Kaskus

News

physch00Avatar border
TS
physch00
Corona DKI Menggila, DPR: Sejak Awal Pengawasan Hanya di Jln Protokol,Pemukiman Tidak
AKURAT.CO, Jumlah kasus COVID-19 di Jakarta kembali meningkat. Menurut anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan Gilbert Simanjuntak, pemerintah selama ini lebih banyak mengawasi penerapan protokol kesehatan di jalan protokol ketimbang di pemukiman padat penduduk atau pasar tradisional.

"Apa yang terjadi saat ini di DKI adalah mengawasi pelanggar di jalan protokol, bukan di kawasan yang padat penduduk, gang sempit, pasar tradisional dan kawasan permukiman strata sosial bawah lainnya," kata Gilbert di Jakarta, Rabu (29/7/2020).

Sebelumnya, Anies menilai lonjakan jumlah kasus terjadi karena pemerintah memperbanyak tes cepat. Orang yang teridentifikasi positif langsung diisolasi untuk mencegah penyebaran.

Tetapi menurut penilaian Gilbert langkah ini tetap tidak efektif karena tes cepat yang dilakukan pemerintah hanya untuk menemukan orang yang sudah terinfeksi, sementara edukasi untuk menaati protokol kesehatan masih minim.

"Selama ini lebih sering diutarakan bahwa pemeriksaan PCR sudah dilakukan, seakan sudah maksimal upaya pencegahan yang dikerjakan. Pemeriksaan PCR hanya untuk menemukan pasien yang mempunyai virus di tubuhnya," kata dia.

Data Dinas Kesehatan Jakarta secara kumulatif, jumlah kasus COVID-19 yang pernah ditemukan sebanyak 19.886. Dari jumlah tersebut, 12.373 orang sembuh, 795 orang meninggal dunia. Pasien yang saat ini dirawat di rumah sakit mencapai 1.847 orang dan 4.871 orang lagi isolasi mandiri.

Pasien corona didominasi kelompok masyarakat usia 20 hingga 50 tahun. Kelompok usia 20 hingga  29 tahun tercatat 1.967 orang, kelompok usia 30-39 tahun tercatat 2.212 orang, usia 40-49 tahun tercatat 1.750 orang. []

[url]https://m.akuraS E N S O Rid-1180909-read-covid19-di-dki-masih-banyak-gilbert-pengawasan-hanya-di-jalan-protokol-pemukiman-tak-dikontrol[/url]

Wan abud bangga dengan tes swab udah 550 ribu, lah penduduknya aja 10 juta

Bandingkan dengan tes swab singapura udah 1 juta lebih ke penduduknya yg 6 juta
emoticon-Wakaka



JAKARTA, KOMPAS.com - Epidemiolog sekaligus pakar biostatisika Eijkman-Oxford Clinical Research Unit, Iqbal Elyazar mengungkapkan bahwa penularan Covid-19 semakin banyak ditemukan belakangan ini di Jakarta.

Pada pekan pertama Juni, rasio temuan kasus positif Covid-19 di Jakarta sebesar 3,7 persen

Namun, saat itu jumlah tes masih sedikit, yakni 18.326. Dari sana, ditemukan 677 orang terinfeksi virus corona.

Pada pekan terakhir Juni, rasio itu meningkat jadi 3,8 persen. Temuan pasien positif Covid-19 meningkat hingga 1.222 kasus, namun jumlah tes juga berlipat sampai 31.971 tes.

Pekan pertama Juli, rasio melonjak ke angka 5,4 persen. Temuan pasien positif Covid-19 bertambah sampai 1.551 orang, padahal jumlah tes merosot jadi 28.737.


"Perlu kejelasan dari otoritas kesehatan dan Gugus Tugas, dari jalur mana kontribusi kenaikan kasus itu terjadi, sehingga dapat menjelaskan apakah karena situasinya memang tambah parah, atau karena ada upaya penemuan/diagnosis/pelaporan yang lebih baik," ujar dia.

"Yang jelas masih banyak orang-orang terinfeksi di luar sana yang belum terdeteksi. Ini secara akumulatif akan meneruskan rantai penularan Covid-19," tambah Iqbal yang juga kolaborator saintis pada lembaga swadaya LaporCOVID-19.

Ia melanjutkan, kenaikan jumlah orang yang terinfeksi Covid-19 kemungkinan bisa disebabkan karena tiga faktor. Hal ini berlaku secara nasional, bukan hanya di Jakarta.

Pertama, meningkatnya kesempatan interaksi antara orang yang terinfeksi dengan orang yang belum terinfeksi.

"Bergerak bebasnya orang terinfeksi yang belum tertangkap oleh sistem pelacakan merupakan resep untuk bencana. Semakin sedikit tracing (pelacakan), semakin banyak orang baru yang terinfeksi," jelas Iqbal.

"Kedua, perilaku pencegahan (jaga jarak aman, pakai masker dengan benar, cuci tangan yang benar) oleh individu dan masyarakat tidak maksimal," tambahnya.

Terakhir, ada peluang berubahnya sifat virus corona menjadi lebih ganas. Namun, anggapan ini masih harus dibuktikan dengan data klinis dan data genetik.

Lonjakan tertinggi

Jumlah pasien positif Covid-19 di Jakarta menembus angka 14.797 pasien per Senin (13/7/2020). Sepanjang pekan lalu, Jakarta juga mencatatkan tiga kali rekor tertinggi, bahkan positivity rate-nya naik dua kali lipat menjadi 10,5%.
auditor.kaskusAvatar border
jin.goa.hiroAvatar border
jin.goa.hiro dan auditor.kaskus memberi reputasi
2
876
17
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.6KThread59.2KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.