- Beranda
- Berita Luar Negeri
Huawei Bisa Kembali Kembangkan 5G di Inggris Asalkan...
...
TS
god.romusha
Huawei Bisa Kembali Kembangkan 5G di Inggris Asalkan...
Beberapa hari yang lalu, pemerintah Inggris mengumumkan bahwa Huawei tidak akan berpartisipasi dalam pembangunan konstruksi 5G-nya. Setelah pengumuman itu, sebuah laporan baru dari The Guardian mengklaim bahwa perubahan mungkin saja terjadi. Sebab, pelarangan Huawei sangat kental dengan dinamika geopolitik Amerika yang November mendatang akan melangsungkan Pemilihan Presiden.
Inggris akan mempertimbangkan kembali keputusannya jika Trump tidak berhasil memenangkan Pemilu mendatang. Sebaliknya, jika Trump lengser, tentu kebijakan Inggris maupun Amerika terhadap Huawei sudah pasti berubah.
Oliver Dowden, Menteri Digital, Budaya, Media dan Olahraga Inggris mengatakan, larangan sanksi baru sebatas menghentikan penjualan suku cadang buatan Amerika kepada Huawei. Artinya, bisa saja Inggris kembali bekerja sama dengan Huawei dengan catatan Huawei memiliki sumber produksi dan komponen lain selain dari buatan perusahaan Amerika.
Kembalinya Huawei ke Inggris juga sangat mungkin terjadi mengingat Perdana Menteri Boris Johnson sebelumnya telah berjanji untuk menyediakan broadband super cepat ke setiap rumah dan bisnis di negara Inggris sebelum tahun 2025.
baca juga:
Meski Didepak dari Proyek 5G, Huawei Tetap Buka 3 Toko Baru di Inggris
Semakin Keras, Kini Amerika akan Batasi Visa untuk Pejabat Huawei
Dubes Cina untuk Inggris Kecewa atas Pelarangan Huawei Kembangkan 5G
Sekedar informasi, pelarangan maupun pemutusan kerjasama terhadap Huawei dalam pengembangan jaringan 5G di Inggris justru menghabiskan dana yang lebih banyak. Sebab, infrastruktur yang sudah dibangun Huawei dalam kurun waktu 20 tahun belakangan harus diganti secara keseluruhan.
Tentu saja, keputusan pemerintah Inggris mengecewakan dan berita buruk bagi semua pengguna ponsel di Inggris. Huawai juga menyebut, pelarangan dan pemutusan kerjasama ini akan menempatkan Inggris di jalur lambat pengembangan digital, meningkatkan pengeluaran konsumen untuk komunikasi, dan memperdalam kesenjangan digital.
Alih-alih meningkatkan, langkah ini justru mengurangi tingkat perkembangan digital Inggris
Inggris akan mempertimbangkan kembali keputusannya jika Trump tidak berhasil memenangkan Pemilu mendatang. Sebaliknya, jika Trump lengser, tentu kebijakan Inggris maupun Amerika terhadap Huawei sudah pasti berubah.
Oliver Dowden, Menteri Digital, Budaya, Media dan Olahraga Inggris mengatakan, larangan sanksi baru sebatas menghentikan penjualan suku cadang buatan Amerika kepada Huawei. Artinya, bisa saja Inggris kembali bekerja sama dengan Huawei dengan catatan Huawei memiliki sumber produksi dan komponen lain selain dari buatan perusahaan Amerika.
Kembalinya Huawei ke Inggris juga sangat mungkin terjadi mengingat Perdana Menteri Boris Johnson sebelumnya telah berjanji untuk menyediakan broadband super cepat ke setiap rumah dan bisnis di negara Inggris sebelum tahun 2025.
baca juga:
Meski Didepak dari Proyek 5G, Huawei Tetap Buka 3 Toko Baru di Inggris
Semakin Keras, Kini Amerika akan Batasi Visa untuk Pejabat Huawei
Dubes Cina untuk Inggris Kecewa atas Pelarangan Huawei Kembangkan 5G
Sekedar informasi, pelarangan maupun pemutusan kerjasama terhadap Huawei dalam pengembangan jaringan 5G di Inggris justru menghabiskan dana yang lebih banyak. Sebab, infrastruktur yang sudah dibangun Huawei dalam kurun waktu 20 tahun belakangan harus diganti secara keseluruhan.
Tentu saja, keputusan pemerintah Inggris mengecewakan dan berita buruk bagi semua pengguna ponsel di Inggris. Huawai juga menyebut, pelarangan dan pemutusan kerjasama ini akan menempatkan Inggris di jalur lambat pengembangan digital, meningkatkan pengeluaran konsumen untuk komunikasi, dan memperdalam kesenjangan digital.
Alih-alih meningkatkan, langkah ini justru mengurangi tingkat perkembangan digital Inggris
mogok memberi reputasi
1
586
1
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
82.1KThread•20.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya