TS
.unicorn.
Liverpool Yang Selalu Dihati
Spoiler for screenshot:
Quote:
Sebenarnya sih aku tidak terlalu suka dengan bola, akan tetapi karena keseringan diajak nonton bola dan melihat keseruan saat nonton ber-ramai-ramai pada sebuah lokasi yang disepakati oleh para pencinta bola, maka pada akhirnya menyukainya juga. Walau pada awalannya kebanyakan tertidur di sofa dan terbangun saat pemain bola mencetak gol dan berteriak-teriak bersama-sama. Bahkan terkadang menyanyikan lagi mars bola.
Aneh sih, lama-lama timbul kerinduan ketika sepakbola sudah tidak ada lagi. Tersebab covid yang membuat banyak pertandingan diurungkan.
Jika kalian bertanya aku memilih klub persepakbolaan dari klub mana? Aku hanya menjawab, "tergantung kepada khalayak ramai, yang mana mereka sempat-sempatnya meneriakkan klub persepakbolaan." Jadi aku hanya menyukai keseruan permainan bola, juga rasa tegang saat bola diperebutkan oleh beberapa orang, apalagi ketika ada sebuah kesempatan untuk mencetak gol, sampai pada akhirnya golpun terjadi. Keseruan inilah yang menjadi permainan bola tersebut dirindukan.
Biasanya suami dan anak-anakku menyukai Liverpool, entah mengapa mereka menjago-jagokannya. Ketika suatu hari kutanyakan mereka hanya menjawab, "Liverpool adalah klub persepakbolaan yang sangat legendaris, permainan yang mereka tunjukkan bagus dan berkualitas." Begitu menurut mereka sih. Namun bagi emak-emak berdaster yang awan terhadap sepakbola hanya menyetujui saja. Karena jujurnya sih aku tidak terlalu menghayati permainan demi permainan tersebut.
Kalau jika dilihat dari sejarahnya sih memang klub ini pemegang gelar juara Liga Champions UEFA, terbanyak di Inggris. Bukan hanya itu saja sih prestasi yang diterima Liverpool akan tetapi Liverpool juga mendapatkan penghargaan Badge of Honor Liga Champions, yang mana penghargaan ini diberikan kepada sebuah klub sepakbola yang memenangkan pertandingan lebih dari lima kali.
Ya itulah Liverpool yang mana pada akhirnya disebut klub persepakbolaan yang legendaris. Dengan para pemainnya yang selalu bisa membuat nyawa di sebuah pertandingan menjadi lebih hidup sehingga pertandingan berlangsung menjadi lebih seru dan mengasikan. Hingga pada akhirnya memenangkan banyak pertandingan demi pertandingan.
Aneh sih, lama-lama timbul kerinduan ketika sepakbola sudah tidak ada lagi. Tersebab covid yang membuat banyak pertandingan diurungkan.
Jika kalian bertanya aku memilih klub persepakbolaan dari klub mana? Aku hanya menjawab, "tergantung kepada khalayak ramai, yang mana mereka sempat-sempatnya meneriakkan klub persepakbolaan." Jadi aku hanya menyukai keseruan permainan bola, juga rasa tegang saat bola diperebutkan oleh beberapa orang, apalagi ketika ada sebuah kesempatan untuk mencetak gol, sampai pada akhirnya golpun terjadi. Keseruan inilah yang menjadi permainan bola tersebut dirindukan.
Biasanya suami dan anak-anakku menyukai Liverpool, entah mengapa mereka menjago-jagokannya. Ketika suatu hari kutanyakan mereka hanya menjawab, "Liverpool adalah klub persepakbolaan yang sangat legendaris, permainan yang mereka tunjukkan bagus dan berkualitas." Begitu menurut mereka sih. Namun bagi emak-emak berdaster yang awan terhadap sepakbola hanya menyetujui saja. Karena jujurnya sih aku tidak terlalu menghayati permainan demi permainan tersebut.
Kalau jika dilihat dari sejarahnya sih memang klub ini pemegang gelar juara Liga Champions UEFA, terbanyak di Inggris. Bukan hanya itu saja sih prestasi yang diterima Liverpool akan tetapi Liverpool juga mendapatkan penghargaan Badge of Honor Liga Champions, yang mana penghargaan ini diberikan kepada sebuah klub sepakbola yang memenangkan pertandingan lebih dari lima kali.
Ya itulah Liverpool yang mana pada akhirnya disebut klub persepakbolaan yang legendaris. Dengan para pemainnya yang selalu bisa membuat nyawa di sebuah pertandingan menjadi lebih hidup sehingga pertandingan berlangsung menjadi lebih seru dan mengasikan. Hingga pada akhirnya memenangkan banyak pertandingan demi pertandingan.
Quote:

Quote:
You’ll Never Walk Alone
Slogan Liverpool ini pula yang menjadikan aku, si emak-emak berdaster menyukai jalannya pertandingan. Mereka tidak lagi mengedepankan kepentingan pribadi demi sebuah honor atas pekerjaannya untuk mencetak sebuah gol. Namun kebersamaan dan kerjasama yang baik itulah yang membuat mereka sangat kukagumi. Walaupun tidak semua pertandingan mampu mereka lewati dengan kemenangan, akan tetapi semangat dan usaha untuk menyemangati Tim agar tidak terpuruk kekecewaan atas kekalahan menjadi kemenangan terbesar di hati para pencinta Liverpool, sehingga para pendukungnya tidak lantas melarikan diri dari Liverpool. Hal inilah pion utama kebangkitan dari Liverpool untuk kembali memulai gerakan baru yang pastinya terwujud untuk melakukan hal yang terbaik.
Namun sayangnya untuk menciptakan keseruan bersama-sama, para pencinta bola sudah tidak lagi dilakukan, akibat Covid yang membuat para pencinta bola, harus menelan rindunya sendirian dirumah. Bahkan terkadang benar-benar sendirian berteriak-teriak demi meluncurkan kegembiraan atas gol demi gol yang dicetak.
Bahkan dalam keadaan pandemi saja, keseruan bola masih bisa dirasakan. Walaupun hanya sendirian dirumah dan membuat gaduh, selayaknya orang gila yang tertawa-tawa sendirian. Intinya sepakbola tidak akan pernah pudar warna seninya, walau sosok virus telah membuat banyak kota disihir mati aktivitas.
sumber tulisan
Slogan Liverpool ini pula yang menjadikan aku, si emak-emak berdaster menyukai jalannya pertandingan. Mereka tidak lagi mengedepankan kepentingan pribadi demi sebuah honor atas pekerjaannya untuk mencetak sebuah gol. Namun kebersamaan dan kerjasama yang baik itulah yang membuat mereka sangat kukagumi. Walaupun tidak semua pertandingan mampu mereka lewati dengan kemenangan, akan tetapi semangat dan usaha untuk menyemangati Tim agar tidak terpuruk kekecewaan atas kekalahan menjadi kemenangan terbesar di hati para pencinta Liverpool, sehingga para pendukungnya tidak lantas melarikan diri dari Liverpool. Hal inilah pion utama kebangkitan dari Liverpool untuk kembali memulai gerakan baru yang pastinya terwujud untuk melakukan hal yang terbaik.
Namun sayangnya untuk menciptakan keseruan bersama-sama, para pencinta bola sudah tidak lagi dilakukan, akibat Covid yang membuat para pencinta bola, harus menelan rindunya sendirian dirumah. Bahkan terkadang benar-benar sendirian berteriak-teriak demi meluncurkan kegembiraan atas gol demi gol yang dicetak.
Bahkan dalam keadaan pandemi saja, keseruan bola masih bisa dirasakan. Walaupun hanya sendirian dirumah dan membuat gaduh, selayaknya orang gila yang tertawa-tawa sendirian. Intinya sepakbola tidak akan pernah pudar warna seninya, walau sosok virus telah membuat banyak kota disihir mati aktivitas.
sumber tulisan
tien212700 dan nona212 memberi reputasi
2
256
Kutip
1
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sports
24.4KThread•17.8KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya