Kaskus

News

god.romushaAvatar border
TS
god.romusha
Donald Trump Jualan Handuk, Kaos LGBT dan Kalung Anjing untuk Dana Pilpres 2020
020), kekayaan Presiden Donald Trump saat ini adalah US$ 2,1 miliar (Rp 30,5 triliun), padahal sebelum menjabat kekayaan Trump mencapai US$ 3,7 miliar.

Baca Juga

100 Hari Jelang Pilpres AS, Donald Trump Diprediksi Sejumlah Survei Bakal Kalah
Ilmuwan Kelelawar Wuhan Sebut Donald Trump Utang Maaf Terkait Konspirasi COVID-19
Penasehat Keamanan Donald Trump Positif Virus Corona COVID-19

Donald Trump bertekad maju lagi di pilpres 2020. Dan ternyata, ia menjual handuk, kaos, gelas, bahkan tali anjing untuk mengumpulkan dana kampanye.

Salah satu yang ia jual adalah kaos bertema pelangi LGBT. Kaos itu dijual seharga US$ 30 (Rp 426 ribu).

Perbesar
Donald Trump jualan kaos LGBT untuk dana pilpres 2020. Dok: Facebook Donald J. Trump

"Tunjukan dukunganmu pada komunitas LGBT dan presiden ke-45 lewat t-shirt ekslusif Make America Great Again Pride," tulis caption produk itu.

Handuk bertuliskan Make America Great Again bahkan sudah ludes terjual, padahal harganya US$ 65 atau hampir Rp 1 juta.

Perbesar
Donald Trump jualan handuk untuk dana pilpres 2020. Dok: Facebook Donald J. Trump

Beberapa produk menyinggung isu terkini di AS, seperti topi yang menunjukan dukungan kepada polisi.

Selama demo dan kerusuhan di AS belakangan ini, Donald Trump mengambil posisi pro-polisi.

Perbesar
Donald Trump jualan topi polisi untuk dana pilpres 2020. Dok: Facebook Donald J. Trump

Ada pula kaos pasukan antariksa baru AS, serta kaos edisi keluarga dan kalangan komunitas Afrika-Amerika hingga Asia.

Yang paling menarik mungkin adalah tali anjing dengan tagar MAGA. Tali ini dilego seharga US$ 16 (Rp 232 ribu).

Perbesar
Donald Trump jualan kalung anjing untuk dana pilpres 2020. Dok: Facebook Donald J. Trump

(USD 1 = Rp 14.554)
2 dari 3 halaman
Donald Trump Diprediksi Kalah
Konpers Presiden AS Donald Trump mengakhiri hubungan AS dan WHO.
Perbesar
Konpers Presiden AS Donald Trump mengakhiri hubungan AS dan WHO. Dok: Gedung Putih

Penggagas Foreign Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menyebut Donald Trump akan kalah dalam pemilihan presiden Amerika Serikat 2020.

"Saya begitu yakin bahwa Donald Trump akan kalah. He will lose," ujar Dino Patti Djalal.

"Saat ini sudah beda dengan Pemilu 2016. Feel good factor-nya sudah hilang. Di AS itu kan ada feel good factor yang sangat menentukan. Kalau orang Amerika sudah merasa tidak puas, maka mereka akan 'ganti kuda'," tambahnya.

Menurut Dino, pemilu Amerika Serikat adalah pilpres yang penting di dunia. Ia menilai penting lantaran dampaknya terasa secara langsung pada Indonesia.

"Kebijakan luar negeri Amerika Serikat akan berdampak pada lingkungan strategis kita," ujar mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat ini.

Dalam pemaparannya di acara webseminar yang diselenggarakan oleh FPCI, Dino Patti Djalal mengakui, di bawah kepemimpinan Donald Trump, pengangguran di Amerika Serikat turun menjadi 3,5 persen -- salah satu angka terendah dalam 50 tahun terakhir.

"Dengan ukuran itu, seharusnya ia terpilih lagi sebelum Corona COVID-19 datang," kata Dino.

"Dia sangat melakukan hal yang sangat baik pada masalah politik dan ekomoni. Namun, itu semua akan hilang sekarang. Pengangguran yang turun 3,5 persen, sekarang jadi liabilitas dia. Karena sekarang naik lagi menjadi 27 juta orang karena pandemi."

Dino juga menilai faktor lain yang membuat posisi Trump terpuruk adalah kasus George Flyod kemarin yang mempengaruhi ekonomi Amerika Serikat.

"Dari berbagai alasan tadi, saya sudah yakin bahwa Donald Trump will lose, no matter what he does. Jadi kita perlu antisipasi bahwa Joe Biden yang saya prediksi naik sebagai presiden," jelasnya.
0
237
1
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
Berita Luar Negeri
KASKUS Official
82.2KThread•21.2KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.