Kaskus

Story

robbolaAvatar border
TS
robbola
gara-gara pelakor
#GARA_GARA_PELAKOR

dari kisah nyata, semua nama sudah disamarkan (bukan nama sebenarnya).

šŸšŸšŸ

Tepat hari ini usia pernikahanku menginjak 10 tahun lamanya.

Mas Budi, dialah suamiku. Seorang PNS.
Aku sudah menemaninya selama sepuluh tahun ini. Sungguh banyak suka dan duka yang sudah kami jalani selama menikah. Allhamdulillah kami juga sudah dikaruniai dua orang anak. Satu laki-laki dan satu lagi perempuan.

Anak pertamaku aku adopsi dari saudaraku, karena dulu kami tidak kunjung dipercaya memiliki keturunan. Tidak lama setelah kami mengadopsi, akhirnya kami diberi kepercayaan amanah keturunan dari rahimku sendiri. Masya allah.

Rumah tangga kami selama sembilan tahun ini sangat bahagia. Bisa dikatakan sangat sempurna. Mas Budi orangnya sangat penyayang dan sabar.

Aku adalah Sarah, seorang ibu rumah tangga biasa. Aku juga bisa disebut sebagai perempuan yang tidak gaul. Dari mulai pakaian, makeup. Aku tidak terlalu memusingkan penampilan. Aku juga gaptek (gagap teknologi). Jadi aku jarang sekali pegang HP. HPku saja HP jaman dulu, yang masih belum ada kamera dan aplikasi canggih seperti sekarang.

Tapi belum lama ini Adikku memberikanku HP. Lumayan bagus. HP jaman now.

ditahun ke sepuluh pernikahan ini terasa ada yang berbeda. Mas Budi seperti bukan Mas budi yang dulu ku kenal. Ada perbedaan dari sikapnya. Entah kenapa.

Drrrrdddd....

Gawaiku berbunyi.

Siapa sih sepagi ini sudah WA. Fikirku.

Kubuka isi pesan dari benda pipih itu, isi pesannya ternyata..

[Happy aniversary kakakku Sarah. ternyebelin, semoga di ulang tahun pernikahan yang ke sepuluh tahun ini tambah sakinah, mawaddah, dan warohmah yakaa. Tambah sukses. Dan jangan lupa tambah lagi ponakan buat adikmu ini].

Aku hanya tersenyum kecil melihat isi pesan dari adik kesayanganku, Dini.

Belum sempat aku membalas pesan tersebut, tapi dalam hatiku sudah aku aamiin kan untaian do'a didalam pesan singkat tersebut.

[Aamiin Dek. Makasih yoo do'anya]

Tidak lupa aku juga menambahkan emotikon peluk dan cium.

ā˜†ā˜†ā˜†

Hari ini terasa ada yang berbeda. Biasnya Mas Budi setiap ulang tahun pernikahan selalu mengucapkan selamat kepadaku. Bahkan tahun-tahun ke belakang Mas Budi selalu memberikan aku kejutan. Bunga dan bolu. Kadang juga dia memberi aku kado perhiasan.

Tapi sudah siang begini dia masih juga belum memberikan ucapan. Apa dia lupa? Mana mungkin dia lupa, karena dulu kalau aniversary dia yang selalu antusias. Bahkan aku yang kadang hampir lupa.

Dia juga sudah siang bolong begini masih belum bangun tidur. Akhir-akhir ini Mas budi jadi sering pulang larut malam. Dia sih bilangnya habis main catur bersama teman-temannya.

" Mas, bangun sudah siang."

Bisikku pelan di telinganya.

"Hmmmmhhhhh."

Dia hanya menggeliat.

"Mas sudah jam 12 siang."

Gertaku. Supaya dia bangun. Karena aku selalu begitu, kalau sudah bosan dibangunkan gak bangun-bangun. Meskipun masih jam 9 pagi, aku selalu bilang sudah jam 12 siang. Biar dia bangun. Hehe.

"Haduhhh, kamu ini gimana sih! Jam 12 siang baru bangunin aku! Gak ridho ya kamu bangunin aku? Harusnya dari tadi!"

Dia membentakku. Aku kaget. Kenapa Mas Budi jadi pemarah begini. Biasanya kalau aku berbohong tentang jam biasanya dia malah tetawa bukan marah. Tapi kali ini kenapa?

Mungkin sengaja dia marah, buat kasih kejutan mungkin. Jadi aku dibikin kecewa dulu. Fikirku, mencoba positif thinking.

Aku tak menghiraukan ocehannya. Aku hanya diam tak menganggap serius marahnya.

ā˜†ā˜†ā˜†

Bakda isya, aku mau menyiapkan makan malam. Tapi tiba-tiba..

"Kamu ngapain di dapur?"

"Aku lagi menyiapkan makan malam kita Mas."

"Jangan. Karena aku mau pergi makan malam bersama teman-temanku."

Mendengar Mas Budi berbicara seperti itu seketika aku langsung mengerutkan dahiku. Aku heran, tidak biasanya Mas Budi pergi keluar sendiri. Biasanya kalau ada acara Mas Budi selalu ajak aku dan anak-anak.

Bahkan aku sudah menyiapkan makan malam pun dia tidak menghiaraukannya. Tidak biasanya dia seperti ini.

"Ada acara apa Mas?"

"Yaaa acara biasa, emang kenapa sih?"

"Enggak, biasanya kan kalau ada acara apa-apa Mas selau ajak aku dan anak-anak."

"Kali ini tidak akan lagi."

Deg..

Aku langsung kaget. Kenapa dengan Mas Budi? Kenapa dia berubah.

"Maksudmu apa Mas?"

Tanpa menjawab pertanyaanku Mas budi langsung pergi begitu saja dengan penampilan rapi dan wangi parfum yang semerbak.

Tidak biasanya dia dandan sendiri. Dulu kalau mau ada acara kecil aja urusan bajupun dia selalu minta aku yang menyiapkan. Ini malah milih sendiri dan sepertinya bajunya juga baju baru.

Ya allah perasaanku jadi tidak enak..
bukhoriganAvatar border
bukhorigan memberi reputasi
1
307
1
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread•54.3KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
Ā© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.