Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
86
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f09c820facb9562e24ab253/pengantin-berdarah
PENGANTIN BERDARAH #cincin_firasat Adzan maghrib baru selesai berkumandang, Rusdi datang ke rumah, tumben jam segini dia datang. Yah paling lagi-lagi cerita tentang hubungannya dengan Wina. Dari dulu aku biasa mendengar keluhannya, dari awal mereka pacaran saat kuliah sampai sudah kerja. Jadi kalau dia mengadu aku hanya tertawa. Bagaimana tidak? Mereka sudah biasa putus nyambung, sekarang pu
Lapor Hansip
11-07-2020 21:09

PENGANTIN BERDARAH

Past Hot Thread
icon-verified-thread
PENGANTIN BERDARAH


PENGANTIN BERDARAH

#cincin_firasat

Adzan maghrib baru selesai berkumandang, Rusdi datang ke rumah, tumben jam segini dia datang. Yah paling lagi-lagi cerita tentang hubungannya dengan Wina. Dari dulu aku biasa mendengar keluhannya, dari awal mereka pacaran saat kuliah sampai sudah kerja. Jadi kalau dia mengadu aku hanya tertawa. Bagaimana tidak? Mereka sudah biasa putus nyambung, sekarang putus besok jadian lagi.

Namun kedatangan Rusdi kali ini agak beda, wajahnya terlihat kusut, ada sedikit memar di wajahnya, bajunya pun tampak lecek, tumben dia tidak rapi seperti biasanya. Rambutnya pun acak-acakan.

"Kamu kenapa?"

"Ndi ... Wina hamil ...," kata Rusdi. Tapi kali ini tak ada wajah sedih seperti biasanya, yang ada dia terlihat marah juga kecewa, bahkan seperti ada dendam yang begitu membara.

"Tahu dari mana?"

"Aku barusan dari rumahnya, dia sudah menikah sama bosnya."

A-apaaa!" teriakku tanpa sadar. Bahkan aku menumpahkan kopi satu gelas yang belum diminum sama sekali.

"Kamu tahu, Ndi. Baru dua minggu lalu dia bilang telat. Aku dan Wina itu sudah berhubungan jauuuh sekali," jawabnya lirih.

"Tapi kok bisa nikah sama bosnya?"

"Aku nggak tahu, Ndi." Entah apa yang salah, Rusdi yang biasanya cerewet kali ini tidak banyak bicara.

Dua minggu yang lalu Rusdi sempat cerita, sejak kerja dengan bos yang baru selama tiga bulan ini, Wina mulai berubah. Bahkan dia tak pernah mau lagi diajak jalan-jalan seperti biasanya. Alasannya dosa, awalnya Rusdi hanya tertawa dan tidak curiga, dia menuruti kata Wina. Toh tak lama lagi dia akan melamar kekasihnya itu. Sudah tiga tahun pacaran, dari semester tujuh sampai sudah kerja, Rusdi pikir kekasihnya hanya memancing agar ia segera menikahinya.

Namun perubahan sikap Wina lama kelamaan membuat Rusdi bingung. Katanya minta putus, ditanya alasannya, jawabnya bosan pacaran, pas Rusdi bilang mau melamarnya Wina tidak mau.

"Ndi, kemarin aku beli cincin. Hari ini rencana aku mau melamar dia, dengan semua keluargaku ikut datang."

"Tapi yang kulihat justru hal yang menyakitkan, dia baru selesai melakukan ijab, dan kamu tahu, Ndi? Katanya dia hamil, artinya itu bisa jadi anakku juga, kan?"

"Kasian, Bapak sama Ibuk, juga keluarga besar yang ikut. Mereka pasti malu," kata Rusdi. Ia bicara sambil menundukkan kepala, ada air mata yang menetes di sana.

"Anggap belum jodoh, Rus."

Rusdi hanya diam, kulihat sedikit aneh, wajahnya tampak pucat. Mungkin karena kepikiran Wina, jadi kutawarkan makan, tapi dia tolak. Bahkan tidak seperti biasanya, dia hanya duduk di teras. Waktu kukatakan Ibu ada bikin risoles buat snackbox dia bergeming, padahal biasanya langsung masuk dan minta.

"Ndi, aku pulang dulu, aku titip cincin ini tolong kasih ke Wina, aku ikhlas dia nikah sama bosnya," kata Rusdi sambil memberikan cincin bermata satu dalam kotak kecil berbentuk hati dan berwarna merah. Dia pun pamit pulang, saat berjalan keluar, aku menyadari ada yang salah.

"Ta-tapi, Rus. Kamu naik apa?" tanyaku baru sadar kalau Rusdi tidak bawa motor.

"Aku jalan, Ndi. Terima kasih ya sudah jadi sahabat dari SMA, sampaikan maafku ke ibukmu, aku pamit." Aku hanya melongo, dalam satu kedipan mata dan Rusdi menghilang, tapi cincin ini masih kupegang.

"Ndii ... Andiii! Andii!" teriak Ibu mengagetkanku.

"Ada apa, Bu, sudah malam teriak-teriak ntar dikira kesurupan."

"Rusdi ... dia ...dia," tiba-tiba Ibu gagap, aku pun segera ambil air minum, dan menenangkannya.

"Kenapa dengan Rusdi? Barusan dia datang, belum lima menit dia pulang," jelasku, Ibu tampak makin bingung dan menyuruh aku mengambil ponsel yang kucharge dari sore tadi.

Ada tiga puluh panggilan tak terjawab, dari nomor ibunya Rusdi, juga dari nomornya Wina. Langsung aku hubungi ibunya Rusdi, dan aku diminta datang ke rumah sakit segera. Sudah jam setengah tujuh malam, akhirnya kupinjam mobil Mbak Nunik, karena Ibu memaksa mau ikut.

Sesampai di rumah sakit tampak keluarga Wina juga ada di sana, tapi semua terlihat penuh amarah. Aku ditarik adiknya Rusdi masuk ke ruang jenazah, kulihat sahabatku itu sudah terbujur kaku, wajahnya hancur seperti habis dikeroyok massa. Ada satu lagi laki-laki yang juga penuh luka, darah masih menetes dari perutnya.

"Sini, Ndi ... duduk, saya jelaskan," kata bapaknya Rusdi sambil memegang pundak.

Kata Bapak, siang itu jam satu, mereka datang ke rumah Wina, agak mendadak karena Rusdi pun memberitahunya baru dua hari yang lalu. Sesampai di rumah Wina, sudah ada banyak tamu, mereka pikir pasti Rusdi sudah persiapkan semua sampai Wina menyambut dengan acara.

Sayangnya begitu mereka sampai di rumahnya, yang ada Wina sedang duduk di pelaminan dengan bosnya. Tentu saja Rusdi kaget, ntah setan apa yang merasukinya, dia menerjang masuk dan menarik Wina. Menjadikan kekasihnya sebagai sandera, dia minta penjelasan tentang akad yang sudah terjadi.

Suami Wina yang tidak tahu apa-apa bingung, karena setahu dia Wina dan Rusdi sudah putus. Jadi semua kesalahan ya di Wina yang tidak mau jujur. Mendengar semua jawaban, Rusdi gelap mata, dia mengeluarkan pisau yang iya simpan di balik kemejanya. Melompat dan menusuk suami Wina di bagian perut berkali-kali disaksikan keluarganya.

Terakhir Rusdi memotong nadinya sendiri, semua terjadi begitu cepat, untung saja tetangga langsung datang mengamankan keluarga Rusdi. Tapi Rusdi habis dihajar keluarga Wina.

Jam dua keduanya dilarikan ke rumah sakit, setelah masuk IGD dua jam menunggu, sayang nyawa keduanya tak tertolong. Jam empat sore, keduanya mengembuskan napas terakhirnya.

Aku hanya bisa diam, cincin ini masih kupegang, jadi yang datang ke rumah tadi siapa? Tak lama Wina terdengar histeris, meneriakkan nama Rusdi, kadang memakinya, tapi sebentar lagi minta maaf. Sorot matanya kosong, entah kenapa cincin dalam genggamanku seperti mengajak mendekati Wina.

"Kamu, Ndi. Ada apa? Mau apa lagi Rusdi? Sudah cukup dia membunuh suamiku, apa dia juga mau anakku sekalian?" teriaknya. Jujur itu membuatku takut, apalagi tatapan matanya sangat menyeramkan. Bekas make up di wajahnya, semakin membuatnya tampak mengerikan.

Tiba-tiba Wina seperti mau menyerangku, tapi ada yang berteriak, pandangan Wina pun beralih ke suara itu. Ternyata ayahnya dengan seorang yang berpakaian seperti orang pintar. Tampak ia komat-kamit, Wina pun tertawa, dia melirik ke arahku dan berlari cepat sekali meninggalkan kami semua. Orang pintar tadi tetap komat-kamit, tak lama suasana di kamar jenazah itu begitu menyeramkan. Lampu-lampu padam, orang-orang seperti kehilangan suara, semua langsung diam.

Tak lama Wina muncul, kali ini dia bukan lagi berjalan normal, tapi menggunakan kedua tangannya, entah makhluk apa yang merasukinya, yang pasti menyeramkan.
Entah siapa yang mulai, kami semua bersholawat, hampir sepuluh menit, Wina tiba-tiba tertawa.

"Tunggu pembalasanku, akan kuhabisi kalian yang sudah membunuh kekasihku!" teriaknya melengking, tapi suaranya seperti orang tua.

Bersambung

Bumi Amungsa 2020

PENGANTIN BERDARAH
Diubah oleh ribkarewang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
iteru dan 29 lainnya memberi reputasi
28
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 2
PENGANTIN BERDARAH
11-07-2020 21:10
Diubah oleh ribkarewang
profile-picture
profile-picture
iissuwandi dan anna1812 memberi reputasi
2 0
2
PENGANTIN BERDARAH
11-07-2020 21:10

Part 2

PENGANTIN BERDARAH

PENGANTIN BERDARAH

Part 2

Tampak Wina makin menyeramkan, bahkan dia bisa menempel di langit-langit layaknya seekor cicak, dengan kepala terputar ke bawah. Kami semua diam, hanya masing-masing berdoa, tak lama muncul seorang pendeta, karena ini rumah sakit kristen. Beberapa orang mulai menyanyikan lagu sambil bermain gitar, ada sekitar delapan orang.

Dua gitar dan enam lainnya berdoa, sementara orang pintar yang sedang komati kamit itu tampak mengeluarkan darah dari mulutnya. Salah satu saudara Rusdi yang lulusan pesantren dan saat ini tengah mengajar dan memiliki indra keenam. Ia berkali-kali mencengkeram pundakku.

"Mas Andi, jiwa Wina sepertinya diperebutkan banyak orang. Itu Rusdi dan Bayu suaminya sama-sama punya perjanjian dengan iblis."

Apaa! Bagai disambar petir, ini tepat jumat kliwon. Pernikahan mereka tadi pagi pun tepat jam dua siang, menurut Harun itu adalah jam para iblis berpesta. Astaghfirullah ... aku hanya bisa bershalawat, sementara para pemain musik itu makin kencang menyanyikan lagu-lagu, ada yang senarnya sampai putus.

Wina seperti melemah, dan tiba-tiba ia terjatuh. Ada dua suara bersautan di dalam tubuh Wina.

"Aku akan mengambil keturunan kalian," kata suara yang agak berat.

"Aku akan membuat kalian semua menangis," sahut yang orang tua dengan suara melengking.

Tiba-tiba semua sepi, lampu mulai menyala, tampak Wina terkulai lemah dan darah mengalir dari pahanya. Suster pun segera bergerak, dia masih bernapas, tapi janin yang ada dalam perut Wina entah. Sepertinya semua tampak baik-baik saja, ternyata tidak, kehebohan berpindah ke ruang jenazah.

Karena sudah malam, dan tidak bisa dikubur malam ini, tapi sudah dimandikan dan hendak dibungkus kain kafan, karena keduanya muslim. Tapi ada yang aneh, wajah keduanya berubah keriput seperti kakek-kakek tua yang dagingnya habis dimakan usia. Pendeta tadi masih sibuk berdoa sambil berjalan ke sana ke mari sambil menyiramkan air. Sementara Pak Ustad yang baru datang tampak tenang.

"Semua sudah terjadi, buat pelajaran kita semua. Jangan sekali-kali bersekutu dengan iblis. Apa pun tujuannya."

Karena malam itu makin menyeramkan, akhirnya keluarga Rusdi maupun Bayu memutuskan untuk menguburnya malam ini juga, karena masing-masing kuburan sudah digali.

Jam delapan malam, akhirnya mereka pergi, aku pun dengan Ibu memutuskan pulang. Cincin dari Rusdi masih ada di tanganku, tak ada yang tahu. Malamnya sehabis salat isya, sekitar jam duabelas malam. Ada suara berisik di luar rumah.

"Ndi, kembalikan cincinnya, tolong Ndi. Aku sakit, tolong ...." Seperti suara Rusdi. Jangan-jangan, bergegas kuberanikan diri untuk keluar. Tampak ada seorang laki-laki menggunakan topi dan hodie warna hitam berjalan buru-buru saat tahu aku keluar.

"Hei, kamu siapa! Hei ... apa yang kamu lakukan!" teriakku. Karena ia sepertinya membuang barang ke arah bunga-bunga di halaman. Tapi pria itu terus berjalan tanpa menoleh, mau mengejar pun nyaliku agak ciut. Ini sudah jam duabelas lebih, suasana sepi. Mana teringat kejadian di rumah sakit tadi, aku pun buru-buru masuk rumah.

Kaget melihat Ibu tersenyum di dapur, katanya lapar, jadi bikin mie. Sejak kapan Ibu suka makan mie? Bergegas aku kembali ke dapur, tapi tidak ada orang. Hanya bekas panci saja berhamburan. Buru-buru aku ke kamar Ibu, tapi Ibu tampak terlelap.

"Heii! Siapapun kamu! Apa mau kamu, ada urusan apa aku dengan kalian!" teriakku memberanikan diri, kepalang basah.

"Ndiii, Andii tolong akuu, kembalikan cincin itu, toloong!"

"Wooi baik kamu! Kenapa mati saja nyusahin yang hidup!"

Suara tawa yang di rumah sakit terdengar lagi, kali ini dari kamar Ibu. Bergegas aku ke sana, tampak Ibu sedang tersenyum ke arahku, tapi kepala dan badannya terbalik depan dan belakangnya.

"Jangan ganggu Ibu, ambil cincin itu, aku tidak butuh ambil sanaa!" teriakku putus asa. Tak bisa kubayangkan andai iblis itu merasuki Ibu.

"Ibu istighfar Buu! Ayoo Bu, istighfaar, ingat Allah, Buuu!"

Senyum Ibu makin lebar, dan makin mengerikan, suara Rusdi yang minta tolong. Aku pun berteriak sekencang-kencangnya. Allahu akbaar! Allahu akbaar! Entah berapa kali aku teriak, sampai aku merasakan lelah. Saat kubuka mata, Ibu masih terlelap tidur, seperti tak terjadi apa-apa. Kulihat sudah jam dua dini hari, suara Rusdi masih jelas kudengar di telinga.

Cepat kuambil air wudhu, salat sunah, banyak minta ampun dan ambil alquran aku mengaji dengan suara keras. Lamat-lamat suara itu menghilang, hatiku pun sudah sedikit tenang. Selesai mengaji aku sepertinya tertidur, karena Ibu membangunku saat adzan subuh terdengar.

"Ndi, kenapa tidur di sini, Ibu mau salat," katanya lembut, tangannya terasa hangat menyentuh pipiku.

"Ibu tidak apa-apa? Semalam tidak mimpi aneh?"

"Semalam Ibu mimpi Rusdi. Katanya dia minta tolong kamu kembalikan cincin. Ibu kan bingung, dia marah dan seperti mau cekik Ibu. Rasanya mengerikan. Entah apa yang dibuat anak itu, sampai sudah meninggal pun membuat kita susah."

Aku hanya bisa diam, tidak tahu mau bicara atau tanya ke siapa. Tiba-tiba ada yang datang di jam subuh begini. Menyebut namaku, suara perempuan.

Bersambung

PENGANTIN BERDARAH
Diubah oleh ribkarewang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan 10 lainnya memberi reputasi
11 0
11
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
prof-pic
Tulis balasan post ini gan...
prof-pic
Guest
PENGANTIN BERDARAH
11-07-2020 21:16
Ngepost cerita horror mbok ya jangan malem2.....
emoticon-Mewek
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Cupu1971 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
prof-pic
Tulis balasan post ini gan...
prof-pic
Guest
PENGANTIN BERDARAH
11-07-2020 21:17
Keren ceritanya kak.
profile-picture
profile-picture
iissuwandi dan ribkarewang memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
prof-pic
Tulis balasan post ini gan...
prof-pic
Guest
PENGANTIN BERDARAH
11-07-2020 21:23
Ya Allah, serius merinding ini. Naxt kilat Moms
profile-picture
profile-picture
profile-picture
iissuwandi dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
prof-pic
Tulis balasan post ini gan...
prof-pic
Guest
PENGANTIN BERDARAH
11-07-2020 22:01
kesurupan kah wina? serem banget. twist pas rusdi ngasih cincin keren, mam
profile-picture
profile-picture
profile-picture
iissuwandi dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
prof-pic
Tulis balasan post ini gan...
prof-pic
Guest
PENGANTIN BERDARAH
12-07-2020 01:37
Brarti dia merangkak karo matane mecicil ya, Mam?

Memedenkan sangat dah.
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan ribkarewang memberi reputasi
2 0
2
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
prof-pic
Tulis balasan post ini gan...
prof-pic
Guest
PENGANTIN BERDARAH
12-07-2020 06:29
L a n j u t t t
profile-picture
profile-picture
iissuwandi dan ribkarewang memberi reputasi
2 0
2
PENGANTIN BERDARAH
12-07-2020 07:07
Dari judulnya dikira berdarah karena malam pertama, ..ternyata oh ternyata,..horor sangat lah ceritanya, Untung bacanya ga malam2
profile-picture
profile-picture
iissuwandi dan ribkarewang memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
prof-pic
Tulis balasan post ini gan...
prof-pic
Guest
PENGANTIN BERDARAH
12-07-2020 10:02
Ada apa dengan wina sebenarnya???
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinandya dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
prof-pic
Tulis balasan post ini gan...
prof-pic
Guest
PENGANTIN BERDARAH
12-07-2020 10:31
keren bgt yaaa salut aku. aku tuh cm bisa bikin artikel. gimana sih busa bikin cerita se mengalir gituuu
profile-picture
profile-picture
iissuwandi dan ribkarewang memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
prof-pic
Tulis balasan post ini gan...
prof-pic
Guest
PENGANTIN BERDARAH
12-07-2020 11:23
Dendam dari kereng merapi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
iissuwandi dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
PENGANTIN BERDARAH
12-07-2020 14:59
patahin ranting dulu..ninggalin jejak
profile-picture
profile-picture
iissuwandi dan ribkarewang memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
prof-pic
Tulis balasan post ini gan...
prof-pic
Guest
PENGANTIN BERDARAH
12-07-2020 16:46
lanjutan e gan
profile-picture
profile-picture
iissuwandi dan ribkarewang memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
prof-pic
Tulis balasan post ini gan...
prof-pic
Guest
PENGANTIN BERDARAH
12-07-2020 19:53
darahnya keluar dari mana gan? kalo dari pantat berarti ambeyen emoticon-Bettyemoticon-Bettyemoticon-Betty
profile-picture
profile-picture
dindademiyanti2 dan ribkarewang memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
prof-pic
Tulis balasan post ini gan...
prof-pic
Guest
PENGANTIN BERDARAH
12-07-2020 23:00
serem ceritanya gan, jd ga sabar nunggu kelanjutannya
profile-picture
ribkarewang memberi reputasi
1 0
1
PENGANTIN BERDARAH
13-07-2020 11:20
Mantab ceritanya gan, ditunggu kelanjutan nya...
profile-picture
ribkarewang memberi reputasi
1 0
1
PENGANTIN BERDARAH
13-07-2020 13:46
Lanjutan nya mana gaannnnnnnn
profile-picture
profile-picture
ribkarewang dan indrag057 memberi reputasi
2 0
2
PENGANTIN BERDARAH
13-07-2020 19:59
Merinding aku bacanya 😬
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan ribkarewang memberi reputasi
2 0
2
PENGANTIN BERDARAH
14-07-2020 11:59
jujur aku tuh paling gak suka genre thriller, horror, serem2, sedih2 kayak gini..

tapi tulisan ini kayaknya bakal jadi pengecualian pertama deh. jangan sampe kentang TS emoticon-Mewek emoticon-Keep Posting Gan
profile-picture
ribkarewang memberi reputasi
1 0
1
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
natsu-no-hanami-n2h---fiksi
Stories from the Heart
you
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia