Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Ikuti Surveynya, Dapatkan Badge-nya! Klik Disini
0
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e9ebecb82d4957dde054398/cerita-hidupku-chapter-02-jadian
Malam yang tenang, yang dimana ayah Dinda sedang duduk disofa sambil menikmati acara yang ada ditelevisi, sedangkan ibunya Dinda sedang didapur untuk menyiapkan makan malam. “Din, tolong bantu ibu.” Minta Ibu. “Baik bu.” Sambil melangkkah keluar dari kamar. Dinda membantu menyiapkan makan dengan menaruh piring, sendok, dan gelas. Sedangkan Ibu membawa piring yang agak besar yang berisi ika
Lapor Hansip
21-04-2020 16:37

CERITA HIDUPKU CHAPTER 02: JADIAN

icon-verified-thread

Cerita Hidupku Chapter 02: Jadian.

Malam yang tenang, yang dimana ayah Dinda sedang duduk disofa sambil menikmati acara yang ada ditelevisi, sedangkan ibunya Dinda sedang didapur untuk menyiapkan makan malam.

“Din, tolong bantu ibu.” Minta Ibu.

“Baik bu.” Sambil melangkkah keluar dari kamar.


Dinda membantu menyiapkan makan dengan menaruh piring, sendok, dan gelas. Sedangkan Ibu membawa piring yang agak besar yang berisi ikan goreng. Makan malam mereka begitu hangat, sesekali Ayah Dinda membuat sebuah lelucon. Setelah makan, Dinda tidak langsung balik ke kamarnya, melainkan membantu Ibunya didapur. Mencuci piring.


“Bu, Dinda balik kekamar dlu yah.” Izin Dinda.
“Iya.”

Ketika Dinda dikamar sebuah suara yang berasal dari Hpnya, yang itu berarti ada sebuah pesan masuk. Ketika Dinda membuka pesan pesan tersebut, ternyata berasal dari Andi.


“Din, apa kau sudah tidur. Maaf mengganggu.”
“Gpp kok, emang ada apa?” Tanya Dinda.
“Kamu besok kesekolah naik apa?”
“Mungkin naik angkot.”
“Kalo gitu aku jemput kamu yah.” Dengan emoticon angle.
“Eh, ga usah. Nanti malah ngerepotin.”
“Etss, ga kok. Santai aja kali.”
“Ok.” Balas Dinda dengan emoticon senyum.
“Nah, gitu dong Din.”

Setelah berbalasan pesan Dinda baru sadar kalau ia ada PR yang harus ia kerjakan. “Astaga, aku lupa kalo ada PR yang harus yang harus aku kumpul besok.”Cepat-cepat Dinda mengambil buku pelajaran Matematika. Dinda dengan serius mengerjakan PR, namun ditengah-tengah mengerjakan soal dia malah teringat sesuatu yang membuat ia menjadi malu. “Kenapa ia begitu perhatian sama aku. Mungkinkah……..eh tidak-tidak, bukan gitu. Dia cuman baik kepadaku, atau sebenarnya dia juga punya perasaan yang sama denganku? Eh, ga mungkin. Aduh aku ini kenapa.” Kata tersebut keluar dimulut Dinda tanpa hambatan. Ternyata dari tadi Adiknya Dinda sedang memperhatikan dari depan pintu.

“Eh, apa aku ga salah denger? Kakak ternyata punya cowok.” dengan senyum mengintimidasi.
“Ga, Engga. Kamu cuman salah denger kok.” Dinda mencoba mempertahankan ekspresinya.
“Ga kok. Aku ga salah denger….eh kak, emang siapa nama cowok yang dekat dengan kakak.” Sambil mendekati Sang Kakak.
“Namanya Andi.” Jawabnya sambil menunduk.
“Hmm, nanti kak Andi jemput kakak besok.”
“Iya, Cantika.”
“Dah kak, tidur jarang terlalu larut nanti kasian kak Andi pas mau jemput kamu.” Sambil meninggalkan kamar kakaknya.

Cantika meninggalkan kakaknya yang mematung, atas baru saja terjadi. Dinda tidak mau pikiran tersebut mengambil alih pikirannya, dengan segara ia mengerjakan kembali PRnya dan kemudian tidur.

Keesokan harinya seperti biasa, mandi, berpakaian, lalu makan. Baru saja Dinda mau melangkkah pergi dari rumahnya. Ia sudah disambut dengan seorang cowok tampan yang tentu saja itu Andi.

“Eh, maaf nunggu lama.”
“Santai aja kali, aku aja baru sampai. nih helm.” menyodorkan helm ketangan Dinda.
“Oh…ok.” Dinda mengambil helm lalu ia pakai.

Dari kejauahan terdengar teriakan adiknya Dinda. “Kak, tolong jaga kak Dinda.” Sontak mereka berdua menoleh kearah sumber tadi, kemudian Andi tersenyum. “Tenang kakakmu aku aku jaga.” Kata-kata Andi membuat Dinda memerah.
“Eh, ngomong apa tadi kamu?” Sambil memukul pundak Andi.
“Ya gpp, siapa tau kau memang ditakdirkan untukku.”
“Eh…..” Dinda tidak bisa mengeluarkan satu katapun.
“Iya, aku nembak kamu.” Dengan nada lembut.
“…..”
“Jika kamu diam, maka aku anggap kita sudah jadian.” Teriak Andi.
“…..Iya, aku juga suka kamu.” Menjatuhkan kepalanya ke bahu Andi.

Sekarang Andi yang shock, ternyata dia diterima. Ketika sampai digerbang sekolah, mereka berdua masuk ke kelas XII B, yang dimana itu adalah kelas mereka. Sesampainya didalam kelas, Andi langsung mendekati dua temannya sambil menarik tangan Dinda.

“Bro, aku punya kabar baik.”

“Berita apa?” Tanya Bayu.


“Hehehe…..coba tebak.” Kata Andi sambil mengelus kepala Dinda yang membuat Dinda menunduk malu.


“Oh aku tau, pasti kamu habis jalan bareng saa Dinda.” Tebak Pras.


“Ah…..dikit lagi.” cetus Andi.


“Ga usah main tebak-tebakanlah.” Nyerah Bayu.


“Hehehe…..kami baru saja jadian.” Kata Andi dengan pedenya.


“Ha? No way.” kata mereka berdua.




Terimakasih telah meluangkan waktu untuk membaca thread ini.

Quote:Part Cerita Ini
Chapter 01: Pertemuan
Chapter 02: Jadian
Chapter 03: Pembela
Chapter 04: Mimpi
Diubah oleh trikunprayoga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Kurohige410 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
aku-harus-jahat
Stories from the Heart
cerita-yang-belum-berakhir
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Stories from the Heart
pengagum-jodoh-orang
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia