- Beranda
- Stories from the Heart
Mencintai
...
TS
lianasari993
Mencintai

Suara ombak yang mengalun dengan irama yang pelan, bersama hembusan angin yang melewati tubuh ini. Menatap keindahan pantai di bawah senja, warna yang bersatu bersamaan terbenamnya matahari.
Surya(Aku) menatap pantai yang ada di depannya, dengan membawa kamera kesayangannya. Mulai mengabadikan senja dengan keterampilan kameranya. Tidak sengaja aku mengambil gambar seorang wanita yang sedang berdiri di bawah keindahan senja. Ingin rasanya aku menghampiri, tapi aku takut kalau mengganggu wanita itu yang sepertinya sedang sedih.
Dari kejauhan aku memperhatikan wanita tersebut, hingga aku memberanikan diri menghampiri wanita tersebut. Rasa ragu untuk menghampiri membuatnya harus berpikir panjang, takutnya dengan kedatanganku membuat wanita tersebut terganggu. Aku berjalan menghampiri.
“Permisi” ucapku ragu
Wanita itu langsung menghapus air matanya
“Kenapa kamu di sini sendiri, sebentar lagi malam” mulai menenangkan wanita itu
Wanita itu hanya tersenyum tipis
“Ada yang bisa saya bantu” ucapku lagi
Wanita itu menghembuskan nafas dan mulai tenang
“Maaf, jika saya mengganggu” ucapku lagi
“Tidak” ucap wanita itu dengan nada pelan
“Panggil saja Sasa, saya sedang ada masalah, makanya saya ke sini untuk menenangkan” ucapnya
“Saya Surya, maaf sudah mengganggu” ucapku
“Sepertinya saya tidak pernah melihat kamu, apa kamu baru pertama kali ke sini” ucapnya
“Iya, saya baru pindah dari luar kota” ucapku
Sasa hanya tersenyum
Semenjak pertemuanku dengan Sasa di pantai, kami sering berkomunikasi lewat chat. Hampir tiap minggu kami bertemu di pantai, walau hanya sekedar jalan-jalan dan makan.
Seminggu kemudian…..
Seperti biasa aku selalu menunggu Sasa di bawah pohon pinggir pantai. Rumah Sasa dekat sekali dengan pantai, begitu juga dengan rumahku.
“Maaf telah, udah lama nunggu” ucanya tersenyum
“Baru sejam” ucapku santai
“Lama dong” ucapnya
“Nggak papa” ucapku
“ Kalau gitu langsung aja ke tempat yang di sana, pemandangan di sana bagus banget” ucapnya
Kami berjalan menuju pepohonan yang tertata rapi, sangat cocok untuk diabadikan menggunakan kamera dan untuk dinikmati oleh mata.
“ Sasa kamu mau aku foto” ucapku
“Malu” ucapnya
“Malu kenapa” ucapku
Aku memotret Sasa yang sedang bersandar di pohon. Sasa tahu bahwa aku seorang fotografer, namun aku lebih fokus ke pemandangan dan lingkungan. Karena pemandangan memiliki suatu keindahan yang berbeda-beda, sedangkan lingkungan itu bisa memberitahu orang tentang tempat yang menarik dan memiliki ciri khas masing-masing.
Hari demi hari mulai terlewati bersama Sasa, aku merasa bahagia bisa bertemu dengannya. Aku tak menyangka bahwa aku bisa dekat dengannya, hidupku mulai tumbuh butiran-butiran cinta. Rasa yang berbeda dari sebelumnya, walau aku tak mengungkapkannya.
Suara handphoneku berbunyi tertulis nama Sasa di layar, aku mengangkatnya.
“Iya, ada apa” ucapku
“Kamu bisa nggak anterin aku ke café dekat pantai” ucapnya
“Iya, aku jemput kamu”ucapku
“Makasih” mengakhiri panggilan
Sampai di rumah Sasa, aku memanggilnya yang sedang duduk di teras. Kami berangkat menuju café yang tak jauh dari rumah Sasa.
Sampai di café kami mencari tempat duduk yang kosong lebih tepatnya di pojok. Sepertinya Sasa sedang menunggu seseorang, dari tingkat lakunya yang selalu memperhatikan layar handphone dan melihat pintu masuk.
“ Bentar, kamu dari tadi kok bingung banget” ucapku
“Aku lagi nunggu pacarku” ucapnya santai
Aku tak melanjutkan pertanyaanku lagi, ternyata Sasa mengajakku ke sini hanya untuk bertemu dengan pacarnya. Sebenarnya mendengar ucapannya memang sakit, cinta yang selama ini aku rasakan harusku lepaskan. Sulit sekali, aku harus menghilangkan rasa cinta ini yang berawal dari kenyamanan.
“Hai, siapa dia” ucap cowok itu
“ Dia temanku, yang selama ini aku ceritakan ke kamu” ucap Sasa
“Aku Dio, pacarnya Sasa” ucapnya
“Surya” ucapku tersenyum
“Oh iya, gini aku dan Sasa ingin menikah. Apa kamu mau menjadi fotografer untuk prewedding” ucap Dio
“Iya” ucapku
Hatiku terpatahkan dalam sekejap, mendengar kata yang terlontarkan dari mulut Dio. Kini tak ada celah untuk aku bisa bersama dengan Sasa. Karena dia sudah ada yang punya, sudah tak ada harapan lagi. Aku harus berusaha melupakan Sasa, butuh waktu untuk melupakannya. Hari kebersamaan yang selama ini terlewati, harus berakhir dengan kata yang menyakiti.
Apa aku bisa melewati ini, saat melihatnya bermesraan dengan orang lain. Sulit untuk ngucapkan kata-kata yang terlontar dari mulutku. Hati tak bisa mengucapkan perasaan yang selama ini. Aku hanya bisa mencintainya dalam diam.
“Kalian mau prewedding tema apa” ucaku
“ Sepertinya Doraemon, karena Sasa sangat suka dengan nuansa Doraemon” ucap Dio
“Menurut kamu bagus nggak” ucap Sasa
“Bagus, tema itu” ucapku
Kami mulai mengobrol keperluan untuk pernikahan, berbagai keperluan mulai di catat oleh Sasa di buku kecilnya.
Beberapa minggu kemudian……..
Hari ini sangat istimewa buat Sasa dan Dio, hari di mana pernikahan mereka di gelar sangat meriah, di depan tenda terpasang foto mereka yang tersenyum bahagia. Aku datang ke pernikahan mereka, di sambut hangat olehnya dan keluarganya. Walau hatiku sakit saat melihat mereka duduk di pelaminan, aku mencoba untuk tegas melihatnya. Kini kisah cintaku dan Sasa telah berakhir. Mencintai seseorang yang tak mencintai kembali itu sakit.
nona212 dan 13 lainnya memberi reputasi
14
438
3
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.5KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya