Kaskus

News

triyanti3Avatar border
TS
triyanti3
Sistem Kesehatan Buruk, Wabah Virus Corona di Papua Nugini Bisa Jadi Malapetaka
Sistem Kesehatan Buruk, Wabah Virus Corona di Papua Nugini Bisa Jadi Malapetaka

Papua Nugini baru melaporkan dua kasus positif virus corona COVID-19 di negaranya. Namun, dua kasus itu dikhawatirkan menjadi awal malapetaka bagi negara tetangga Indonesia tersebut.

Ini dikarenakan Papua Nugini memiliki sistem kesehatan yang buruk, seperti dilaporkan The Guardian. Papua Nugini juga masih harus menghadapi wabah penyakit lain seperti malaria, demam berdarah, tuberkulosis dan polio.

Di Papua Nugini, para petugas medis seperti perawat tidak dibekali alat pelindung diri (APD) yang memadai. Perawat di sana dipaksa memakai sarung tangan yang dibuat dari bekas karung beras dan sabun deterjen yang digunakan sebagai disinfektan.

Para tenaga medis di Rumah Sakit Umum Nonga, Papua Nugini, bahkan baru menyadari bahwa mereka telah merawat pasien positif COVID-19 dari konferensi pers yang disampaikan Perdana Menteri James Marape, pada Senin (6/4).

Mereka telah merawat seorang relawan kesehatan perempuan yang mengidap pneumonia. Pasien itu mulai dirawat pada akhir Maret lalu, namun berhasil pulih dan diperbolehkan pulang. Tapi setelah pulang, kondisi pasien itu memburuk dan kembali dirawat di rumah sakit.

Sistem Kesehatan Buruk, Wabah Virus Corona di Papua Nugini Bisa Jadi Malapetaka

Pasien perempuan itu merupakan pasien COVID-19 kedua di Papua Nugini. Dia adalah warga lokal yang tidak punya riwayat perjalanan ke luar negeri. Pasien kedua itu merupakan warga dari salah satu perkampungan yang terletak di kota Rabaul, Provinsi New East Britain.

Sementara pasien pertama merupakan seorang warga Australia yang bekerja di sektor pertambangan.

Selama menjalani perawatan, menurut salah satu perawat rumah sakit Margaret Melke, pasien itu tidak ditempatkan di ruang isolasi. Pasien itu bahkan bebas berkeliaran di dalam rumah sakit dan mengobrol dengan tenaga medis di sana.

Saat ini, para tenaga medis melakukan mogok kerja yang dimulai sejak pengumuman COVID-19 pertama oleh Perdana Menteri James Marape. Mereka menuntut pemerintah memberikan informasi yang lebih transparan.

“Kami semua ketakutan. Pasien itu bebas berkeliaran di dalam rumah sakit. Kami semua sudah meninggalkan rumah sakit dan menunggu penjelasan dari otoritas yang berwenang,” kata Melke, dilansir The Guardian.




sumber: http://www.wartaregional.com/2020/04...di-malapetaka/
lina.whAvatar border
.doflamingo.Avatar border
4iinchAvatar border
4iinch dan 5 lainnya memberi reputasi
6
681
2
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
Berita Luar Negeri
KASKUS Official
82.1KThread20.7KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.