Kaskus

News

god.romushaAvatar border
TS
god.romusha
Bola Panas Rudal Pembunuh Siluman Rusia, Turki dan Amerika Bisa Perang
Kerjasama pertahanan antara Turki dan Rusia sepertinya bakal berbuntut panjang. Sebab, Amerika Serikat (AS) langsung mengambil langkah tegas kepada Turki, usai membeli rudal sistem pertahanan udara S-400 Triumf dari Rusia.

Menurut laporan Kantor Berita Rusia, TASS, yang dikutip VIVA Militer, pada 15 Juli 2020, Duta Besar Turki untuk Rusia, Mehmet Samsar, melanjutkan pembicaraan terkait pembelian rudal sistem pertahanan udara S-400 Triumf dari Rusia.

"Hubungan dan kerjasama kami dengan Federasi Rusia sedang berkembang di semua bidang. Kerjasama dalam industri pertahanan juga memainkan peran penting dalam konteks ini," ucap Samsar.

"Kami penuh tekad untuk melanjutkan kerjasama antar negara. Dalam konteks ini, saya percaya bahwa akan lebih baik untuk fokus pada hasil yang spesifik dari kerjasama kami, dan mengabaikan semua spekulasi," katanya.

VIVA Militer: Jet tempur siluman F-35 Lightning II buatan Amerika Serikat

Hal itu lah yang ternyata membuat Amerika kebakaran jenggot. Sebab dalam data yang dikutip VIVA Militer dari situs resmi Pakta Atlantik Utara (NATO), Turki merupakan salah satu dari 30 anggota organisasi pertahanan tersebut bersama Amerika. Di sisi lain, Turki juga menjadi salah satu negara yang masuk dalam program jet tempur siluman F-35 Lightning II buatan Amerika.

Jet tempur F-35 Lightning II merupakan platfirm serangan tunggal buatan Amerika yang juga dimiliki oleh sejumlah negara sekutunya. Menurut laporan EurAsian Times yang dikutip VIVA Militer, dengan harga per unit US$1,6 triliun, atau setara dengan Rp23,4 triliun, jet tempur siluman F-35 menjadi yang termahal dalam sejarah.

Tak segan, untuk memperkuat posisinya Amerika bersama sejumlah negara anggota NATO semisal Inggris, Italia, Kanada, Australia, Belanda, Denmark, Norwegia, dan Turku, ikut serta dalam pengembanga jet tempur siluman ini.

Akan tetapi, setelah Turki mendapatkan rudal sistem pertahanan udara S-400 Amerika membuat pengecualian Ankara untuk program ini. Amerika memandang bahwa Turki tak layak untuk memiliki jet tempur F-35 dan rudal sistem pertahana udara S-400 secara bersamaaan dan dinilai berbahaya.

VIVA Militer: Sistem pertahanan udara S-400 milik Angkatan Bersenjata Rusia

Pasalnya, Amerika takut Rusia membongkar jet tempur itu dan menemukan sejumlah rahasia besar di balik kehebatan F-35 yang canggih itu.

Laporan lainnya menyebut, Amerika bersama sejumlah negara anggota NATO berusaha menekan Turki untuk menghentikan pembelian rudal S-400. Akan tetapi, Turki di bawah komando Recep Tayyip Erdogan sama sekali tak menggubris desakan itu. Meskipun, Turki terancam sanksi dari Amerika.
0
481
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
Berita Luar Negeri
KASKUS Official
82.1KThread21.1KAnggota
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.