Kaskus

Story

prata34Avatar border
TS
prata34
Secangkir Kopi dan Sebat
Di saat Matahari berJingga hampir tenggelam, Aku termenung di depan rumah, lesehan dengan pandangan tanpa arah, dengan tikar yang seperti dicabik macan. Teringat kembali kejadian kemarin dan masih terngiang-iang di kepalaku. Secarik kertas diberikan padaku bertuliskan PHK dikarenakan Kondisi Corona perusahaan harus mengurangi karyawan. Aku Bingung kalang kabut, gimana istriku, gimana anakku, gimana saya. Apalagi sedang Kondisi Corona seperti ini ? bagaimana mendapatkan Sesuap Nasi. Lalu ku pulang, kupeluk istriku dan Ahhh ... Kopiku sudah hampir habis dan Rokokkupun tinggal sebatang.
Yasudah besok cari kerja lagi Bissmillah semoga dapat lanjutku menikmati sedikit kopi dengan sebat terakhir. Lalu besok akupun bersiap mencari kerja dan tidak lupa mencium kening permainsuri dan pangeran kecil ku yang nampak gelisah. "Tenang saja bu, pasti saya akan dapat kerja?" ucapku dengan penuh percaya yang membara. Lalu ku jalan mencari lowongan dan melamar tapi tidak ada satupun yang buka lamaran. Dari pagi menjelang Sore masih belum juga mendapatkan pekerjaan. Akhirnya aku pulang dengan membawa capek dan wajah lesu. Istriku dengan wajah penuh harap bertanya kepadaku, "Ayah, Gimana sudah dapet?". Aku hanya menggelengelengkan kepala dengan wajah lesuku. Lanjut Aku tanya kepada tetanggaku apakah ada informasi mengenai lowongan pekerjaan. "Kerjo piye wong aku yo nganggur (kerja gimana wong aku juga pengangguran", jawab tetangguku yang sangat ramah ini. Lalu kutanya tetangga yang lain juga sama. "Wah ternyata yang susah bukan cuma saya ya?" dalam hatiku berbisik. Lalu minta tolong kepada tetanggaku untuk mencarikan kerja di Sosial Media. Saat Upload ingin mencari kerja eh malah dibully. Katanya Makanya usaha, Jangan lihat gaji yang penting kerja, atau apalah. Lalu aku membatin dalam hati "Apakah Rakyat +62 Semuannya Toxic? Kurasa tidak". Ternyata yang salah bukan pemerintahan tetapi tidak didiknya Pendidikan Karakter sejak dini. Yang dipikirkan hanya Harta, Tahta, dan Kuasa. Lalu aku coba melamar dijelaskan gaji dan ku menjawab, "Apakah GAji bisa dinaikin sedikit?. Si HRD menjawab, "Bisa kalau kinerjmu bagus". "Pokoknya aku Mau Gajiku Besar, Kerjaku Nyatai, dan Dapat Tunjangan dan lain-lain. "Ya sudah cari ditempat lain ya". Lalu pulang dan Istriku marah karena dan aku ditampar dan GUBRAK........ tiba - tiba aku bangun dari kasur ternyata cuma mimpi. Ternyata aku masih belum di PHK dan masih bekerja di perusahaan tersebut. Aku berpikir, sambil bersebat ria dan menyeduh secangkir kopi. "Mengapa aku mimpi seperti itu ya?" sebenarnya siapa yang salah kalau Rakyat susah cari kerja? si Pemberi Kerja yang memberi gaji sesuai kemampuan si Karyawan, Si Karyawan yang minta Gaji Besar atau Kerja Santai, Atau Pemerintah. PIKIR !!!!! Ahh atau supaya lebih baik kita koreksi diri kita masing - masing OK?.

Cerita diatas Hanya Cerita Fiksi di Dunia Fiksi.




bukhoriganAvatar border
zharkiAvatar border
zharki dan bukhorigan memberi reputasi
2
320
3
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.