Kaskus

News

dewaagniAvatar border
TS
dewaagni
Mengenal Sujudan Kecepit, Ritual Penghayat Kepercayaan Perguruan Trijaya
Mengenal Sujudan Kecepit, Ritual Penghayat Kepercayaan Perguruan Trijaya


Foto :

SAMPAIKAN SAMBUTAN : Ketua FKUB Jawa Tengah, KH Taslim Sahlan menyampaikan sambutan saat berkunjung di Padepokan Wulan Tumanggal milik Perguruan Trijaya di Desa Dukuhtengah, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, kemarin. (suaramerdeka.com/dok)

REGIONAL

DETAIL

Mengenal Sujudan Kecepit, Ritual Penghayat Kepercayaan Perguruan Trijaya

Senin, 27 Juli 2020 | 19:57 WIB

Penulis:

Siswo Ariwibowo

SEMARANG, suaramerdeka.com - Ritual supit atau sujudan kecepit merupakan satu di antara beberapa ritual yang dilakukan penganut kepercayaan di Padepokan Wulan Tumanggal milik Perguruan Trijaya Kabupaten Tegal. Tepatnya di Desa Dukuhtengah, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal.

"Kami merupakan salah satu organisasi penghayat kepercayaan yang memercayai Tuhan Yang Maha Esa," kata Humas Padepokan Wulan Tumanggal Perguruan Trijaya, KRT Bambang Permadi kepada suaramerdeka.com, Senin (27/7).

Bambang menjelaskan, sujudan kecepit, diambil dari istilah di tradisi hitungan Jawa, bahwa malam Jumat Legi merupakan malam di antara (kecepit) dari dua malam sujudan wajib di Perguruan Trijaya, yaitu Kamis Kliwon dan Sabtu Pahing.

"Waktu Jumat Legi di tempat kami menjadi salah satu waktu terbaik untuk melakukan sujudan permohonan kepada Sang Pencipta," katanya, menjelaskan.

Dia mengatakan, ritual itu dilakukan secara berkelompok di tengah malam hingga sepertiga malam atau sekitar pukul 03.00 - 04.00. Ritual ini dilakukan di Sanggar Pamujan, Perguruan Trijaya.

"Lokasi pasujudan berada di alam terbuka di Padepokan Wulan Tumanggal," imbuhnya.

Dia menambahkan, organisasi penghayat kepercayaan Perguruan Trijaya berdiri sejak 1966. Organisasi ini memiliki dua padepokan, yaitu Argasonya di Kota Tegal dan Wulan Tumanggal di Kabupaten Tegal.

Selain di Kabupaten Tegal sebagai pusat organisasi ini, Perguruan Trijaya juga memiliki beberapa cabang di Indonesia seperti, Pemalang, Tegal, Brebes, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Karanganyar, Purwodadi dan Riau.

"Saat ini jumlah anggota aktif ada sekitar 300 an orang dan anggota tidak aktif mencapai 3.000 orang," imbuhnya.

Sebelumnya, pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama  (FKUB) Jawa Tengah mengunjungi padepokan tersebut pada Kamis 23 Juli 2020. Rombongan diterima pembina perguruan Trijaya, Romo Guru Kanjeng Pangeran Suryaningrat II.

Ketua FKUB Jawa Tengah, KH Taslim Sahlan mengatakan, acara itu merupakan silaturahmi kebangsaan. Ada tiga lokasi yang dikunjungi di hari yang sama, yakni ke rumah KH Mustamsikin, salah satu tokoh di Kaliwungu Kendal, Kemenag Tegal, dan Perguruan Trijaya.

"Kemarin kami ditemani kawan - kawan FKUB Kabupaten Kendal dan FKUB Kabupaten Tegal. Maksud dari silaturahmi ini untuk memupuk tali persaudaraan," kata Taslim.

Turut serta dalam silaturahmi itu, Koordinator Persaudaraan Lintas Agama (Pelita), Setyawan Budi, mubaligh Saefullah A Farouq dari JAI Semarang, perwakilan Humanity First (HF) Indonesia, Anton Baskoro, perwakilan Gusdurian Peduli, Nuhab Mujtaba, Koordinator Gusdurian Unnes, Iqbal Alma GA.

https://www.suaramerdeka.com/amp/reg...guruan-trijaya

Semoga tetap lestari budayanya

KkunyukAvatar border
apollionAvatar border
scorpiolamaAvatar border
scorpiolama dan 2 lainnya memberi reputasi
3
1.3K
4
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
691.7KThread56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.