- Beranda
- Stories from the Heart
Bukan Pernikahan Biasa {BPB} Part 1
...
TS
fizu22
Bukan Pernikahan Biasa {BPB} Part 1
Bukan Pernikahan Biasa
Genre:Romantis, Slice of Life

Pernah tayang di Wattpad : https://my.w.tt/WDVy5q08s6
Chapter 1-2
"jadi kau yang membuat anakku jadi seperti ini?" Seorang bapak tua dengan tidak sabarnya menendang nendang manusia yang berdosa didepannya, bagaimana tidak berdosa? Manusia didepannya digadang-gadang adalah pembuat anaknya hamil 2 bulan.
"Maafkan aku,maafkan aku"manusia berdosa itu hanya bisa berkata seperti halnya itu.
Setelah puas menendang manusia berdosa itu.. bapak tadi mengangkat manusia itu lalu berucap"Sekarang kalian pergi jauh dari kami"
"Dan aku ingin kau menikahi putriku"
"Suamiku.. Zahra masih kelas 1 SMA"
"Aku tidak peduli!!!"
"Baiklah,aku terima permintaanmu" manusia yang hina itu menerima permintaan dari calon mertuanya.
"Segeralah lakukan"
....
"Kenapa kamu melakukan semua ini?"Zahra bertanya ketika mengobati lelaki yang tidak berdosa dan malah dihinakan oleh ayahnya tadi.
"Maafkan aku"hanya itu yang bisa dikatakan oleh pria itu.
"Sekali lagi maafkan aku"Pria itu sepertinya tidak bisa henti hentinya mengatakan kata maaf.
"Ini bukan salahmu"Zahra dengan piawainya mengompres luka yang mulai membiru di tubuh pria itu.
"Apakah kamu serius?"Zahra bertanya kepada pria didepannya.
Pria itu membalikkan tubuhnya agar bisa saling berhadapan "Pernahkah aku tak serius dengan hal yang seharusnya serius?"
Zahra ingat bagaimana pria yang menaruh dirinya sebagai biang keladi palsu serius ketika hal hal serius bahkan untuk hal hal yang tak serius dia juga serius.
"Tapi bagaimana dengan kedua orangtuamu?"Zahra kali ini bertanya, pria didepannya hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
"Jangan jangan,kamu belum mengatakan kepada mereka?"
"Tentu aku belum mengatakan itu... Aku saja setelah mengantarmu pulang langsung diterjang oleh ayahmu"
"Maafkan aku..."Zahra menghentikan kegiatannya yakni mengompres luka luka di tubuh pria yang tadi menjadi bulan bulanan dari sang ayah.
Pria itu membalikkan badannya dan kali ini mereka berhadapan, empat mata saling menatap "Aku melakukan ini karena...."
Pria itu menghela nafas sejenak, namun Zahra tidak bisa menahan penasarannya.
"Karena apa?cepat katakan Riz"Zahra mulai kesal, rasa penasarannya sudah membludak membludak
"Karena Aku mencintaimu"Rizki akhirnya bisa menyelesaikan perkataannya dengan tanpa kekurangan satu katapun, sementara itu Zahra terkejut mendengar hal barusan. Ia tak percaya, Siswa teladan disekolahnya mencintai wanita brengsek seperti dirinya.
"Lalu bagaimana dengan Aisyah? kudengar kamu....","Apakah kamu mengenal Aisyah?" Rizki langsung memotong pembicaraan dari Zahra.
"Dia masa laluku, kau masa depanku"entah kenapa Zahra mulai memerah, apakah Zahra juga mencintai Rizki?
XxX
Muhammad Rizki Sulaiman, Siswa teladan di kelas 10 SMA negeri ternama di Ibukota. Seorang siswa yang dikenal aktif di organisasi Pramuka dan turut andil di acara Pentas seni sekolah beberapa bulan yang lalu. Siswa yang disukai Guru guru tak terkecuali Wali kelasnya, Rizki orangnya bisa mengatur segala sesuatu dengan baik.
Zahra Putri adalah wanita yang dikenal nakal, bukan karena perbuatannya melainkan pergaulannya yang banyak dianggap salah, disekolah saja ia terkenal menjadi tangan kanan dari pentolan angkatan ke-22, diluar ia terkenal jarang sekali ada dirumah karena kesibukannya nongkrong dengan teman teman yang hanya memanfaatkan dirinya saja.
XxX
Ruang kelas 10 IPS 5 terbuka, seorang yang sudah beruban masuk kedalam kelas dengan map absen ditangannya.
Hari ini adalah waktu pembinaan wali kelas, waktu yang paling dibenci oleh hampir 99,9% Siswa di kelas itu, bagaimana tidak? Pembinaan wali kelas yang biasanya diisi dengan motivasi dan inspirasi tentang pendidikan malah melenceng kemana mana, terkadang ekonomi,politik bahkan Agama. Namun tidak seperti biasanya Pak Udin, wali kelas 10 IPS 5 mengabsen anak muridnya terlebih dahulu.
"Achmad Zul"
"Hadir pak"
"Muhammad Rizki Sulaiman!!"teriak Pak Udin ketika nama siswa teladannya yang biasanya paling keras berkata hadir dan juga mengangkat tangan paling tinggi tak ada balasan.
"Woi rizki mana woi"seorang anak perempuan yang duduk didepan menengok kebelakang, ia bertanya kepada teman temannya, ada beberapa orang yang bergumam "mungkin dia telat pak"
"Zahra Putri"Ketika absen terakhir dikumandangkan, tidak ada yang berkata hadir, malahan banyak yang meracau "sakit kali pak!!" "Iya, sakit kali kan orang hamil gampang sakit"
"Hamil?"Pak Udin bertanya didalam hatinya
Dengan cekatan, pak Udin menenangkan murid muridnya dalam waktu sekejap"Baiklah, pembinaan wali kelas kali ini bapak awali dengan sesi tanya jawab, kalian yang bertanya, bapak kan menjawab"
Seperti biasa, kelas 10 IPS 5 dikenal pasif dalam bertanya kepada guru, hanya beberapa orang yang aktif seperti ketua kelas Sakina Aulia, wakil ketua kelas Hassan Syarif dan anak bela diri yakni Iqbal Syahputra serta tentunya Muhammad Rizki Sulaiman Siswa teladan itu.
"Baiklah, karena tidak ada yang mau bertanya.. maka bapak yang bertanya kepada kalian"banyak yang berlesu ria dengan ucapan "yah"
"Kalian tau kan, absen itu penting? Berapa minimal absen yang diberikan kepada seseorang?"Pak Udin bertanya
"12 pak"jawaban murid muridnya kompak, kompak lesunya.
'Andai ada Rizki, mungkin kelas ngak selesu ini'
"Ananda,lu tau dimana Rizki?" Fatimah bertanya ketika memperhatikan teman sebangkunya hanya menatap bangku kosong di barisan belakang.
"Lah?kok kamu tanya aku?"Ananda memang tidak tau kemana siswa teladan itu, tapi semua tau.. kalau Rizki si siswa teladan ini lumayan dekat dengan Ananda yang terkenal sulit berkomunikasi dengan lelaki.
XxX
"Zahra, Zahra... Lihat jam ini"Wakil kesiswaan sekolah yang dikenal kejam menunjuk nunjuk jam tangannya kehadapan Zahra sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Maafkan aku Pak, ini salahku" Alangkah terkejutnya pak wakil kesiswaan ketika melihat murid yang paling anti namanya terlambat malah datang terlambat dengan estimasi waktu 20 menit.
"Eh?maksudmu apa,Ki?"
"Aku meminjam Kartu bis Zahra kemarin karena kartu bis ku hilang, makanya dia agak telat"Rizki menjelaskan.
"Lalu dimana kartu bis Zahra? Kenapa kamu tetap terlambat padahal kamu memegang kartu bis?"tanya wakil kesiswaan dengan tatapan tajam serta menusuk itu.
"Aku tadi kesiangan"Rizki berkata sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Klasik"
"Kamu tau kan?apa yang harus kamu lakukan?"Rizki mengerti apa yang diinginkan pak wakil, Yaps membuat rangkuman pelajaran Jam pertama, tapi kan Sekarang waktunya pembinaan wali kelas.
"Pak tapi sekarang kan pembinaan wali kelas"
"Baiklah,kamu harus hormat ke tiang bendera sampai bel berbunyi" Perintah pak wakil kesiswaan itu.
"Dan untuk Zahra, kamu sudah terlambat 3 kali dalam sebulan ini, maka hukuman untukmu adalah lari mengitari lapangan ini 3x" Zahra terdiam dan dia memang sudah menduganya, sedangkan Rizki merasa keberatan dengan itu.
"Bagaimana kalau kami bertukar hukuman?aku berlari dan Zahra hormat? lagipula ini kesalahanku dia bisa terlambat"Jelas Rizki.
"Yasudah terserah kamu saja"
"Baiklah, akan aku mulai"Rizki segera berlari mengitari lapangan sedangkan Zahra mulai hormat ke tiang yang sudah ada bendera yang berkibar.
Ketika Rizki sudah berlari 2 putaran, ia merasa ada yang tidak beres dari Zahra, dia segera menghampiri Zahra dan tepat... Zahra pingsan, untuk masih ada dia yang menahan tubuh itu jatuh ke tanah.
"Sial!! Aku lupa, dia tadi tidak mau makan tadi"
"Kalau aku lapar,aku pasti makan"
"Kamu harus makan, lagipula janin di perutmu perlu makanan yang banyak"
"Sudahlah! Kita harus cepat, sebentar lagi bel sekolah berbunyi"
xXx
Pelajaran sosiologi dimulai, pelajaran yang paling disukai oleh murid teladan, namun dia tidak masuk kelas hari ini.
"Sosialisasi dalam sosiologi itu berbeda dengan sosialisasi yang biasanya kita ketahui"Bu Ayu, guru sosiologi yang biasanya aktif kali ini sangat pasif, dia hanya menjelaskan materi pelajaran.
"Ada yang kurang dari Bu Ayu" komentar Bunga,dan ditanggapi dengan anggukan oleh teman temannya.
"Mungkin ini gara gara Rizki tidak masuk"Ananda bergumam pelan, namun itu terdengar oleh Fatimah.
"Apa yang kau katakan,Ananda?"
"Tidak,tidak kok"kelak Ananda ketika Fatimah bertanya.
"Kemana sih, si Rizki itu... Kan kalau ada dia, kita ngak usah ngerjain tugas" dengus Dewi dan disambut anggukan oleh Aliya, Yanti, Bunga, dan Fatimah.
"Kalian kerjakan tugasnya!!jangan ngobrol aja"Bentak Bu Ayu ketika melihat muridnya malah ngobrol bukan ngerjain tugas darinya.
xXx
"Aku dimana?"Zahra bertanya ketika ia menyadari dia ada disebuah ruangan.
"Kamu ada di UKS, tadi kamu jatuh ketika kamu hormat"Rizki yang sedari tadi duduk di samping tempat tidur menjawab.
"Kenapa kamu masih disini? bukankah pelajaran yang kamu suka sedang mulai?"
"Aku tidak peduli, lagipula kalau kau sudah mendingan, kita akan ke kelas.. aku tidak ingin kau ketinggalan materi lagi, Ratu terlambat"Rizki mengeluarkan sarkastiknya, Zahra mulai mendudukkan tubuhnya
"Aku akan mentraktirmu di istirahat pertama nanti"
"Benarkah?"
"Apakah kamu lupa, siapa sekarang aku?"
....
"Assalamualaikum"seseorang membuka pintu kelas, membuat seluruh murid yang sedang serius (bukan hanya mengerjakan tugas namun ada juga yang Mabar game online) menghadap ke pintu.
Rizki segera mencium tangan guru sosiologi dan duduk di tempatnya, sedangkan Zahra dengan senangnya melenggang ke tempat yang kosong tepatnya disebelah Rizki.
"Oi!! Disuruh ngerjain apaan sih?" Rizki bertanya kepada Daffa, orang yang duduk didepannya.
"Lihat aja hape"Segera Rizki membuka grup WhatsApp kelas dan mendapati setengah lusin foto yang sepertinya soal pilihan ganda, dengan catatan, hanya tulis soal dan jawabannya saja.
"Aku malas"Zahra mendengus sebal ketika melihat banyaknya foto yang ia unduh barusan.
"Cepat kerjakan, tulis soalnya dulu, nanti aku kasih jawabannya" setelah mendengar itu, Zahra yang sedang memainkan handphonenya mendengus dan segera melaksanakan perintah dari Rizki.
Beberapa waktu kemudian,Zahra tertidur namun yang membuat Rizki sedikit bangga yakni dia telah selesai menulis soal itu,25 soal.
"Baiklah untuk jawabannya aku yang isi saja"Rizki tersenyum ketika melihat wanita yang mungkin kan menjadi pendamping seumur hidupnya tertidur.
"Baiklah, yang sudah silahkan kumpulkan"Rizki segera mengumpulkan tugasnya dan tugas Zahra kepada Bu Ayu.
"Rizki, siapa yang tidur di sebelah mu?"Bu Ayu bertanya ketika melihat sesosok siswa yang mukanya menempel di meja dengan tangan terulur.
"Maafkan Zahra Bu, dia begadang ngerjain tugas sama saya semalam"
"Kok cuma dia yang ketiduran? Kok kamu ngak?"
"Saya biasa begadang Bu,dan juga saya sering tidur siang"Setelah dijelaskan oleh siswa yang ia Banggai itu, Bu Ayu segera ber 'oh' ria.
"Tapi jangan sampai ketiduran di pelajaran lain loh,kalau dipelajaran ibu,ibu maklumin"
"Baiklah, terimakasih"
XxX
"Kenapa Rizki Deket banget sama Zahra ya?"Ananda bertanya sambil memakan bekal yang mamanya siapkan pagi tadi.
....
"Zahra bangun..., Kamu harus makan"
Rizki mulai menguncang-guncangkan badan dari seseorang yang sepertinya adalah siluman kebo.
"Aku ngantuk"dia berkata.
"Ngantuk?kamu tertidur selama jam pelajaran kewirausahaan... Untung saja gurunya tidak masuk"Rizki sedikit sebal dengan wanita yang ia sukai ini,namun bagaimana lagi?
"Baiklah,akan aku bawakan makanan untukmu"Rizki berkata,lalu keluar dari ruang kelas meninggalkan Zahra yang masih tertidur.
Disisi lain ada seseorang yang memandang mereka dengan tatapan cemburu.
Tak lama berselang,Rizki datang dengan sebuah nasi bungkus dan air mineral botol sedang.
"Kamu makan ini"Rizki memberikan apa yang ia bawa kepada Zahra.
"Berapa?"
"Tidak usah,kan aku janji akan mentraktirmu di istirahat pertama ini"Rizki tersenyum mengingat senyum dan cara makan Zahra yang lahap, ia melupakan sejenak rasa sakit disekujur tubuhnya yang baru dipukul oleh ayahnya Zahra dan tentu ayahnya sendiri serta rasa malu ketika ia berhutang makanan yang ia bawakan kepada Zahra.
"Kamu tidak makan?"Zahra bertanya ketika menyadari Rizki hanya menatapnya sambil tersenyum.
"Tidak,kamu saja yang makan.. nanti aku makan siang saja"Rizki berkata, Zahra tidak enak dengan Rizki
"Baiklah,aku juga akan melanjutkan makan makanan ini, siang nanti"
"Eh?"
"Yasudah terserah kamu saja"
XxX
Seperti biasa guru PKN yakni Pak Rifai memberikan tugas berupa membuat power point, kali ini tentang materi yang akan dibahas 2 bulan kedepan.
"Baiklah seperti biasa, kalian yang menentukan sendiri kelompoknya namun dengan syarat laki laki dan Perempuan campur"semua paham, Pak Rifai tidak ingin ada kelompok yang isinya perempuan semua dan tidak ingin juga yang isinya lelaki semua, karena kalau kelompok isinya lelaki semua, pasti (jawaban kalian)
Dan sudah diduga,murid murid perempuan sudah duduk per-kelompoknya masing masing, mereka hanya menunggu sisaan murid lelaki, karena seperti yang sudah diduga murid lelaki tidak ada yang becus ketika disuruh membuat PPT.
Dalam kesempatan ini jua, ada kelompok yang diisi mayoritas peringkat 1 hingga 10,ada juga kelompok yang isinya teman se-SMP semua, dan juga ada kelompok yang lebih memilih untuk merangkul teman temannya yang buangan.
"Rizki,ayo bersama kami"ajak Ananda, Rizki hanya menggeleng gelengkan kepalanya setelah menyadari di kelompok itu sudah ada 4 murid perempuan dan 1 murid laki laki yang tidak lain adalah Hassan, kalau ia masuk kesana pasti Zahra tidak memiliki kelompok.
"Maafkan aku, sepertinya aku bersama Zahra saja"Rizki berkata membuat banyak orang disana terkejut.
"Eh Ki,lu disini aja"Alfarizi, teman dekatnya yang terkenal bocah game dan wibu itu memanggilnya.
"Yaudah gue disitu,sama Zahra boleh?"Rizki bertanya, Alfarizi hanya mengangguk angguk saja tanda setuju.
"Iqbal Syahputra,Achmad Fahri Yusuf,
Achmad Zul,Rizki Sulaiman, Alfarizi, dan Zahra, kelompok 6 mendapatkan materi bab 8"Ucap Pak Rifai, namun seperti dugaan Rizki, kelompok ini tidak ada yang serius.
"Baiklah,aku dan Zahra akan membuat power pointnya, kalian akan kubagi bagi tugas untuk mencari di google"Kelompok 6 sangat senang, karena tugas mereka kali ini akan terhandle oleh orang yang pas.
"Oh iya ngomong ngomong kenapa Zahra bersama kita?"Alfarizi bertanya namun dia hanya membisikan Kepada Rizki.
"Nanti aku akan jelaskan, yang jelas aku ingin malam ini tugas PKN jadi" ucap Rizki.
"Zahra, kamu bisa bantu aku buat ppt kan?"
Zahra hanya mengangguk,dan itu diartikan setuju oleh Rizki.
Diubah oleh fizu22 14-05-2020 08:55
0
393
1
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya