- Beranda
- Cinta Indonesiaku
Malam Renungan Berubah Menjadi Malam Penuh Kenangan.
...
TS
kundil.jalan
Malam Renungan Berubah Menjadi Malam Penuh Kenangan.

Perayaan 17 Agustus tahun ini terasa berbeda sekali dibandingkan dengan tahun-tahun yang lalu. Apa mau dikata, pandemi masih menjadi momok menakutkan saat ini, dan untuk menghindarinya kita masih harus terus menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Tentu lebih baik menjaga dari pada mengobati, jadi ikhlaskan saja jika perayaan 17 Agustus tahun ini tidak bisa semeriah tahun-tahun lalu.
Peringatan 17 Agustus tahun ini memang masih dilaksanakan upacara seperti biasanya, namun peserta upacara dibatasi dan bahkan diwilayah ane Desa Banjarmangu, Banjarnegara, Jawa Tengah, sudah beredar surat dari kepala desa bahwa upacara detik-detik proklamasi di lapangan desa, hanya boleh dihadiri oleh maksimal 20 orang saja. Wilayah RT ane juga meniadakan perlombaan 17an tahun ini, baik perlombaan perorangan maupun perlombaan kelompok. Tidak hanya itu, tradisi malam renungan juga ditiadakan tahun ini. Padahal malam renungan adalah salah satu kegiatan favorit ane saat perayaan 17an.
Setiap tahun biasanya RT ane selalu melakukan malam renungan tepat tanggal 16 malam, acara biasanya dilakukan mulai pukul 20.00 dan biasanya selesai pukul 24.00 atau bahkan lebih, karena deretan acaranya cukup padat. Malam renungan tahun 2019 lalu adalah malam renungan terbaik dan penuh kenangan menurut ane, karena di malam renungan tahun lalu ane benar-benar merasakan kenikmatan quality timebersama tetangga-tetangga satu RT, spesialnya karena dimalam renungan itu ane juga menghabiskan waktu dengan salah satu tetangga yang sudah lama ane kagumi
.
Susunan acara yang biasa dilakukan setiap malam renungan di wilayah RT ane adalah melakukan doa untuk para pahlawan yang telah gugur, setelah itu acara makan-makan bersama, dan terakhir nobar film kemerdekaan. Terdengar simpel runtutan acaranya, tapi kalau malam renungan di tiadakan tentu tidak afdhol. Karena ini tradisi di wilayah RT ane.

Peringatan 17 Agustus tahun ini memang masih dilaksanakan upacara seperti biasanya, namun peserta upacara dibatasi dan bahkan diwilayah ane Desa Banjarmangu, Banjarnegara, Jawa Tengah, sudah beredar surat dari kepala desa bahwa upacara detik-detik proklamasi di lapangan desa, hanya boleh dihadiri oleh maksimal 20 orang saja. Wilayah RT ane juga meniadakan perlombaan 17an tahun ini, baik perlombaan perorangan maupun perlombaan kelompok. Tidak hanya itu, tradisi malam renungan juga ditiadakan tahun ini. Padahal malam renungan adalah salah satu kegiatan favorit ane saat perayaan 17an.
Setiap tahun biasanya RT ane selalu melakukan malam renungan tepat tanggal 16 malam, acara biasanya dilakukan mulai pukul 20.00 dan biasanya selesai pukul 24.00 atau bahkan lebih, karena deretan acaranya cukup padat. Malam renungan tahun 2019 lalu adalah malam renungan terbaik dan penuh kenangan menurut ane, karena di malam renungan tahun lalu ane benar-benar merasakan kenikmatan quality timebersama tetangga-tetangga satu RT, spesialnya karena dimalam renungan itu ane juga menghabiskan waktu dengan salah satu tetangga yang sudah lama ane kagumi
.Susunan acara yang biasa dilakukan setiap malam renungan di wilayah RT ane adalah melakukan doa untuk para pahlawan yang telah gugur, setelah itu acara makan-makan bersama, dan terakhir nobar film kemerdekaan. Terdengar simpel runtutan acaranya, tapi kalau malam renungan di tiadakan tentu tidak afdhol. Karena ini tradisi di wilayah RT ane.

sumber : dok.pribadi

sumber : dok.pribadi
Ini adalah salah satu potret keseruan kita saat makan-makan bersama acara malam renungan, menu yang dihidangkan pada saat malam renungan adalah menu yang sudah disepakati bersama, sangat bervariasi karena selera orang sekampung tentu berbeda kan, ada nasi putih, nasi jagung, nasi tiwul, nasi goreng tinggal pilih sesuai selera. Dan untuk menambah kedekatan sesama tetangga, kita sengaja melakukan konsep prasmanan dengan daun pisang seperti ini.
Nah kenangan ane dimulai dari sini, ane kebetulan menjadi salah satu panitia perayaan HUT RI tahun lalu bersama dengan Aini, gadis yang sudah lama ane kagumi. Sebelumnya ane tidak pernah bisa ngobrol santai dengan Aini, karena jarak usia kita agak cukup jauh, dan ane merasa sedikit minder untuk mendekatinya. Tapi berhubung di acara ini kita sama-sama menjadi panitia, itu menuntut kita itu bisa berkomunikasi secara berkala, agar acara bisa berjalan lancar.
Lewat acara malam renungan ini, ane mulai benar-benar mengenal dari dekat sosok Aini, ternyata dia adalah gadis yang periang dan humoris, enak sekali untuk diajak bicara. Bahkan ada satu kejadian lucu, dimana Aini tanpa sengaja masuk ke selokan
dan baju nya basah, maklum penerangan di wilayah ane memang kurang, sayangnya ane tidak memiliki dokumentasi saat Aini masuk ke selokan
kalau ada pasti lucu sekali. Tapi kejadian ini malah menguntungkan buat ane. Karena ane jadi bisa menemani Aini pulang untuk ganti baju. Intinya malam renungan tahun lalu sulit sekali untuk dilupakan.
Sayang sekali tahun ini malam renungan ditiadakan, padahal kalau diadakan siapa tau ane bisa PDKT lagi dengan Aini
. Mudah-mudahan Agustus tahun depan, pandemi sudah benar-benar pergi dari muka bumi. Sehingga kita bisa bebas melakukan aktivitas apa saja tanpa khawatir seperti dulu lagi.
sumber : pengalaman & dok.pribadi
Nah kenangan ane dimulai dari sini, ane kebetulan menjadi salah satu panitia perayaan HUT RI tahun lalu bersama dengan Aini, gadis yang sudah lama ane kagumi. Sebelumnya ane tidak pernah bisa ngobrol santai dengan Aini, karena jarak usia kita agak cukup jauh, dan ane merasa sedikit minder untuk mendekatinya. Tapi berhubung di acara ini kita sama-sama menjadi panitia, itu menuntut kita itu bisa berkomunikasi secara berkala, agar acara bisa berjalan lancar.
Lewat acara malam renungan ini, ane mulai benar-benar mengenal dari dekat sosok Aini, ternyata dia adalah gadis yang periang dan humoris, enak sekali untuk diajak bicara. Bahkan ada satu kejadian lucu, dimana Aini tanpa sengaja masuk ke selokan
dan baju nya basah, maklum penerangan di wilayah ane memang kurang, sayangnya ane tidak memiliki dokumentasi saat Aini masuk ke selokan
kalau ada pasti lucu sekali. Tapi kejadian ini malah menguntungkan buat ane. Karena ane jadi bisa menemani Aini pulang untuk ganti baju. Intinya malam renungan tahun lalu sulit sekali untuk dilupakan. Sayang sekali tahun ini malam renungan ditiadakan, padahal kalau diadakan siapa tau ane bisa PDKT lagi dengan Aini
. Mudah-mudahan Agustus tahun depan, pandemi sudah benar-benar pergi dari muka bumi. Sehingga kita bisa bebas melakukan aktivitas apa saja tanpa khawatir seperti dulu lagi.sumber : pengalaman & dok.pribadi
0
317
0
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Cinta Indonesiaku
5.4KThread•2.7KAnggota
Komentar yang asik ya