Kaskus

Female

sletingdolAvatar border
TS
sletingdol
Kesalahan Adalah Hak Setiap Anak
Kesalahan Adalah Hak Setiap Anak

Sehari - hari saya pulang pergi kerja dengan mengendarai motor, rumah saya letaknya lumayan jauh dari jalan besar/utama jadi harus melewati beberapa kampung. Seperti biasa jika masuk jalan terusan menuju rumah kecepatan motor saya kurangi antara 20 - 40 km/jam saja di tambah anak - anak banyak yang main jika sore tiba jadi harus hati - hati.

Beberapa hari lalu saya terjatuh dari motor karena kaget ada anak kecil tiba - tiba melintas, si anak tidak kenapa - kenapa hanya saya saja yang terjatuh dari motor dengan bonus beberapa bagian motor rusak. Tak lama kemudian datang si ibu dari anak kecil ini dan langsung memarahi si anak di barengi beberapa kali cubitan dan tamparan kecil si anak pun menangis tanpa melihat saya atau mengajak saya bicara atau minta maaf karena dia sibuk memarahi si anak kemudian anak nya ini di seret pulang oleh ibunya, karena motor masih bisa di pakai dan saya tidak mengalami luka berat saya pun kembali mengendarai motor untuk pulang ke rumah.

Kejadian seperti ini banyak di alami oleh anak - anak di indonesia yaitu sejak kecil selalu di didik dengan Hukuman dan ini kesalahan fatal yang di lakukan orang tua dalam mendidik anak. Namanya juga anak kecil kondisi tubuh nya sangat memadai untuk melakukan kesalahan dibanding orang dewasa, otak nya masih dalam masa tumbuh kembang, kordinasi fisik dan pengalaman nya pun belum banyak sehingga wajar jika anak kecil melakukan kesalahan.

Kesalahan Adalah Hak Setiap Anak

Anak melakukan kesalahan adalah keniscayaan namun orang tua disini banyak yang tidak mentolelir itu, ketika si anak salah orang tua malah menghukum si anak. Dampak nya tanpa di sadari sangat buruk bagi si anak yaitu dia jadi enggan menggapai cita - cita, enggan berkreasi dan sebagainya kareba sejak kecil sudah di doktrin jika salah akan dapat hukuman. Inilah yang membentuk pribadi Halu anak - anak, mereka takut gagal jika ingin menggapai mimpinya padahal anak ini punya kemampuan untuk melakukan sesuatu tapi mereka memilih diam karena takut salah.

Mereka menjadi minder bakat melukis yang harus nya bisa di kembangkan hanya tertahan di buku tulisnya, bakat musik nya tertahan hanya sampai nyanyi - nyanyi sambil gitaran di sudut komplek rumahnya karena terbebani dokterin "kamu tidak boleh salah". Fenomena ini selain dilakukan orang tua, guru di sekolah nyapun melakukan hal demikian.

Ada fakta yang saya dapatkan sendiri ketika saya masih mengajar, si anak yang mencontek itu bukan karena tidak tahu, melainkan dia tidak percaya diri dengan jawaban nya sendiri. Dia mengatakan bahwa sebenarnya dia punya jawaban sendiri, tapi ketika melihat jawaban teman nya berbeda dia jadi mencontek teman nya. Dan saat saya tanya kenapa seperti itu jawaban nya adalah Takut, tidak PD.

Kesalahan Adalah Hak Setiap Anak

Dampak selanjut nya dari menyalahkan anak sejak kecil adalah mereka menjadi fokus untuk mempertahan kan dirinya agar tidak di salahkan atau di marahi dengan cara berbohong. Mekanisme pertahanan diri dengan berbohong ini menggabiskan energi mereka untuk melakukan hal kreatif. Belum lagi orang tua masih banyak yang menjadi rentenir di hadapan anak nya sendiri, jika anda merasa terbebani oleh anak, jangan salahkan pihak lain atau si anak itu sendiri, karena yang memilih untuk punya anak adalah anda sebagai orang tua, si anak tidak bisa memilih dalam hal ini. Kasih sayang pun jatuh nilai nya karena di banding - bandingkan dengan apa yang anda lakukan pada si anak, ini juga yang menjadikan fenomena dewasa ini si anak menuntut hutang / uang pada orang tua nya sendiri.

Kesalahan Adalah Hak Setiap Anak

Di china mereka sedang mengalami degradasi moral yang sangat kuat, dimana tidak ada motif lain selain uang, persetan dengan kebaikan dan kasih sayang. Ini pun sudah semakin terasa di indonesia salah satu faktor terbesar nya adalah kita sebagai orang tua yang salah dalam mendidik anak.

Saya yakin anak - anak indonesia pintar - pintar hanya saja mereka sangat malu dan takut untuk mengutarakan nya. Ini pengalaman yang saya dapat ketika mengajar. Kebanyakan dari anak - anak ini tidak mau di ajak aktif dan tidak mau berkomentar karena kita sendiri sebagai orang tua yang membebani si anak dengan "takut salah". Ini saya rasakan juga ketika melihat kurang baik nya masyarakat kita dalam berkomunikasi contoh nya di kaskus, di lihat dari komentar baik yang pro atau kontra. Dalam menyikapi perbedaan mereka lebih senang dengan mencaci atau umpatan,

"K****L, kadrun, kampret, cebong, china, aseng, Dasar budak jokowi lu gan dan sebagainya"

Atau ketika berbeda pendapat mereka selalu mengeluarjan kata "Maaf" apalagi jika di ketahui orang itu ada diatas mereka,

"Maaf gan/pak/mas tapi menurut saya ............"

Kita memproduksi dari pikiran sendiri dan itu adalah hak kita kenapa harus minta maaf dulu, kalau salah ya salah kalau benar ya benar jangan dikit - dikit minta maaf terus, karena cara pandang kita bahwa kritik adalah cari masalah dan subuah wujud dari permusuhan, dari mana pikiran seperti ini berasal kalau bukan dari apa yang dia pelajari saat masih kecil.

Pemerintah dan organisasi non pemerintah di indonesia selalu memikirkan bagaimana cara membuat model / program pendidikan untuk anak, jika melihat dari apa yang peneliti inggris katakan bahwa masyarakat indonesia baru bisa memahami dan menghadapi abad 21 di abad 31 atau baru bisa faham dan siap untuk abad 21 dalam 1000 tahun lagi, jelas - jelas ini kegagalan kita bersama, Kenapa tidak mengembangkan pendidikan bagi para orang tua juga, di amerika dan arab obesitas itu karena makmur, di indonesia anak - anak nya obesitas itu karena mereka dilarang membeli mainan dan selalu di anjurkan membeli makanan. Mental pendahulu kita yang pernah terjajah dan kelaparan ketika indonesia masih sangat miskin di adopsi sampai sekarang, jaman dulu dimasa indonesia belum bergelimpangan pangan seperti sekarang, jatah makan di rumah itu terbatas, makanya zaman dulu jika anak jajan itu sama mengabiskan jatah makan nya.

Karena malas berfikir dan tidak mau kritis tradisi "jajan makanan" ini jadi awet sampai sekarang, karena si anak di larang membeli mainan mereka gagal mengembangkan minat dan bakat, ingat bermain itu ratusan kali lebih baik untuk anak memahami sesuatu dibanding duduk diam di kelas belajar dimana paman budi. Dengan bermain mental mereka terasah, sosialisasi juga terasah, fisik dan kognisi juga terbangun dengan baik. Kenapa harus melarang membeli atau melakukan apa yang mereka sukai dan tidak di berikan pilihan lain selain makan dan makan saja.

Kesalahan Adalah Hak Setiap Anak

Memang para orang tua yakin jajanan berbentuk makanan dan minuman di indonesia sehat - sehat, orang tua juga harus kritis jangan berfikir asal kenyang saja.

Rokok di indonesia itu di larang keras, dari pajak nya di tinggikan sampai aturan periklanan nyapun di perketat dengan alasan merusak kesehatan. Tapi apa yang terjadi dengan produk gula di indonesia, padahal jika dibandingkan, tingkat kematian yang di timbulkan oleh asap rokok dan gula itu sama, dan jika lebih idealis lagi gula lebih mematikan daripada rokok. Di indonesia, gula malah di paksakan oleh anak - anak, bahkan di anjurkan dan di iklankan minum gula 2 gelas sehari yang di kemas dengan bentuk susu padahal hampir tidak ada susu nya sama sekali. Pemerintah mengkampanyekan generasi bangsa untuk gemuk dan penyakitan sejak dini kampanye nya berhasil di serap oleh para orang tua.

Kesalahan Adalah Hak Setiap Anak

Kepada para orang tua dan calon orang tua mulai lah banyak belajar dan berfikir tentang bagaimana cara mendidik anak termasuk memberikan ke leluasaan bermain untuk mengembangkan bakat dan kreatifitas nya.



{thread_title}







0
864
2
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Kids & Parenting
Kids & Parenting
KASKUS Official
4.2KThread6KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.