- Beranda
- Handphone & Tablet
Review Xiaomi Mi 10T (Part 1)
...
TS
yangcanggihcom
Review Xiaomi Mi 10T (Part 1)
Memasuki penghujung tahun 2020, Xiaomi ternyata masih punya sederet kejutan untuk para Mi Fans di Indonesia. Salah satunya adalah dengan meluncurkan Mi 10T, smartphone dengan kinerja kencang yang didukung kemampuan kamera yang oke dan layar yang telah mengusung refresh rate tinggi.
Apakah Xiaomi Mi 10T merupakan versi upgrade dari Mi 10? Kalau dilihat dari harganya jelas bukan. Anda tetap disuguhkan beberapa hardware dan fitur khas ponsel flagship, tapi dalam kemasan yang tidak se-premium Mi 10. Satu hal yang membuat Xiaomi Mi 10T terlihat begitu menggiurkan adalah banderolnya di Tanah Air, yakni Rp5.999.000.
Penasaran seperti apa kemampuannya? Yuk, langsung saja simak ulasan kami:


Apakah Xiaomi Mi 10T merupakan versi upgrade dari Mi 10? Kalau dilihat dari harganya jelas bukan. Anda tetap disuguhkan beberapa hardware dan fitur khas ponsel flagship, tapi dalam kemasan yang tidak se-premium Mi 10. Satu hal yang membuat Xiaomi Mi 10T terlihat begitu menggiurkan adalah banderolnya di Tanah Air, yakni Rp5.999.000.
Penasaran seperti apa kemampuannya? Yuk, langsung saja simak ulasan kami:

Quote:
Desain Xiaomi Mi 10T
Xiaomi Mi 10T tampil dengan sajian eksterior yang minimalis sekaligus elegan. Varian yang kami review kali ini adalah warna Cosmic Black. Kalau dibandingkan dengan Mi 10 versi standar, Anda akan menemukan perbedaan yang lumayan signifikan pada desain kamera belakang. Xiaomi memilih menggunakan frame persegi dengan menyusun sensor utama di sisi paling atas dan dua kamera lainnya beserta lampu flash tepat di bawahnya.
Bagian frame kamera ini tampak besar dan menonjol keluar. Selain menghabiskan cukup banyak ruang, Anda juga wajib berhati-hati ketika meletakkan Mi 10T di bidang datar agar kameranya tidak terbentur. Untungnya dalam paket penjualannya Xiaomi menyediakan softcase dengan kualitas yang menurut kami cukup bagus dan sekaligus mampu sedikit melindungi pinggiran frame kamera.
Smartphone ini memiliki bodi dengan bahan aluminium yang dilapisi kaca Gorilla Glass 5 baik di depan maupun belakang. Sekilas terlihat cukup premium dengan kualitas rancang bangun yang juga amat baik, meski sayangnya bisa menjadi magnet sidik jari sehingga lebih mudah kotor.

Ketika digenggam, Xiaomi Mi 10T terasa lumayan berisi. Bobotnya mencapai 216 gram dengan ketebalan 9,3mm yang artinya agak bongsor. Untuk Anda yang bertangan kecil dan gemar memasukkan ponsel ke dalam saku celana, dimensi dan berat Mi 10T mungkin tidak termasuk dalam golongan yang nyaman.
Beralih ke depan, Xiaomi memasang layar berukuran 6,67 inci dengan bezel yang lumayan tipis di kiri, kanan, dan atasnya. Sedikit lebih besar di bagian dagu, tapi menurut kami masih dalam batas wajar. Untuk kamera selfie, Mi 10T menempatkan lensa pada bagian punch-hole di pojok kiri atas.
Untuk sensor sidik jari Xiaomi Mi 10T belum menerapkan teknologi di balik layar. Xiaomi membenamkan pada tombol power yang ada di samping. Kami sudah mencobanya selama kurang lebih satu minggu, dan sensor ini mampu bekerja dengan gesit dan akurat dalam membaca jari kami. Posisinya pun terasa natural dan mudah dijangkau.

Xiaomi Mi 10T memiliki port USB Type-C di bagian bawah, berdampingan dengan lubang speaker. Port audio jack 3.5mm? Sayangnya tidak ada. Tapi jangan khawatir. Dalam dus penjualannya Anda langsung diberikan adapter USB-C ke audio jack 3.5mm. Jadi Anda tetap bisa menggunakan headset kabel favorit Anda. Satu hal lainnya yang patut Anda ketahui adalah Mi 10T tidak memiliki slot microSD. Hanya ada dua slot nano SIM-card saja.
Xiaomi Mi 10T tampil dengan sajian eksterior yang minimalis sekaligus elegan. Varian yang kami review kali ini adalah warna Cosmic Black. Kalau dibandingkan dengan Mi 10 versi standar, Anda akan menemukan perbedaan yang lumayan signifikan pada desain kamera belakang. Xiaomi memilih menggunakan frame persegi dengan menyusun sensor utama di sisi paling atas dan dua kamera lainnya beserta lampu flash tepat di bawahnya.
Bagian frame kamera ini tampak besar dan menonjol keluar. Selain menghabiskan cukup banyak ruang, Anda juga wajib berhati-hati ketika meletakkan Mi 10T di bidang datar agar kameranya tidak terbentur. Untungnya dalam paket penjualannya Xiaomi menyediakan softcase dengan kualitas yang menurut kami cukup bagus dan sekaligus mampu sedikit melindungi pinggiran frame kamera.
Smartphone ini memiliki bodi dengan bahan aluminium yang dilapisi kaca Gorilla Glass 5 baik di depan maupun belakang. Sekilas terlihat cukup premium dengan kualitas rancang bangun yang juga amat baik, meski sayangnya bisa menjadi magnet sidik jari sehingga lebih mudah kotor.

Ketika digenggam, Xiaomi Mi 10T terasa lumayan berisi. Bobotnya mencapai 216 gram dengan ketebalan 9,3mm yang artinya agak bongsor. Untuk Anda yang bertangan kecil dan gemar memasukkan ponsel ke dalam saku celana, dimensi dan berat Mi 10T mungkin tidak termasuk dalam golongan yang nyaman.
Beralih ke depan, Xiaomi memasang layar berukuran 6,67 inci dengan bezel yang lumayan tipis di kiri, kanan, dan atasnya. Sedikit lebih besar di bagian dagu, tapi menurut kami masih dalam batas wajar. Untuk kamera selfie, Mi 10T menempatkan lensa pada bagian punch-hole di pojok kiri atas.
Untuk sensor sidik jari Xiaomi Mi 10T belum menerapkan teknologi di balik layar. Xiaomi membenamkan pada tombol power yang ada di samping. Kami sudah mencobanya selama kurang lebih satu minggu, dan sensor ini mampu bekerja dengan gesit dan akurat dalam membaca jari kami. Posisinya pun terasa natural dan mudah dijangkau.

Xiaomi Mi 10T memiliki port USB Type-C di bagian bawah, berdampingan dengan lubang speaker. Port audio jack 3.5mm? Sayangnya tidak ada. Tapi jangan khawatir. Dalam dus penjualannya Anda langsung diberikan adapter USB-C ke audio jack 3.5mm. Jadi Anda tetap bisa menggunakan headset kabel favorit Anda. Satu hal lainnya yang patut Anda ketahui adalah Mi 10T tidak memiliki slot microSD. Hanya ada dua slot nano SIM-card saja.
Quote:
Layar Xiaomi Mi 10T

Layar menjadi fitur yang paling dikedepankan Xiaomi melalui Mi 10T. Panel yang digunakan memang masih IPS dengan resolusi Full HD+. Tapi yang menjadi nilai jual utama datang dari refresh rate tinggi 144Hz. Ya, 144Hz! Sejauh ini ponsel berlayar 144Hz masih tergolong langka di Indonesia. Memang sudah ada dari brand lain, tapi kategorinya gaming dan harganya lebih mahal.
Sekadar informasi, refresh rate pada Mi 10T bersifat adaptif. Fitur AdaptiveSync akan mengatur refresh rate sesuai kebutuhan, misalnya saat menonton film, menelusuri media sosial, hingga bermain game. Dalam skenario pemakaian sehari-hari ketika refresh rate tinggi sedang tidak dibutuhkan, AdaptiveSync juga sekaligus menyesuaikan refresh rate ke 60Hz atau bahkan 30Hz agar lebih hemat daya.
Sejauh pengujian kami layar Xiaomi Mi 10T tampak cukup memanjakan mata. Warna hitamnya memang tidak sepekat layar AMOLED, tapi secara keseluruhan, masih memuaskan untuk mendukung berbagai kegiatan. Warnanya didukung teknologi TrueColor, tingkat kecerahannya oke di bawah sinar matahari, dan sudah memiliki sertifikasi TUV Rheinland untuk memastikan mata tidak cepat lelah saat menatap layar terlalu lama.
Sedikit membahas sektor audio, Mi 10T mengusung dual speakers dan sertifikasi Hi-Res Audio. Kualitas suaranya terdengar jernih dan bertenaga, sekaligus lebih hidup karena sudah stereo. Untuk menemani menonton video dan bermain games, menurut kami audio Mi 10T sudah amat memadai.

Layar menjadi fitur yang paling dikedepankan Xiaomi melalui Mi 10T. Panel yang digunakan memang masih IPS dengan resolusi Full HD+. Tapi yang menjadi nilai jual utama datang dari refresh rate tinggi 144Hz. Ya, 144Hz! Sejauh ini ponsel berlayar 144Hz masih tergolong langka di Indonesia. Memang sudah ada dari brand lain, tapi kategorinya gaming dan harganya lebih mahal.
Sekadar informasi, refresh rate pada Mi 10T bersifat adaptif. Fitur AdaptiveSync akan mengatur refresh rate sesuai kebutuhan, misalnya saat menonton film, menelusuri media sosial, hingga bermain game. Dalam skenario pemakaian sehari-hari ketika refresh rate tinggi sedang tidak dibutuhkan, AdaptiveSync juga sekaligus menyesuaikan refresh rate ke 60Hz atau bahkan 30Hz agar lebih hemat daya.
Sejauh pengujian kami layar Xiaomi Mi 10T tampak cukup memanjakan mata. Warna hitamnya memang tidak sepekat layar AMOLED, tapi secara keseluruhan, masih memuaskan untuk mendukung berbagai kegiatan. Warnanya didukung teknologi TrueColor, tingkat kecerahannya oke di bawah sinar matahari, dan sudah memiliki sertifikasi TUV Rheinland untuk memastikan mata tidak cepat lelah saat menatap layar terlalu lama.
Sedikit membahas sektor audio, Mi 10T mengusung dual speakers dan sertifikasi Hi-Res Audio. Kualitas suaranya terdengar jernih dan bertenaga, sekaligus lebih hidup karena sudah stereo. Untuk menemani menonton video dan bermain games, menurut kami audio Mi 10T sudah amat memadai.
Quote:
Sistem operasi Xiaomi Mi 10T
Xiaomi Mi 10T mengadopsi sistem operasi MIUI 12 berbasis Android 10. Belum ada bocoran informasi soal update ke Android 11. Yang pasti Anda tetap akan menemukan sederet fitur bawaan khas Xiaomi yang sebagian besar menurut kami lumayan berguna untuk penggunaan sehari-hari.



Dark Mode jelas tersedia. Anda juga dapat memilih aplikasi pihak ketiga mana yang ingin dipaksakan tampil di mode gelap meski secara default belum mendukung. Atau sebaliknya. Ketika Anda merasa mode gelap kurang ideal di sebuah aplikasi, Anda bisa menonaktifkannya sendiri khusus untuk aplikasi tersebut.
Fitur lain yang selalu menjadi favorit kami adalah Second Space. Bagi yang belum tahu, fungsinya seperti memiliki dua buah smartphone dalam satu perangkat karena akun dan aplikasi yang berjalan di Second Space benar-benar terpisah. Game Mode? Ada. Fungsinya mirip dengan fitur serupa di smartphone kebanyakan.
Satu fitur yang bagi kami cukup menarik dan bermanfaat adalah floating windows. Sesuai namanya, Anda bisa membuka aplikasi dalam sebuah jendela kecil sembari melakukan aktivitas di aplikasi lainnya. Floating Windows ini memiliki fungsi sepenuhnya, bukan sekadar mengintip apa yang terjadi di aplikasi tersebut.
Xiaomi Mi 10T mengadopsi sistem operasi MIUI 12 berbasis Android 10. Belum ada bocoran informasi soal update ke Android 11. Yang pasti Anda tetap akan menemukan sederet fitur bawaan khas Xiaomi yang sebagian besar menurut kami lumayan berguna untuk penggunaan sehari-hari.



Dark Mode jelas tersedia. Anda juga dapat memilih aplikasi pihak ketiga mana yang ingin dipaksakan tampil di mode gelap meski secara default belum mendukung. Atau sebaliknya. Ketika Anda merasa mode gelap kurang ideal di sebuah aplikasi, Anda bisa menonaktifkannya sendiri khusus untuk aplikasi tersebut.
Fitur lain yang selalu menjadi favorit kami adalah Second Space. Bagi yang belum tahu, fungsinya seperti memiliki dua buah smartphone dalam satu perangkat karena akun dan aplikasi yang berjalan di Second Space benar-benar terpisah. Game Mode? Ada. Fungsinya mirip dengan fitur serupa di smartphone kebanyakan.
Satu fitur yang bagi kami cukup menarik dan bermanfaat adalah floating windows. Sesuai namanya, Anda bisa membuka aplikasi dalam sebuah jendela kecil sembari melakukan aktivitas di aplikasi lainnya. Floating Windows ini memiliki fungsi sepenuhnya, bukan sekadar mengintip apa yang terjadi di aplikasi tersebut.
Quote:
Kamera Xiaomi Mi 10T

Xiaomi Mi 10T dipersenjatai kamera utama 64 megapixel f/1.9 dengan lensa wide dan dukungan PDAF. Selain itu, Anda disuguhkan kamera ultrawide 13 megapixel f/2.4 dan kamera macro 5 megapixel f/2.4. Ya, hanya tiga walaupun sekilas terlihat ada 4 kamera selain lampu flash. Untuk yang gemar selfie, ada kamera 20 megapixel f/2.2 di depan.
Kamera belakang Mi 10T didukung sederet fitur tambahan yang cukup menarik, mulai dari Pro, Portrait, Night, 64M, Slow Motion, Front & Back, Long Exposure, dan Clone. Fitur yang kami sebut terakhir ternyata lumayan menyenangkan. Intinya memudahkan Anda untuk membuat efek seperti di bawah ini: (gambar pertama Clone Photo, yang kedua Clone Video)
Clone Mode Mi 10Tby yangcanggih.com, on Flickr
Clone Video Mi 10T by yangcanggih.com, on Flickr
Hasil foto kamera utamanya menurut kami tergolong baik di kondisi cahaya yang ideal. Detail yang ditangkap tinggi, reproduksi warnanya cenderung natural, akurat, dan dynamic range-nya bagus. Tidak adanya lensa tele membuat Anda hanya bisa mengandalkan digital zoom ketika ingin memotret dengan jarak yang lebih jauh.
Mi 10T Auto Mode (4) by yangcanggih.com, on Flickr
Mi 10T Auto Mode (2) by yangcanggih.com, on Flickr
Mi 10T Auto Mode (7) by yangcanggih.com, on Flickr
Portrait Mi 10T by yangcanggih.com, on Flickr
Fitur menarik lainnya yang patut dicoba adalah Skyscapping 3.0. Singkatnya, dengan fitur ini Anda bisa mengubah suasana langit menjadi beberapa preset bawaan yang amat beragam. Foto pertama di bawah adalah foto asli, sementara tiga di bawahnya setelah di-edit menggunakan Skyscapping 3.0:
Mi 10T Skyscapping (4) by yangcanggih.com, on Flickr
Mi 10T Skyscapping (1) by yangcanggih.com, on Flickr
Mi 10T Skyscapping (2) by yangcanggih.com, on Flickr
Memotret di malam hari juga akan disajikan hasil foto yang cukup memuaskan. Nuansa malamnya tetap terjaga karena exposure tidak diangkat berlebihan. Yang perlu digarisbawahi, karena tidak ada OIS Anda wajib menjaga tangan tetap stabil mengingat Night Mode membutuhkan waktu beberapa detik untuk menangkap gambar.
Night Mode Mi 10T (1) by yangcanggih.com, on Flickr
Night Mode Mi 10T (2) by yangcanggih.com, on Flickr
Sementara kamera ultra wide Mi 10T ternyata juga cukup oke, meski detail tidak setajam kamera utama. Bahkan kamera lensa sudut lebar ini juga didukung Night Mode. Itu artinya, Anda bisa mengabadikan suasana malam dengan tangkapan gambar yang lebih luas seperti foto di bawah ini:
Ultrawide Night Mode Mi 10T by yangcanggih.com, on Flickr
Untuk urusan videografi, Xiaomi Mi 10T mampu merekam video hingga resolusi maksimal 8K. Ya, 8K. Selain itu, Anda juga bisa merekam di resolusi 4K 60fps, 4K 30fps, 1080p 60fps, 1080p 30fps, dan 720p 30fps. Xiaomi tidak lupa menyediakan fitur Ultra Steady jika Anda ingin merekam dengan stabil di kondisi yang ekstrem. Slow Motion? Bisa hingga 960fps di 1080p.
8K Mi 10T by yangcanggih.com, on Flickr
1080p 30fps Night Mi 10T by yangcanggih.com, on Flickr

Xiaomi Mi 10T dipersenjatai kamera utama 64 megapixel f/1.9 dengan lensa wide dan dukungan PDAF. Selain itu, Anda disuguhkan kamera ultrawide 13 megapixel f/2.4 dan kamera macro 5 megapixel f/2.4. Ya, hanya tiga walaupun sekilas terlihat ada 4 kamera selain lampu flash. Untuk yang gemar selfie, ada kamera 20 megapixel f/2.2 di depan.
Kamera belakang Mi 10T didukung sederet fitur tambahan yang cukup menarik, mulai dari Pro, Portrait, Night, 64M, Slow Motion, Front & Back, Long Exposure, dan Clone. Fitur yang kami sebut terakhir ternyata lumayan menyenangkan. Intinya memudahkan Anda untuk membuat efek seperti di bawah ini: (gambar pertama Clone Photo, yang kedua Clone Video)
Clone Mode Mi 10Tby yangcanggih.com, on Flickr
Clone Video Mi 10T by yangcanggih.com, on Flickr Hasil foto kamera utamanya menurut kami tergolong baik di kondisi cahaya yang ideal. Detail yang ditangkap tinggi, reproduksi warnanya cenderung natural, akurat, dan dynamic range-nya bagus. Tidak adanya lensa tele membuat Anda hanya bisa mengandalkan digital zoom ketika ingin memotret dengan jarak yang lebih jauh.
Mi 10T Auto Mode (4) by yangcanggih.com, on Flickr
Mi 10T Auto Mode (2) by yangcanggih.com, on Flickr
Mi 10T Auto Mode (7) by yangcanggih.com, on Flickr
Portrait Mi 10T by yangcanggih.com, on Flickr Fitur menarik lainnya yang patut dicoba adalah Skyscapping 3.0. Singkatnya, dengan fitur ini Anda bisa mengubah suasana langit menjadi beberapa preset bawaan yang amat beragam. Foto pertama di bawah adalah foto asli, sementara tiga di bawahnya setelah di-edit menggunakan Skyscapping 3.0:
Mi 10T Skyscapping (4) by yangcanggih.com, on Flickr
Mi 10T Skyscapping (1) by yangcanggih.com, on Flickr
Mi 10T Skyscapping (2) by yangcanggih.com, on Flickr Memotret di malam hari juga akan disajikan hasil foto yang cukup memuaskan. Nuansa malamnya tetap terjaga karena exposure tidak diangkat berlebihan. Yang perlu digarisbawahi, karena tidak ada OIS Anda wajib menjaga tangan tetap stabil mengingat Night Mode membutuhkan waktu beberapa detik untuk menangkap gambar.
Night Mode Mi 10T (1) by yangcanggih.com, on Flickr
Night Mode Mi 10T (2) by yangcanggih.com, on Flickr Sementara kamera ultra wide Mi 10T ternyata juga cukup oke, meski detail tidak setajam kamera utama. Bahkan kamera lensa sudut lebar ini juga didukung Night Mode. Itu artinya, Anda bisa mengabadikan suasana malam dengan tangkapan gambar yang lebih luas seperti foto di bawah ini:
Ultrawide Night Mode Mi 10T by yangcanggih.com, on Flickr Untuk urusan videografi, Xiaomi Mi 10T mampu merekam video hingga resolusi maksimal 8K. Ya, 8K. Selain itu, Anda juga bisa merekam di resolusi 4K 60fps, 4K 30fps, 1080p 60fps, 1080p 30fps, dan 720p 30fps. Xiaomi tidak lupa menyediakan fitur Ultra Steady jika Anda ingin merekam dengan stabil di kondisi yang ekstrem. Slow Motion? Bisa hingga 960fps di 1080p.
8K Mi 10T by yangcanggih.com, on Flickr
1080p 30fps Night Mi 10T by yangcanggih.com, on Flickr 
YANGCANGGIH.COM juga menerbitkan majalah gadget digital bulanan, Y Magazine yang dapat diunduh secara gratis melalui Magzter dan Pressreader. Untuk versi PDF, bisa diunduh gratis di yangcanggih.com/y-magazine
FB:YANGCANGGIH
Twitter:@YANGCANGGIHCOM
0
610
Kutip
0
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Handphone & Tablet 
11.2KThread•12.7KAnggota
Komentar yang asik ya