TS
LiliMayasari
"Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 36
Ayat-ayat di atas mengandung beberapa kata kunci: jumlah. Pertama, Yahweh berkata jika Dia mendapati lima puluh orang benar di dalam kota, Dia akan mengampuni seluruh tempat itu, yang artinya, Dia tidak akan menghancurkan kota tersebut. Jadi, sebenarnya, apakah ada lima puluh orang benar di kota Sodom? Tidak ada. Segera setelah itu, apakah yang Abraham katakan kepada Tuhan? Dia berkata, misalkan empat puluh didapati di sana? Tuhan berkata, Aku tidak akan melakukannya. Selanjutnya, Abraham berkata, misalkan tiga puluh didapati di sana? Tuhan berkata, Aku tidak akan melakukannya. Misalkan dua puluh? Aku tidak akan melakukannya. Sepuluh? Aku tidak akan melakukannya. Adakah, sebenarnya, sepuluh orang benar di kota itu? Tidak ada sepuluh—tetapi hanya ada satu. Dan siapakah satu orang ini? Dia adalah Lot. Pada waktu itu, hanya ada satu orang benar di Sodom, tetapi apakah Tuhan bersikap sangat ketat atau menuntut ketika berhubungan dengan jumlah ini? Tidak! Jadi, ketika manusia terus bertanya, "Bagaimana kalau empat puluh?" "Bagaimana kalau tiga puluh?" hingga ia sampai pada "Bagaimana kalau sepuluh?" Tuhan berkata: "Bahkan jika hanya ada sepuluh, Aku tidak akan menghancurkan kota itu; Aku akan mengampuninya, dan mengampuni orang-orang lain di samping yang sepuluh ini." Sepuluh sudah cukup menyedihkan, tetapi sebenarnya ternyata, orang benar sejumlah itu pun tidak ada di kota Sodom. Jadi, engkau melihat bahwa di mata Tuhan, dosa dan kejahatan orang-orang kota itu sudah sedemikian rupa sehingga Tuhan tidak punya pilihan lain selain menghancurkan mereka. Apakah maksud Tuhan ketika Dia mengatakan bahwa Dia tidak akan menghancurkan kota jika ada lima puluh orang benar? Jumlah ini tidak penting bagi Tuhan. Yang penting adalah apakah di kota tersebut terdapat orang benar yang Dia inginkan atau tidak. Apabila hanya ada satu orang benar di kota itu, Tuhan tidak akan membiarkan mereka datang untuk melukainya oleh karena penghancuran-Nya atas kota tersebut. Ini berarti bahwa, terlepas dari apakah Tuhan akan menghancurkan kota itu atau tidak, dan terlepas dari berapa jumlah orang benar yang ada di dalamnya, bagi Tuhan, kota yang penuh dosa ini terkutuk dan memuakkan, harus dihancurkan dan harus lenyap dari mata Tuhan, sementara orang benar harus terluput. Tanpa memandang zaman, tanpa memandang tahap perkembangan umat manusia, sikap Tuhan tidak berubah: Dia membenci kejahatan dan peduli kepada orang-orang yang benar di mata-Nya. Sikap Tuhan yang jelas ini juga merupakan penyingkapan sejati dari hakikat Tuhan. Karena hanya ada satu orang benar di dalam kota, Tuhan tidak ragu lagi. Hasil akhirnya adalah Sodom mau tidak mau harus dihancurkan. Apakah yang engkau semua lihat dalam hal ini? Pada zaman itu, Tuhan tidak akan menghancurkan kota jika terdapat lima puluh orang benar di dalamnya, atau jika terdapat sepuluh orang benar, yang artinya Tuhan memutuskan untuk mengampuni dan bersikap toleran terhadap umat manusia, atau akan melakukan pekerjaan pembimbingan, karena beberapa orang yang mampu untuk menghormati dan menyembah-Nya. Tuhan sangat mengindahkan perbuatan benar manusia, Dia sangat mengindahkan mereka yang mampu menyembah-Nya dan Dia sangat mengindahkan mereka yang mampu melakukan perbuatan baikdi hadapan-Nya.
Diubah oleh LiliMayasari 15-12-2020 16:36
0
306
0
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Spiritual
6.4KThread•2.9KAnggota
Komentar yang asik ya