantu program deradikalisasi.
Selain itu, PP Muhammadiyah diharapkan dapat mengajak umat muslim untuk taat terhadap protokol kesehatan, mengingat masih tingginya penambahan kasus Covid-19 di Indonesia.
Pertemuan ini merupakan agenda kedua Sigit setelah resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta pada Rabu (27/1/2021).
Baca juga: Kapolri: Kalau Ada Polisi Tak Mau Bertemu Warga NU, Berarti Tidak Menghormati Saya
Sebelumnya, Kamis (29/1/2021), Sigit bertemu dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Sigit menjadi Kapolri ke-25 menggantikan Jenderal (Pol) Idham Azis yang akan pensiun pada 1 Februari 2021.
https://nasional.kompas.com/read/202...erasi-beragama
===
Ibarat Rumah Lama mau disulap bergaya modern dan menambah tingkat
Hati2 karena sebenarnya tidak semudah yg diharapkan,
Meskipun tampak luar kelihatan baik2 saja setelah ada renovasi mengikuti perkembangan zaman dan menambah tingkat, pastikan dlu Pondasi Lama masih kokoh karena tidak semua Bangunan dipersiapkan utk ekspansi / penambahan Tingkat di masa depan
Jangan sampai Pondasi Lama yg ternyata dari awal sudah Labil dipaksakan menerima beban2 baru di luar kapasitas nya, yg ada malah ambrol
Gambar Rencana tidak selalu harus dieksekusi tp seenggaknya Ide2 pembaruan sdh pernah dituangkan
......
Semoga bisa diprogram dengan baik dan diputuskan dengan bijak

Editor: Kristian Erdianto
JAKARTA, KOMPAS.com - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyatakan mendukung program Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenai moderasi beragama.
Hal itu dikatakan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti saat menyampaikan keterangan seusai pertemuan dengan Sigit, di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (29/1/2021).
"Muhammadiyah mendukung program-program Pak Kapolri terutama program yang berkaitan dengan moderasi beragama. Jadi Pak Kapolri tadi menerangkan bahwa moderasi itu merupakan program yang akan beliau kembangkan," ujar Mu'ti, dikutip dari Antara.
Baca juga: Kelakar Abdul Muti soal Kesiapan Kapolri Listyo Sigit Jadi Anggota Muhammadiyah
Selain itu, lanjut Mu'ti, PP Muhammadiyah mendukung komitmen Sigit terkait pendekatan humanis dan merakyat dalam menangani serta mengatasi persoalan.
"Kami bahkan tadi mengusulkan tagline baru untuk Kapolri, yaitu Polisi Sahabat Umat," tutur Mu'ti.
Sementara, Sigit mengatakan, program moderasi beragama merupakan salah satu formula untuk menekan paham-paham radikal dan intoleransi dengan pendekatan lunak.
"Pemahaman tentang moderasi beragama tentunya jauh lebih bermanfaat daripada kita melakukan pendekatan-pendekatan yang bersifat hard (keras)," kata Sigit.
Sigit berharap sinergi antara Polri dan Muhammadiyah ke depannya dapat membantu program deradikalisasi.
Selain itu, PP Muhammadiyah diharapkan dapat mengajak umat muslim untuk taat terhadap protokol kesehatan, mengingat masih tingginya penambahan kasus Covid-19 di Indonesia.
Pertemuan ini merupakan agenda kedua Sigit setelah resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta pada Rabu (27/1/2021).
Baca juga: Kapolri: Kalau Ada Polisi Tak Mau Bertemu Warga NU, Berarti Tidak Menghormati Saya
Sebelumnya, Kamis (29/1/2021), Sigit bertemu dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Sigit menjadi Kapolri ke-25 menggantikan Jenderal (Pol) Idham Azis yang akan pensiun pada 1 Februari 2021.
https://nasional.kompas.com/read/202...erasi-beragama
===
Ibarat Rumah Lama mau disulap bergaya modern dan menambah tingkat
Hati2 karena sebenarnya tidak semudah yg diharapkan,
Meskipun tampak luar kelihatan baik2 saja setelah ada renovasi mengikuti perkembangan zaman dan menambah tingkat, pastikan dlu Pondasi Lama masih kokoh karena tidak semua Bangunan dipersiapkan utk ekspansi / penambahan Tingkat di masa depan
Jangan sampai Pondasi Lama yg ternyata dari awal sudah Labil dipaksakan menerima beban2 baru di luar kapasitas nya, yg ada malah ambrol
Gambar Rencana tidak selalu harus dieksekusi tp seenggaknya Ide2 pembaruan sdh pernah dituangkan
......
Semoga bisa diprogram dengan baik dan diputuskan dengan bijak
Diubah oleh de.payens 30-01-2021 11:45
0
459
4
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.1KThread•58.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya