TS
HernandezJoe
Kesalahan Fatal Miami Heat Buat LA Lakers Juara NBA 2020
LA Lakers resmi menjadi juara NBA 2020 usai kalakan Mimi Heat 106-93 pada game ke-6, Senin (12/10). Dengan hasil tersebut, LA Lakers menyamai pencapain Boston Celtic sebagai klub terbanyak yang meraih gelar NBA sebanyak 17 kali. Pada game kali ini, bintang LA Lakers, LeBron James mencetak triple double (28 point, 14 rebound, dan 10 assist).

Selain layak menang pada game kali ini, LA Lakers berhasil keluar sebagai pemenang karena kesalahan fatal yang dibuat oleh Miami Heat. Jika agan dan sista menonton pertandingan kedua tim ini dari game pertama, terutama untuk para fans Miami Heat, rasa-rasanya keputusan yang diambil oleh pelatih Miami Heat, Erik Spoelstra pada game ke-6 terbilang tidak tepat.
Pada final NBA 2020, nyawa Miami Heat terletak di dalam diri Jimmy Butler dan Tyler Herro. Kenapa bisa dibilang seperti itu? Karena kedua orang ini lah yang telah bekerja keras pada babak final, dan mengatur irama permainan Miami Heat. Setelah pemain inti Miami Heat, Bam Adebayo dan Goran Dragic mengalami cedera pada game pertama, memang permainan Miami Heat mulai pincang.
Di game kedua, LA Lakers dengan gampangnya mengalahkan Miami Heat, namun pada game ke-3, Miami Heat mulai bangkit, Jimmy Butler dan Tyler Herro telah menemukan gaya bermain dan mengatur rekan-rekannya untuk mengalahkan LA Lakers, disini terlihat bahwa peranan bintang individu Jimmy Butler dengan leluasa memimipin rekan-rekannya, dan memang terlihat jelas, Jimmy Butler lah yang sangat banyak memegang bola, karena posisinya berubah menjadi point guard menggantikan Goran Dragic yang cedera.
Malapetakan datang pada game ke-4, Bam Adebayo yang telah sembuh dari cedera seperti kebingungan bermain di partai final, sangat jelas karena mental pun dibutuhkan bermain di partai final, karena melihat rekannya telah kembali dari cedera, Jimmy Butler mempercayakan Bam Adebayo di posisi center, namun sayang permainan bola mengalir ke Bam Adebayo malah menjadi bumerang tersendiri untuk Miami Heat.
LA Lakers pun berhasil meraih kemenangan atas Miami Heat dan membuat skor unggul 3-1.
Belajar dari kesalahan, pada game ke-5 Miami Heat sangat mendominan, itu juga faktor terlenanya LA Lakers yang seakan-akan bisa mengalahkan Miami Heat. Bam Adebayo telah membayar kesalahan pada game ke-4 dan membuktikannya pada game ke-5, di game ke-5 peran Jimmy Butler sangat terlihat jelas, ia bermain penuh selama 47 menit. Selain itu shooting guard Miami Heat, Duncan Robinson bersinar dengan mencetak 26 poin.
Lagi dan lagi pada game ke-6 kedatangan Goran Dragic malah menjadi bumerang untuk Miami Heat, Jimmy Butler pun tidak lagi mengatur irama penyerangan Miami Heat, ia telah mempercayakan peran penyuplaian bola kepada Goran Dragic. Masalah Goran Dragic hampir sama dengan Bam Adebayo, Goran Dragic tampak kebingungan bermain di partai final sesuai cedera.
Padahal tanpa harus memainkan Goran Dragic dan mempercayakan skuat yang diturunkan pada game ke-5, rasa-rasanya Miami Heat masih bisa mengalahkan LA Lakers pada game ke-6 dan akan berlanjut di game ke-7.
Jika ane menjadi pelatih Miami Heat, ane akan menurunkan formasi Miami Heat saat di game ke-5, karena skuat pemain tersebut sudah solid, dengan kepimpinan Jimmy Butler, kesongongan Tyler Herro, percaya dirinya Duncan Robinson, dan Bam Adebayo yang selalu siap menjaga Anthony Davis. Namun semua itu sudah berlalu, LA Lakers resmi menjadi juara NBA 2020.


(twitter @nba)
Selain layak menang pada game kali ini, LA Lakers berhasil keluar sebagai pemenang karena kesalahan fatal yang dibuat oleh Miami Heat. Jika agan dan sista menonton pertandingan kedua tim ini dari game pertama, terutama untuk para fans Miami Heat, rasa-rasanya keputusan yang diambil oleh pelatih Miami Heat, Erik Spoelstra pada game ke-6 terbilang tidak tepat.
Pada final NBA 2020, nyawa Miami Heat terletak di dalam diri Jimmy Butler dan Tyler Herro. Kenapa bisa dibilang seperti itu? Karena kedua orang ini lah yang telah bekerja keras pada babak final, dan mengatur irama permainan Miami Heat. Setelah pemain inti Miami Heat, Bam Adebayo dan Goran Dragic mengalami cedera pada game pertama, memang permainan Miami Heat mulai pincang.
Di game kedua, LA Lakers dengan gampangnya mengalahkan Miami Heat, namun pada game ke-3, Miami Heat mulai bangkit, Jimmy Butler dan Tyler Herro telah menemukan gaya bermain dan mengatur rekan-rekannya untuk mengalahkan LA Lakers, disini terlihat bahwa peranan bintang individu Jimmy Butler dengan leluasa memimipin rekan-rekannya, dan memang terlihat jelas, Jimmy Butler lah yang sangat banyak memegang bola, karena posisinya berubah menjadi point guard menggantikan Goran Dragic yang cedera.
Malapetakan datang pada game ke-4, Bam Adebayo yang telah sembuh dari cedera seperti kebingungan bermain di partai final, sangat jelas karena mental pun dibutuhkan bermain di partai final, karena melihat rekannya telah kembali dari cedera, Jimmy Butler mempercayakan Bam Adebayo di posisi center, namun sayang permainan bola mengalir ke Bam Adebayo malah menjadi bumerang tersendiri untuk Miami Heat.
LA Lakers pun berhasil meraih kemenangan atas Miami Heat dan membuat skor unggul 3-1.
Belajar dari kesalahan, pada game ke-5 Miami Heat sangat mendominan, itu juga faktor terlenanya LA Lakers yang seakan-akan bisa mengalahkan Miami Heat. Bam Adebayo telah membayar kesalahan pada game ke-4 dan membuktikannya pada game ke-5, di game ke-5 peran Jimmy Butler sangat terlihat jelas, ia bermain penuh selama 47 menit. Selain itu shooting guard Miami Heat, Duncan Robinson bersinar dengan mencetak 26 poin.
Lagi dan lagi pada game ke-6 kedatangan Goran Dragic malah menjadi bumerang untuk Miami Heat, Jimmy Butler pun tidak lagi mengatur irama penyerangan Miami Heat, ia telah mempercayakan peran penyuplaian bola kepada Goran Dragic. Masalah Goran Dragic hampir sama dengan Bam Adebayo, Goran Dragic tampak kebingungan bermain di partai final sesuai cedera.
Padahal tanpa harus memainkan Goran Dragic dan mempercayakan skuat yang diturunkan pada game ke-5, rasa-rasanya Miami Heat masih bisa mengalahkan LA Lakers pada game ke-6 dan akan berlanjut di game ke-7.
Jika ane menjadi pelatih Miami Heat, ane akan menurunkan formasi Miami Heat saat di game ke-5, karena skuat pemain tersebut sudah solid, dengan kepimpinan Jimmy Butler, kesongongan Tyler Herro, percaya dirinya Duncan Robinson, dan Bam Adebayo yang selalu siap menjaga Anthony Davis. Namun semua itu sudah berlalu, LA Lakers resmi menjadi juara NBA 2020.

Diubah oleh HernandezJoe 12-10-2020 11:01
tien212700 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
1.5K
9
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sports
24.3KThread•17.4KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya