TS
lynna123
3 Hal Yang Harus Dipahami Sebelum Beriklan di Tiktok
Pasang iklan di Tiktok ternyata cukup mudah dan tidak sesulit yang dibayangkan. Pengguna seolah dimanja dengan tampilan iklan yang ‘halus’ sehingga tidak terganggu saat menikmati aneka konten yang disajikan. Atau kalaupun ingin beriklan hardsell, banyak fitur yang bisa dipilih sehingga iklan tetap menarik di mata pengguna. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hal yang harus dipahami sebelum beriklan di Tiktok, simak penjelasannya berikut ini.
1. Jenis Iklan
- Pre-roll Ads: Iklan akan muncul saat pengguna membuka aplikasi Tiktok.
- In-feed Ads: Iklan akan muncul saat pengguna scroll di dalam feed.
- Promoted Hashtag: Pengguna diminta untuk menggunakan hashtag khusus yang berisi iklan. Biasanya dilakukan untuk kompetisi challenge atau kuis dan giveaway berhadiah.
- Brand Effect: Iklan berbentuk filter yang mengandung unsur spesifik dari brand.
Selain itu ada juga 3 komponen iklan di Tiktok yang perlu diketahui, yaitu:
1.Campaign: Tempat memilih jenis konversi iklan
2.Ad Group: Tempat set target iklan dan budget
3.Ad: Tempat mendesain tampilan iklan
Seperti halnya media sosial lain pada umumnya, TikTok juga menyiapkan 3 tipe iklan:
1. CPC (Cost Per Click): CPC adalah sebuah metode di mana pengiklan harus membayar tiap klik pada iklan yang dipasangkan.
2. CPM (Cost Per Mille): Dalam CPM, pengiklan akan membayar iklan per seribu tayangan iklan pada penonton.
3. CPV (Cost Per View): Hampir sama dengan CPC, pada CPV pengiklan harus membayar per view iklan yang telah dipasang.
2. Anggaran Dana
Bersiaplah untuk mengeluarkan budget iklan sebesar $500/hari atau sekitar Rp 7,000,000. Tiktok juga menyediakan pilihan untuk membagi iklan dalam beberapa bagian atau grup. Setiap iklan atau bagian setidaknya harus memiliki anggaran masing- masing $50 per hari. Untuk kepentingan promosi, biaya ini tergolong murah apalagi jika disandingkan dengan platform media sosial lainnya. Momen saat ini dianggap tepat untuk memasang iklan di Tiktok dikarenakan aplikasi ini sedang digandrungi oleh hampir semua kalangan dan usia, jadi tidak terbatas hanya pada kalangan remaja saja.
3. Kualitas Iklan
Saat memasang iklan di Tiktok, pastikan untuk menampilkan gambar atau video dengan kualitas atau resolusi tinggi. Hal ini dapat membuat pengguna lebih fokus dan mendorong rasa ketertarikan untuk memahami lebih lanjut pesan dari iklan yang sedang ditonton. Jangan lupa untuk menambahkan call to action atau mengajak pengguna untuk berpartisipasi sehingga manfaat iklan akan lebih mereka rasakan. Gunakan kata atau kalimat yang singkat, padat, namun meyakinkan, sehingga pengguna merasa tertarik. Mengingat tipikal konten pada Tiktok lebih ke personal touch atau kegiatan sehari-hari yang dilakukan secara spontan dan natural, ada baiknya untuk memasang iklan yang sifatnya lebih personal pula sehingga pengguna merasa dekat dengan brand. Bekerja sama dengan influencer Tiktok juga dapat dilakukan untuk memaksimalkan penggunaan iklan. Kuncinya adalah memberikan kebebasan pada pengguna untuk merespons iklan yang ditampilkan. Jika menginginkan feedback yang setimpal atau menjadikan suatu campaign menjadi viral, pastikan untuk menggali lebih banyak dari perilaku target, mengenal kebiasaan dan kesukaan mereka, sehingga usaha yang dikeluarkan dengan hasil yang didapatkan menjadi lebih optimal.
Untuh hasil terbaik, lakukan percobaan dengan menggabungkan pilihan target dengan elemen kreatif sebelum akhirnya memutuskan untuk memilih kombinasi yang tepat sesuai dengan tujuan dan manfaat iklan yang dipasang.
1. Jenis Iklan
- Pre-roll Ads: Iklan akan muncul saat pengguna membuka aplikasi Tiktok.
- In-feed Ads: Iklan akan muncul saat pengguna scroll di dalam feed.
- Promoted Hashtag: Pengguna diminta untuk menggunakan hashtag khusus yang berisi iklan. Biasanya dilakukan untuk kompetisi challenge atau kuis dan giveaway berhadiah.
- Brand Effect: Iklan berbentuk filter yang mengandung unsur spesifik dari brand.
Selain itu ada juga 3 komponen iklan di Tiktok yang perlu diketahui, yaitu:
1.Campaign: Tempat memilih jenis konversi iklan
2.Ad Group: Tempat set target iklan dan budget
3.Ad: Tempat mendesain tampilan iklan
Seperti halnya media sosial lain pada umumnya, TikTok juga menyiapkan 3 tipe iklan:
1. CPC (Cost Per Click): CPC adalah sebuah metode di mana pengiklan harus membayar tiap klik pada iklan yang dipasangkan.
2. CPM (Cost Per Mille): Dalam CPM, pengiklan akan membayar iklan per seribu tayangan iklan pada penonton.
3. CPV (Cost Per View): Hampir sama dengan CPC, pada CPV pengiklan harus membayar per view iklan yang telah dipasang.
2. Anggaran Dana
Bersiaplah untuk mengeluarkan budget iklan sebesar $500/hari atau sekitar Rp 7,000,000. Tiktok juga menyediakan pilihan untuk membagi iklan dalam beberapa bagian atau grup. Setiap iklan atau bagian setidaknya harus memiliki anggaran masing- masing $50 per hari. Untuk kepentingan promosi, biaya ini tergolong murah apalagi jika disandingkan dengan platform media sosial lainnya. Momen saat ini dianggap tepat untuk memasang iklan di Tiktok dikarenakan aplikasi ini sedang digandrungi oleh hampir semua kalangan dan usia, jadi tidak terbatas hanya pada kalangan remaja saja.
3. Kualitas Iklan
Saat memasang iklan di Tiktok, pastikan untuk menampilkan gambar atau video dengan kualitas atau resolusi tinggi. Hal ini dapat membuat pengguna lebih fokus dan mendorong rasa ketertarikan untuk memahami lebih lanjut pesan dari iklan yang sedang ditonton. Jangan lupa untuk menambahkan call to action atau mengajak pengguna untuk berpartisipasi sehingga manfaat iklan akan lebih mereka rasakan. Gunakan kata atau kalimat yang singkat, padat, namun meyakinkan, sehingga pengguna merasa tertarik. Mengingat tipikal konten pada Tiktok lebih ke personal touch atau kegiatan sehari-hari yang dilakukan secara spontan dan natural, ada baiknya untuk memasang iklan yang sifatnya lebih personal pula sehingga pengguna merasa dekat dengan brand. Bekerja sama dengan influencer Tiktok juga dapat dilakukan untuk memaksimalkan penggunaan iklan. Kuncinya adalah memberikan kebebasan pada pengguna untuk merespons iklan yang ditampilkan. Jika menginginkan feedback yang setimpal atau menjadikan suatu campaign menjadi viral, pastikan untuk menggali lebih banyak dari perilaku target, mengenal kebiasaan dan kesukaan mereka, sehingga usaha yang dikeluarkan dengan hasil yang didapatkan menjadi lebih optimal.
Untuh hasil terbaik, lakukan percobaan dengan menggabungkan pilihan target dengan elemen kreatif sebelum akhirnya memutuskan untuk memilih kombinasi yang tepat sesuai dengan tujuan dan manfaat iklan yang dipasang.
0
273
0
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Bisnis
71KThread•14.6KAnggota
Komentar yang asik ya