Kaskus

News

god.romushaAvatar border
TS
god.romusha
Turki Disebut Bantu China Pulangkan Pengungsi Uighur ke Negara Asal
Turki mengirim pulang pengungsi Uighur ke negara asal mereka, China, melalui negara ketiga seperti Tajikistan dan di negeri sendiri mereka menghadapi ancaman persekusi dan penjara. Demikian dilaporkan The Telegraph pada Minggu.

Dalam laporan itu disebutkan, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, "membantu China merepatriasi warga Muslim dengan mengirim mereka ke tiga negara sebelum mereka kembali (ke China)." Demikian dilansir Alarabiya, Senin (27/7).

Selama beberapa dekade, warga muslim Uighur mengungsi ke Turki karena represi yang mereka hadapi di China, yang telah memenjarakan 1 juta warga Uighur di kamp "pendidikan ulang". Dalam sejumlah laporan dan pengakuan para mantan tahanan, dalam kamp itu mereka dipaksa meninggalkan identitas keagamaan mereka.

Beijing menilai banyak warga Uighur menjadi ekstremis dan membahayakan keamanan nasional China.

Di masa lalu, Erdogan, yang menggambarkan dirinya sebagai pemimpin muslim dunia, menyebut tindakan China terhadap warga Uighur sebagai "genosida".

Namun belakangan ini pemerintahnya berhenti membahas tindakan China, sebuah langkah yang disebut The Telegraph bermotif ekonomi dan keinginan Ankara untuk menarik investasi China.
1 dari 2 halaman
Dari Turki ke Tajikistan ke China
ke tajikistan ke china

The Telegraph menceritakan kisah Aimuzi Kuwanhan (59), seorang warga Uighur yang melarikan diri dari China dan mencari perlindungan di Turki, tinggal di perumahan pemerintah.

Setelah menghilang pada musim panas lalu, Kuwanhan ditelusuri ke pusat penahanan di kota Izmir, Turki, sebelum diekstradisi ke Tajikistan, mengutip pengacara yang disewa keluarganya.

"Sumber-sumber yang mengetahui Kuwahan mengatakan dari sana dia dikirim ke China," lapor koran Inggris tersebut.

Seorang perempuan Uighur lainnya, Zinntegul Tursun, juga dideportasi dari Turki ke Tajikistan sebelum dipulangkan ke China tahun lalu.

Ini bukan laporan pertama pemerintah Turki memenuhi permintaan China terkait Uighur.
2 dari 2 halaman

Kantor media publik AS, National Public Radio melaporkan pada Maret, pengungsi Uighur, Abdurehim Imin Parach, yang sejak lama mengkritik perlakukan China terhadap warga Uighur, ditangkap kepolisian Turki di Istanbul dan dia diminta tidak lagi menyuarakan perlawanan terhadap China.

"Saya tidak yakin China menekan pemerintah Turki secara langsung untuk mengawasi warga Uighur di sini," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan NPR.

"Atau apakah agen-agen China telah menginfiltrasi masyarakat Turki untuk menggambarkan kami sebagai teroris." [pan]


Harusnya Turki kirim tu Uighur ke Amerika
0
415
8
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
Berita Luar Negeri
KASKUS Official
82.1KThread20.7KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.