- Beranda
- The Lounge
Indonesia Siap Bantu Bangun Fasilitas Ibadah Untuk Umat Islam di Kamboja
...
TS
dewaagni
Indonesia Siap Bantu Bangun Fasilitas Ibadah Untuk Umat Islam di Kamboja
Indonesia Siap Bantu Bangun Fasilitas Ibadah Untuk Umat Islam di Kamboja
Selasa, 5 November 2019 21:52 WIB

(Dok Setwapres)
Pertemuan Wakil Presiden Maruf Amin dengan Menteri Urusan Islam Negara Kamboja Oknha Datuk Dr Othsman Hassan di The Crowne Plaza Hotel, Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/1/2019).
Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Wakil Presiden Maruf Amin bertemu dengan Menteri Urusan Islam Negara Kamboja Oknha Datuk Dr Othsman Hassan di sela acara pembukaan World Zakat Forum (WZF) Conference 2019.
Ia menjelaskan terkait pembahasan yang dilakukan dalam pertemuan yang digelar di The Crowne Plaza Hotel, Bandung, Selasa (5/11/2019) siang.
Indonesia dan Kamboja memang memiliki hubungan baik, terlebih terdapat umat islam yang bermukim di negara tersebut.
Perlu diketahui, Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki mayoritas penduduk beragama islam.
"Ya kita mempererat hubungan, karena di Kamboja itu juga ada umat Islam," ujar Maruf Amin saat ditemui di Pangkalan Udara TNI AU Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.
Kamboja pun sangat menghargai umat islam yang ada di negaranya.
Bahkan di antaranya ada yang bergabung dalam pemerintahan dan menjadi pejabat publik di Kamboja.
"Mereka menjelaskan bahwa umat Islam di sana diperlakukan baik, sehingga sekarang itu (umat islam di sana) ada yang jadi menteri, ada yang wakil menteri, ada yang jadi anggota parlemen," jelas Maruf Amin.
Maruf Amin menyampaikan dari pertemuan tersebut diharapkan akan ada bantuan dari Indonesia terhadap perkembangan peradaban islam di Kamboja.
Seperti pertukaran mahasiswa untuk menempuh studi di Indonesia.
Serta pemerintah Kamboja berharap agar Indonesia bisa memberikan bantuan dalam membangun fasilitas ibadah di Kamboja.
Sehingga, warga muslim di Kamboja bisa memiliki tempat untuk beribadah.
"Hanya memang perlu adanya semacam bantuan-bantuan, terutama mereka menginginkan mengirimkan mahasiswanya ke Indonesia, kemudian juga bantuan untuk sarana ibadah, madrasah," kata Maruf Amin.
Menurut Maruf Amin, Indonesia terbiasa memberikan bantuan kepada negara-negara sahabat, terlebih jika itu terkait isu kemanusiaan, seperti bantuan untuk muslim Rohingya dan pembangunan rumah sakit di Palestina.
"Kita Indonesia, biasa membantu dimana-mana, apa yang bisa kita bantu, pasti kita akan bantu, mendirikan rumah sakit, Rohingya juga (kami) membantu," papar Ma'ruf.
Sehingga ia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tentu saja terbuka untuk menjalin kerja sama dengan Kamboja.
Tidak hanya dari sisi bisnis saja, namun juga pembangunan infrastruktur di negara itu.
"Maka di Kamboja juga kita akan membantu dengan kerja sama perdagangan maupun pembangunan dan infrastruktur di Kamboja," kata Maruf Amin.
https://m.tribunnews.com/nasional/20...mboja?page=all
Selasa, 5 November 2019 21:52 WIB

(Dok Setwapres)
Pertemuan Wakil Presiden Maruf Amin dengan Menteri Urusan Islam Negara Kamboja Oknha Datuk Dr Othsman Hassan di The Crowne Plaza Hotel, Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/1/2019).
Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Wakil Presiden Maruf Amin bertemu dengan Menteri Urusan Islam Negara Kamboja Oknha Datuk Dr Othsman Hassan di sela acara pembukaan World Zakat Forum (WZF) Conference 2019.
Ia menjelaskan terkait pembahasan yang dilakukan dalam pertemuan yang digelar di The Crowne Plaza Hotel, Bandung, Selasa (5/11/2019) siang.
Indonesia dan Kamboja memang memiliki hubungan baik, terlebih terdapat umat islam yang bermukim di negara tersebut.
Perlu diketahui, Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki mayoritas penduduk beragama islam.
"Ya kita mempererat hubungan, karena di Kamboja itu juga ada umat Islam," ujar Maruf Amin saat ditemui di Pangkalan Udara TNI AU Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.
Kamboja pun sangat menghargai umat islam yang ada di negaranya.
Bahkan di antaranya ada yang bergabung dalam pemerintahan dan menjadi pejabat publik di Kamboja.
"Mereka menjelaskan bahwa umat Islam di sana diperlakukan baik, sehingga sekarang itu (umat islam di sana) ada yang jadi menteri, ada yang wakil menteri, ada yang jadi anggota parlemen," jelas Maruf Amin.
Maruf Amin menyampaikan dari pertemuan tersebut diharapkan akan ada bantuan dari Indonesia terhadap perkembangan peradaban islam di Kamboja.
Seperti pertukaran mahasiswa untuk menempuh studi di Indonesia.
Serta pemerintah Kamboja berharap agar Indonesia bisa memberikan bantuan dalam membangun fasilitas ibadah di Kamboja.
Sehingga, warga muslim di Kamboja bisa memiliki tempat untuk beribadah.
"Hanya memang perlu adanya semacam bantuan-bantuan, terutama mereka menginginkan mengirimkan mahasiswanya ke Indonesia, kemudian juga bantuan untuk sarana ibadah, madrasah," kata Maruf Amin.
Menurut Maruf Amin, Indonesia terbiasa memberikan bantuan kepada negara-negara sahabat, terlebih jika itu terkait isu kemanusiaan, seperti bantuan untuk muslim Rohingya dan pembangunan rumah sakit di Palestina.
"Kita Indonesia, biasa membantu dimana-mana, apa yang bisa kita bantu, pasti kita akan bantu, mendirikan rumah sakit, Rohingya juga (kami) membantu," papar Ma'ruf.
Sehingga ia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tentu saja terbuka untuk menjalin kerja sama dengan Kamboja.
Tidak hanya dari sisi bisnis saja, namun juga pembangunan infrastruktur di negara itu.
"Maka di Kamboja juga kita akan membantu dengan kerja sama perdagangan maupun pembangunan dan infrastruktur di Kamboja," kata Maruf Amin.
https://m.tribunnews.com/nasional/20...mboja?page=all
0
344
1
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•109.4KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya